bendera

Minggu, 18 Oktober 2026    03:56 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

BREAKING NEWS
 


DPD GMNI DKI Jakarta Kritik Perluasan Peran Militer di Ranah Sipil, Soroti Risiko Kemunduran Reformasi


Tim Red,    04 Agustus 2026,    22:55 WIB

DPD GMNI DKI Jakarta Kritik Perluasan Peran Militer di Ranah Sipil, Soroti Risiko Kemunduran Reformasi
istimewa

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) DKI Jakarta menyampaikan kritik terhadap kebijakan yang dinilai memperluas peran institusi militer ke berbagai sektor sipil. Organisasi mahasiswa tersebut menilai kondisi itu berpotensi menggerus semangat Reformasi dan memunculkan kembali praktik militerisme dalam tata kelola pemerintahan.


Pernyataan tersebut disampaikan Ketua DPD GMNI DKI Jakarta yang juga Direktur Eksekutif Institut Marhaenisme 27, Deodatus Sunda SE atau Bung Dendy, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (4/8) di Jakarta.

Menurut Bung Dendy, keterlibatan unsur militer di luar fungsi pertahanan, termasuk yang menurutnya merambah sektor bisnis, politik, penegakan hukum, hingga perpajakan, perlu menjadi perhatian publik karena berpotensi menciptakan iklim yang intimidatif terhadap kehidupan sipil.

"Ketika militer tidak lagi fokus pada fungsi pertahanan, melainkan berbisnis melalui entitas seperti KDMP dan Agrinas di bawah Kemenhan, ikut bermain politik, mencampuri hukum, hingga menagih pajak, ini adalah pola-pola militerisme yang mengarah pada fasisme. Situasi mencekam yang diciptakan hari ini adalah bentuk intimidasi terhadap ruang hidup dan hak-hak sipil rakyat," ujar Bung Dendy.


Ia juga mengaitkan pandangannya dengan pengalaman sejarah Indonesia pada masa Orde Baru. Menurutnya, dominasi militer dalam bidang politik, sosial, dan ekonomi pada masa tersebut menjadi pelajaran penting agar praktik serupa tidak kembali terulang.

Bung Dendy menyebut figur-figur yang saat ini berada di lingkungan Kementerian Pertahanan menjadi bagian dari dinamika yang perlu mendapat pengawasan publik. Menurutnya, negara harus tetap menjaga prinsip supremasi sipil sebagaimana amanat Reformasi 1998.

"Sejarah telah membuktikan bahwa negara yang mengandalkan keterlibatan tentara dalam urusan tata kelola sipil dan pemerintahan pasti akan mengalami kegagalan. Era Orde Baru adalah bukti nyata betapa militerisme merusak tatanan kedaulatan rakyat dan meruntuhkan demokrasi. Kita tidak boleh membiarkan warisan rezim militerisme ini dihidupkan kembali," katanya.

Dalam pernyataannya, DPD GMNI DKI Jakarta menyampaikan tiga tuntutan kepada pemerintah.

Pertama, meminta pemerintah mengembalikan TNI pada tugas pokok di bidang pertahanan negara sesuai amanat Reformasi dan profesionalisme militer.

Kedua, mendesak penghentian keterlibatan militer dalam sektor-sektor sipil yang menurut organisasi tersebut mencakup aktivitas bisnis, penegakan hukum sipil, perpajakan, maupun politik praktis.

Ketiga, menyerukan perlindungan terhadap ruang demokrasi dengan menghentikan segala bentuk tekanan maupun intimidasi terhadap masyarakat sipil serta mengajak mahasiswa dan elemen masyarakat untuk menjaga nilai-nilai demokrasi.***

 


banner
NASIONAL
img
Minggu, 18 Oktober 2026
Maybrat - Setelah hampir tujuh bulan berada dalam penguasaan kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya pimpinan Manfred Fatem, dua senjata organik Yonif 9 Marinir jenis Caracal dan K3 Daewoo akhirnya...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - Prajurit Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 5/ABW Kodam V/Brawijaya bersama prajurit Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) melaksanakan latihan penanganan bahan peledak (Explosive Ordnance Disposal/EOD) dalam rangka Latihan Gabungan...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - Prajurit Artileri Medan (Armed) TNI bersama prajurit Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) menggelar Armed Subject Matter Expert Exchange (SMEE) dalam rangka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - TNI bersama Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) menggelar latihan Non-combatant Evacuation Operation (NEO) dengan metode Tabletop Exercise (TTX). Latihan dalam rangka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wakil Panglima TNI dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) bertempat di Ruang Hening Gedung Soedirman...
img
Jumat, 16 Oktober 2026
Maybrat – Tim gabungan Koops TNI Habema berhasil menemukan dan mengamankan kembali satu pucuk senjata api laras panjang jenis Caracal beserta 17 butir amunisi kaliber 5,56 mm di wilayah Kabupaten...

MEDIA INDONESIA NEWS