bendera

Minggu, 18 Oktober 2026    03:56 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

BREAKING NEWS
 


Menteri Nusron Tutup Ruang Gerak Mafia Tanah Lewat Transformasi Pelayanan Pertanahan


Tim Red,    12 Agustus 2026,    02:05 WIB

Menteri Nusron Tutup Ruang Gerak Mafia Tanah Lewat Transformasi Pelayanan Pertanahan
Istimewa

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memperkuat transformasi pelayanan pertanahan sebagai salah satu strategi untuk mempersempit ruang gerak mafia tanah.


Transformasi dilakukan melalui percepatan layanan, transparansi proses, integrasi data pertanahan dengan pemerintah daerah, serta penguatan integritas sumber daya manusia (SDM).

Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid mengatakan, sistem pelayanan yang semakin cepat, transparan, terintegrasi, dan didukung data yang akurat akan mengurangi celah yang selama ini dapat dimanfaatkan oleh mafia tanah.

“Kami betul ingin transformasi pelayanan, memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat. Kalau datanya proper, datanya bagus, kemudian integrasi datanya, IT-nya lengkap, saya kira percepatan pelayanan ini justru malah menutup ruang geraknya mafia,” kata Nusron saat ditemui awak media di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (10/8).


Menurutnya, mafia tanah dapat berkembang ketika masih terdapat celah, ketidakpastian, maupun wilayah abu-abu dalam proses pelayanan pertanahan.

“Mafia itu akan hidup kalau ada lubang-lubang, wilayah abu-abu,” ujarnya.

Salah satu langkah yang ditempuh pemerintah adalah mengintegrasikan data pertanahan dengan data pemerintah daerah. Perbedaan data, antara lain Nomor Objek Pajak (NOP) dan Nomor Induk Bidang (NIB), dinilai dapat menjadi salah satu titik rawan apabila tidak dilakukan sinkronisasi.

Karena itu, Nusron bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyepakati integrasi NIB dan NOP menjadi bagian dari Surat Edaran Bersama (SEB) Kementerian ATR/BPN dan Kemendagri.

SEB tersebut sekaligus mendorong penguatan kerja sama antara pemerintah daerah dan Kantor Pertanahan di tingkat kabupaten/kota sehingga data yang digunakan dalam pelayanan dapat semakin terintegrasi dan akurat.

Selain integrasi data, Kementerian ATR/BPN memperkuat kepastian waktu pelayanan. Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak terjebak dalam proses yang berlarut-larut dan kemudian bergantung kepada pihak ketiga atau oknum yang menawarkan jasa percepatan pengurusan.

Salah satu kebijakan yang disiapkan adalah layanan Peralihan Hak 10 Hari, yang akan diterapkan secara bertahap mulai 17 Agustus 2026 di 17 kabupaten/kota.

Kebijakan tersebut diharapkan memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai batas waktu penyelesaian layanan pertanahan sekaligus meningkatkan transparansi dalam proses administrasi.

Nusron menegaskan, pemberantasan mafia tanah tidak dapat hanya mengandalkan penindakan hukum setelah kejahatan terjadi. Menurutnya, pencegahan melalui pembenahan sistem justru menjadi langkah penting untuk menghilangkan peluang terjadinya praktik mafia tanah.

“Justru dengan adanya transparansi, percepatan dan integrasi data ini, justru menutup peluang aksi daripada mafia,” kata Nusron.

Ia menambahkan, pemberantasan mafia tanah harus berjalan melalui dua pendekatan sekaligus, yakni memperbaiki sistem pelayanan dan meningkatkan integritas SDM.

“Yang namanya melawan mafia yang paling efektif itu tidak sekadar menangkap, tapi yang paling penting adalah memperbaiki sistem sama meningkatkan integritas SDM,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nusron didampingi Sekretaris Jenderal ATR/BPN Dalu Agung Darmawan, Direktur Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah Asnaedi, Direktur Jenderal Survei Pemetaan Pertanahan dan Ruang Virgo Eresta Jaya, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Achmad, serta Kepala Biro Hukum Ahmad Suhaimi.

Transformasi pelayanan pertanahan tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian ATR/BPN membangun layanan yang lebih cepat, pasti, transparan, dan terintegrasi. Dengan semakin kecilnya celah administratif dan semakin kuatnya integrasi data, peluang pihak-pihak yang memanfaatkan ketidakpastian pelayanan untuk menjalankan praktik mafia tanah diharapkan semakin tertutup.***


banner
NASIONAL
img
Minggu, 18 Oktober 2026
Maybrat - Setelah hampir tujuh bulan berada dalam penguasaan kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya pimpinan Manfred Fatem, dua senjata organik Yonif 9 Marinir jenis Caracal dan K3 Daewoo akhirnya...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - Prajurit Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 5/ABW Kodam V/Brawijaya bersama prajurit Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) melaksanakan latihan penanganan bahan peledak (Explosive Ordnance Disposal/EOD) dalam rangka Latihan Gabungan...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - Prajurit Artileri Medan (Armed) TNI bersama prajurit Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) menggelar Armed Subject Matter Expert Exchange (SMEE) dalam rangka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - TNI bersama Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) menggelar latihan Non-combatant Evacuation Operation (NEO) dengan metode Tabletop Exercise (TTX). Latihan dalam rangka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wakil Panglima TNI dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) bertempat di Ruang Hening Gedung Soedirman...
img
Jumat, 16 Oktober 2026
Maybrat – Tim gabungan Koops TNI Habema berhasil menemukan dan mengamankan kembali satu pucuk senjata api laras panjang jenis Caracal beserta 17 butir amunisi kaliber 5,56 mm di wilayah Kabupaten...

MEDIA INDONESIA NEWS