bendera

Senin, 06 April 2026    11:18 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

BREAKING NEWS
 


Kritik Pedas Niluh Djelantik: Kemenparekraf Dinilai Tak Pahami Kebutuhan Riil Nusa Penida


JroBudi,    10 November 2025,    22:24 WIB

Kritik Pedas Niluh Djelantik: Kemenparekraf Dinilai Tak Pahami Kebutuhan Riil Nusa Penida
istimewa

Klungkung-Mediaindonesianews.com: Proyek pembangunan lift kaca di Pantai Kelingking, Nusa Penida, kembali menuai sorotan tajam. Senator RI asal Bali, Niluh Djelantik, melontarkan kritik keras terhadap Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang dinilainya tidak memahami kebutuhan dasar masyarakat dan wisatawan di kawasan tersebut.


Kritik Pedas Niluh Djelantik: Kemenparekraf Dinilai Tak Pahami Kebutuhan Riil Nusa Penida

Kecaman Niluh muncul setelah Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Hariyanto, menyatakan bahwa kementeriannya akan mengawal pembangunan lift kaca agar sesuai dengan ketentuan dan ramah lingkungan. Pernyataan itu justru memicu reaksi keras dari Niluh yang menilai dukungan tersebut tidak berdasar dan tidak sensitif terhadap kondisi riil di Nusa Penida.

“Ada apa dengan Kemenpar RI yang membuat pernyataan ini? Pahamkah kalian apa yang diinginkan turis saat berkunjung ke Nusa Penida? Apa yang dibutuhkan masyarakat dan pelaku wisata di sana?” tulis Niluh melalui akun media sosial pribadinya.

Menurut Niluh, Kemenparekraf salah arah dalam menetapkan prioritas pembangunan pariwisata. Ia menilai bahwa masyarakat Nusa Penida lebih membutuhkan perbaikan akses jalan, ketersediaan air bersih, dermaga yang memadai, serta fasilitas publik dasar seperti toilet dan pengamanan tebing, bukan proyek lift kaca bernilai besar.


“Sudahkah kalian datang dan melihat sendiri kondisi jalan di Nusa Penida? Hancur! Di Kelingking, yang dibutuhkan itu railing aman, jalan aspal menuju parkiran, dan penjaga pantai — bukan lift kaca untuk foto-foto,” tegasnya.

Selain menyoroti persoalan prioritas, Niluh juga menilai proyek tersebut berpotensi mengancam lingkungan dan keaslian alam tebing Kelingking Beach yang menjadi daya tarik utama Nusa Penida.

“Sungguh disayangkan pernyataan kalian yang justru akan membawa Nusa Penida ke pintu kegelapan. Kalau mau bicara pembangunan, turun ke lapangan dulu, jangan dari balik meja,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kemenparekraf belum memberikan tanggapan resmi atas kritik yang disampaikan Niluh Djelantik tersebut. Proyek lift kaca Kelingking sebelumnya telah menuai polemik di masyarakat, terutama dari kalangan pemerhati lingkungan dan pelaku pariwisata lokal yang khawatir akan dampak ekologis dan sosial dari pembangunan di kawasan tebing curam itu. (JroBudi)


banner
NASIONAL
img
Jumat, 03 April 2026
Lebanon - United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menyelenggarakan upacara Memorial Service sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur dalam misi perdamaian dunia di
img
Jumat, 03 April 2026
Jakarta - Dalam rangka mempererat kemitraan strategis dan diplomasi militer antara Indonesia - Malaysia, Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto menerima Courtesy Call Panglima Angkatan Tentera Malaysia (ATM), Jeneral Datuk
img
Jumat, 03 April 2026
Jakarta - Ketua Umum Dharma Pertiwi dan Ibu Asuh Wanita TNI Ny. Evi Agus Subiyanto memimpin langsung kegiatan donor darah serentak dalam rangka Apel Bersama Wanita TNI dan peringatan HUT
img
Kamis, 02 April 2026
Sulut - Reaksi cepat TNI ditunjukkan dengan segera mengerahkan prajurit pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Provinsi Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026). Melalui prajurit Kodam XIII/Merdeka, TNI
img
Kamis, 02 April 2026
Sumut-Mediaindonesianews.com: Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan kawasan Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di
img
Kamis, 02 April 2026
Palu-Mediaindonesianews.com: Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan pembatasan alih fungsi lahan sawah sebagai langkah strategis menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ketidakpastian

MEDIA INDONESIA NEWS