bendera

Minggu, 05 April 2026    04:01 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

BREAKING NEWS
 


GMNI DKI Jakarta Peringatkan Risiko Fiskal 2026, Soroti Defisit hingga Program Pemerintah


Tim Red,    17 Maret 2026,    10:56 WIB

GMNI DKI Jakarta Peringatkan Risiko Fiskal 2026, Soroti Defisit hingga Program Pemerintah
istimewa

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) DKI Jakarta melontarkan kritik keras terhadap arah kebijakan fiskal pemerintah tahun 2026 yang dinilai berisiko terhadap stabilitas ekonomi nasional. Melalui Ketua DPD GMNI DKI Jakarta, Deodatus Sunda, organisasi tersebut menilai pemerintah menghadapi potensi tekanan fiskal di tengah dinamika global yang meningkat.


Dalam pernyataan resminya, GMNI menyoroti proyeksi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang disebut berpotensi melampaui batas aman. Berdasarkan data yang dirujuk dari CORE Indonesia, dengan asumsi harga minyak dunia mencapai USD105 per barel dan nilai tukar rupiah di kisaran Rp17.000 per dolar AS, defisit diperkirakan menembus 3 persen dari produk domestik bruto.

GMNI juga menyinggung potensi dampak konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya di jalur strategis energi global seperti Selat Hormuz, yang dapat memicu gangguan pasokan energi serta meningkatkan tekanan inflasi dalam negeri.

Selain faktor eksternal, GMNI mengkritisi sejumlah program pemerintah yang dinilai membutuhkan anggaran besar, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih. Menurut mereka, alokasi anggaran yang signifikan untuk program tersebut perlu dikaji ulang di tengah kondisi fiskal yang dinilai menantang.


Dalam analisisnya, GMNI juga menyoroti keterlibatan unsur militer dalam sejumlah program strategis pemerintah. Mereka menilai hal tersebut perlu mendapatkan perhatian agar tetap sejalan dengan prinsip tata kelola pemerintahan sipil.

Lebih lanjut, GMNI menyinggung konsep “lawfare” atau penggunaan instrumen hukum dalam konteks kebijakan publik, serta mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran negara.

Organisasi mahasiswa tersebut turut mengkritisi rencana pelibatan aparatur sipil negara (ASN) dalam skema Komponen Cadangan (Komcad), yang dinilai berpotensi memengaruhi independensi birokrasi sipil.

Sebagai tindak lanjut, GMNI DKI Jakarta menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain evaluasi terhadap program-program beranggaran besar, penguatan perlindungan ekonomi domestik, serta penyesuaian kebijakan fiskal agar tetap sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan GMNI tersebut.***


banner
NASIONAL
img
Jumat, 03 April 2026
Lebanon - United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menyelenggarakan upacara Memorial Service sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur dalam misi perdamaian dunia di
img
Jumat, 03 April 2026
Jakarta - Dalam rangka mempererat kemitraan strategis dan diplomasi militer antara Indonesia - Malaysia, Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto menerima Courtesy Call Panglima Angkatan Tentera Malaysia (ATM), Jeneral Datuk
img
Jumat, 03 April 2026
Jakarta - Ketua Umum Dharma Pertiwi dan Ibu Asuh Wanita TNI Ny. Evi Agus Subiyanto memimpin langsung kegiatan donor darah serentak dalam rangka Apel Bersama Wanita TNI dan peringatan HUT
img
Kamis, 02 April 2026
Sulut - Reaksi cepat TNI ditunjukkan dengan segera mengerahkan prajurit pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Provinsi Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026). Melalui prajurit Kodam XIII/Merdeka, TNI
img
Kamis, 02 April 2026
Sumut-Mediaindonesianews.com: Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan kawasan Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di
img
Kamis, 02 April 2026
Palu-Mediaindonesianews.com: Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan pembatasan alih fungsi lahan sawah sebagai langkah strategis menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ketidakpastian

MEDIA INDONESIA NEWS