Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
Jakarta-mediaindonesianews.com: Belum lama ini Polda Metro Jaya berhasil membongkar kafe remang-remang yang menyajikan jasa “esek-esek”, di Jalan Rawa Bebek RW 13, Penjaringan, Jakarta Utara, setiap harinya diperkirakan sebanyak 10 anak dibawah umur dipaksa melayani pria hidung belang di kafe tersebut. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan, Sub Direktorat Remaja, Anak dan Wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, menangkap enam orang tersangka terkait kasus tersebut.
Menanggapi hal tersebut Ketua Umum Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) DR. Marlinda Irwanti, SE., M.Si mengapresiasi kinerja Polda Metro Jaya atas penetapan tersangka kasus tindak pidana eksploitasi anak secara ekonomi dan seksul atau memudahkan perbuatan cabul dan atau mucikari yang mengambil keuntungan dari usaha pelacuran yang melibatkan artis inisial “A”
“sebanyak 15 orang anak yang rata-rata berusia antara 14 tahun sampai 17 tahun, para mucikari berkenalan dengan para korban melalui media sosial dan berpacaran. Kasus prostitusi anak cukup banyak setiap tahun, tidak hanya menjadi tugas Polisi, KPAI dan kementrian PPAI, akan tetapi FPPI sebagai organisasi yang tersebar di 34 propinsi dan memiliki 200 DPC harus berperan aktif dalam membantu penanganan terhadap kasus-kasus tersebut dengan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada keluarga serta anak-anak agar terhindar dari permasalahan tersebut,” katanya kepada mediaindonesianews.com belum lama ini.
Menurut Marlinda, pendekatan agama dan peningkatan ekonomi keluarga serta pendidikan dapat mempengaruhi mindset, pola pikir dan cara pandang agar tidak mudah terjerat dalam prostitusi anak. FPPI juga akan bekerjasama dengan Polda dalam berbagai kegiatan sosialisasi edukasi yang humanis dan kami membuka ruang untuk dapat bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk mengatasi hal tersebut.
“Saatnya kita saling mendukung agar tidak ada lagi anak-anak menjadi korban porstitusi,” pungkasnya. (Lian)