Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
Jakarta - mediaindonesianews.com: Penembakan Pendeta Yeremias Zanambani pada Sabtu (19/9) di Klasis Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, yang mengakibatkan meninggal dunia, mendapat kecaman dari Persekutuan Gereja Indonesia (PGI).
“Informasi mengenai penembakan ini pun masih simpang siur, disatu sisi, PGI mendapat laporan dari GKII dan pemberitaan media lokal yang menyebutkan, penembakan tersebut diduga dilakukan oleh oknum aparat TNI yang sedang melakukan tugas operasi militer, sementara media nasional memberitakan bantahan pihak TNI dan menyebut pelaku penembakan adalah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).” Ujar Humas PGI, Philip Situmorang melalui keterangan tertulisnya yang diterima redaksi mediaindonesianews.com, sabtu (3/10).
Menurut Philip Situmorang, tidak mudah bagi kami (PGI) mengklarifikasi peristiwa ini, untuk itu kami telah menyurati Presiden Republik Indonesia, Kapolri dan Panglima TNI guna mengusut tuntas kasus tersebut dan membawanya ke ranah hukum.
‘Untuk menghindari saling tuduh, sebagaimana sudah terjadi, kami mengusulkan dibentuknya Tim Investigasi independen.” katanya
PGI juga memberikan pernyataan sikapnya atas kejadian tersebut yakni;
“Dalam keprihatinan mendalam atas kasus penembakan tersebut, PGI berharap persitiwa itu tidak terulang.” pungkasnya (Lian)