bendera

Minggu, 18 Oktober 2026    15:21 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

FOKUS
 


Badan Geologi Sebut Amblesan Tanah di Desa Sila Bukan Akibat Patahan Gempa


di maz,    20 November 2019,    11:57 WIB

Badan Geologi Sebut Amblesan Tanah di Desa Sila Bukan Akibat Patahan Gempa

Jakarta – MINews : Badan Geologi Kementerian ESDM menyatakan tanah ambles di Desa Sila, Kabupaten Maluku Tengah beberapa hari lalu merupakan fenomena alam adanya tanah merayap (creeping) dari sifat batugamping koral yang berpotensi membentuk sinkhole (berongga).


Kepala Badan Geologi Rudy Suhendar ditemui di ruang kerjanya di Bandung, Rabu (20/11) mengatakan "Apa yang terjadi di Sila bukan akibat dari sesar atau patahan, ini murni faktor geologi dari sifat batugamping koral".

“Apabila amblesan tanah di Sila akibat sesar, maka akan bersifat regional atau merambat ke beberapa tempat dan memanjang membentuk sebuah keseluruhan’, tegas Rudy.

"Amblesan tanah hanya bersifat lokal, tidak berkembang ke daerah lain," ujarnya. 


Pada Senin (4/11), sekitar pukul 10.00 WIT dilaporkan oleh warga Desa Sila, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah terjadi amblesan tanah sedalam 1 meter dari permukaan tanah dengan membentuk diameter lingkaran hingga 30 meter.

Rudy menambahkan, berdasarkan pengamatan tim Badan Geologi di lapangan, retakan tanah terjadi di lokasi rekahan tanah yang terbentuk pada 2012, akibat rentetan gempa bumi yang terjadi di kawasan Seram dan Banda, dimana pada saat itu, retakan membentuk lingkaran berdiameter 25 meter.

Rudy menjelaskan "Retakan 2012 silam lalu menyebabkan struktur tanah tidak stabil. Ditambah lagi intensitas gempa di Maluku yang cukup tinggi selama tiga bulan terakhir".

Rudy berpendapat, kejadian serupa sudah pernah terjadi di Kawasan Gunung Karts Yogyakarta dimana tanah membentuk sinkhole kosong persis dengan yang menimpa Desa Sila.

Tim Badan Geologi saat ini, tengah bergerak ke lapangan melakukan kajian dengan menggunakan drone untuk mendapatkan pengamatan visual morfologi.

Di samping itu, mereka melakukan Ground Penetrating Radar (GPR) demi mendapatkan data bawah kurang lebih 10 meter.

Rudy menuturkan "GPR akan menentukan daerah void (rongga) untuk menentukan wilayah mana saja yang aman dan berbahaya bagi masyarakat".

Iapun mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik melihat fenomena alam tersebut dan tetap mengikuti rekomendasi dari Badan Geologi Kementerian ESDM maupun BPBD setempat.


banner
NASIONAL
img
Minggu, 18 Oktober 2026
Maybrat - Setelah hampir tujuh bulan berada dalam penguasaan kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya pimpinan Manfred Fatem, dua senjata organik Yonif 9 Marinir jenis Caracal dan K3 Daewoo akhirnya...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - Prajurit Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 5/ABW Kodam V/Brawijaya bersama prajurit Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) melaksanakan latihan penanganan bahan peledak (Explosive Ordnance Disposal/EOD) dalam rangka Latihan Gabungan...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - Prajurit Artileri Medan (Armed) TNI bersama prajurit Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) menggelar Armed Subject Matter Expert Exchange (SMEE) dalam rangka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - TNI bersama Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) menggelar latihan Non-combatant Evacuation Operation (NEO) dengan metode Tabletop Exercise (TTX). Latihan dalam rangka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wakil Panglima TNI dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) bertempat di Ruang Hening Gedung Soedirman...
img
Jumat, 16 Oktober 2026
Maybrat – Tim gabungan Koops TNI Habema berhasil menemukan dan mengamankan kembali satu pucuk senjata api laras panjang jenis Caracal beserta 17 butir amunisi kaliber 5,56 mm di wilayah Kabupaten...

MEDIA INDONESIA NEWS