Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan ultimatum tegas kepada Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, terkait kinerja Direktorat Jenderal Bea Cukai yang dinilai berada pada titik kritis. Jika tidak ada perbaikan signifikan dalam satu tahun, Prabowo menyatakan siap membekukan institusi tersebut dan mengalihkan tugas pemeriksaan kepabeanan kepada perusahaan surveyor internasional SGS.
Ancaman itu turut mencakup potensi dirumahkannya sekitar 16 ribu pegawai Bea Cukai, apabila reformasi internal gagal dijalankan. Hal itu disampaikan Purbaya usai rapat di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (27/11).
“Kalau kita gagal memperbaiki, nanti 16.000 orang pegawai Bea Cukai dirumahkan,” tegas Purbaya.
Purbaya mengakui bahwa citra Bea Cukai tengah terpuruk di mata publik. Ia berkomitmen melakukan pembersihan internal secara menyeluruh tanpa intervensi pihak luar. Menkeu meminta waktu satu tahun untuk menunjukkan perubahan konkret dalam tubuh Bea Cukai.
Sebagai bagian dari langkah reformasi, Kementerian Keuangan akan mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi under-invoicing, salah satu sumber utama kebocoran penerimaan negara.
Ultimatum Presiden Prabowo memicu tanda tanya besar: mampukah Bea Cukai bangkit melalui reformasi internal, atau justru menghadapi pembekuan yang berpotensi mengguncang sistem kepabeanan nasional dan nasib ribuan pegawai?***