Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
Bangli – Mediaindonesianews.com: Sebuah tradisi adat tak biasa namun sarat nilai spiritual masih lestari di Pura Pasiraman Kasuma Dewi, Banjar Tegal, Desa Bebalang, Kabupaten Bangli. Di lokasi ini, umat yang melaksanakan ritual malukat (pembersihan diri) diwajibkan menjalani prosesi tanpa mengenakan pakaian, sesuai ketentuan adat yang diwariskan secara turun-temurun.
Pemangku setempat, Gusti Mangku Gede, menjelaskan bahwa aturan tersebut bukanlah bentuk penyimpangan, melainkan bagian dari pakem kesakralan Pasiraman Kasuma Dewi. Tradisi itu dipercaya berawal dari sebuah kejadian puluhan tahun silam ketika seorang anak mandi dengan mengenakan pakaian, dan sumber air suci disebut-sebut mendadak berhenti mengalir. Sejak kejadian tersebut, larangan memakai busana saat malukat ditaati sepenuhnya oleh masyarakat.
Meski prosesi dilakukan tanpa sehelai benang pun, area pasiraman tetap kondusif dan bebas dari tindakan asusila. Justru, umat yang datang disebut lebih fokus dan merasakan kerendahan hati ketika menjalani ritual. Di bawah pura, terdapat tiga pancuran yang dipercaya memiliki khasiat berbeda, mulai dari awet muda, kelancaran keturunan, hingga penyembuhan penyakit tertentu.
Sebelum memasuki area pancuran, umat wajib melakukan persembahyangan di jeroan pura serta menghaturkan pajati sebagai bagian dari rangkaian ritual. Setelah prosesi selesai, persembahyangan kembali dilakukan sebagai bentuk rasa syukur.
Akses menuju Pasiraman Kasuma Dewi dapat ditempuh dari arah Kota Bangli menuju LP Bangli, kemudian melanjutkan perjalanan sekitar satu kilometer ke arah timur. Medan jalan yang terjal dan licin tidak menyurutkan minat umat maupun pengunjung yang ingin merasakan prosesi pembersihan diri yang dipercaya membawa kesejukan batin.
Tradisi malukat tanpa busana di Pasiraman Kasuma Dewi menjadi pengingat bahwa kesucian ritual tidak hanya berada pada simbol pakaian, tetapi pada ketulusan hati mereka yang menjalankannya. Sebuah warisan leluhur yang tetap dijaga dan dihormati di tengah perubahan zaman. (JroBudi)