bendera

Minggu, 18 Oktober 2026    03:56 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

FOKUS
 


CELIOS Dorong Reformasi Tata Kelola OTT untuk Tingkatkan Penerimaan Negara


Fathan,    02 Juni 2026,    14:42 WIB

CELIOS Dorong Reformasi Tata Kelola OTT untuk Tingkatkan Penerimaan Negara
Istimewa

Jakarta-Mediaindonesianews: Center of Economic and Law Studies (CELIOS) mendorong pemerintah melakukan reformasi tata kelola industri Over The Top (OTT) guna memperkuat kedaulatan digital dan meningkatkan penerimaan negara dari sektor ekonomi digital.


Dorongan tersebut disampaikan dalam diseminasi hasil penelitian mengenai tata kelola industri OTT di Indonesia yang digelar CELIOS di Hotel Aryaduta, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/6).

Direktur Eksekutif CELIOS, , mengatakan Indonesia saat ini menjadi salah satu pasar konsumen digital terbesar di dunia. Menurutnya, platform digital global memanfaatkan perilaku konsumen dan algoritma pencarian pengguna di Indonesia untuk mengembangkan bisnis mereka.

Namun demikian, Bhima menilai tata kelola dan mekanisme perpajakan sektor digital di Indonesia belum optimal dalam menangkap potensi ekonomi yang dihasilkan.


“Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam meningkatkan potensi penerimaan perpajakan dari sektor digital,” ujar Bhima dalam pemaparannya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Ekonomi CELIOS, , menyampaikan bahwa tingginya konsumsi hiburan digital dan penggunaan internet, khususnya di kalangan generasi milenial dan Gen Z, menjadikan Indonesia pasar strategis bagi layanan OTT global.

Meski nilai ekonomi sektor digital terus meningkat, kata Nailul, kontribusi fiskalnya terhadap negara masih relatif rendah.

Berdasarkan hasil penelitian CELIOS, koefisien pajak sektor digital Indonesia saat ini berada di angka 0,27. Artinya, setiap satu unit Produk Domestik Bruto (PDB) yang dihasilkan sektor digital hanya menghasilkan 0,27 unit penerimaan perpajakan.

“Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan sektor perbankan maupun telekomunikasi konvensional yang dapat mencapai kisaran 1 hingga 2,” kata Nailul.

CELIOS juga menyoroti praktik profit shifting yang dinilai menyebabkan sebagian potensi pajak dari aktivitas ekonomi digital Indonesia tidak masuk ke kas negara. Sejumlah perusahaan OTT global disebut memperoleh pendapatan dari pasar Indonesia, namun membayarkan kewajiban perpajakan di negara lain tempat kantor pusat regional mereka berada.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengurangi penerimaan pajak penghasilan dari aktivitas ekonomi digital yang berlangsung di Indonesia.

Sebagai solusi, CELIOS mendorong penguatan implementasi konsep Significant Economic Presence (SEP). Melalui konsep tersebut, perusahaan digital asing dapat dikenakan kewajiban perpajakan berdasarkan besarnya aktivitas ekonomi di Indonesia meski tidak memiliki kantor fisik di dalam negeri.

Selain itu, CELIOS merekomendasikan pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah terkait tata kelola platform digital, menetapkan ambang batas penerapan SEP, mengimplementasikan skema Universal Service Obligation (USO), hingga memperkuat koordinasi lintas kementerian dan kapasitas Direktorat Jenderal Pajak.

CELIOS berharap langkah tersebut dapat menciptakan tata kelola industri OTT yang lebih adil sekaligus meningkatkan kontribusi ekonomi digital terhadap penerimaan negara. (FF)


banner
NASIONAL
img
Minggu, 18 Oktober 2026
Maybrat - Setelah hampir tujuh bulan berada dalam penguasaan kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya pimpinan Manfred Fatem, dua senjata organik Yonif 9 Marinir jenis Caracal dan K3 Daewoo akhirnya...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - Prajurit Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 5/ABW Kodam V/Brawijaya bersama prajurit Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) melaksanakan latihan penanganan bahan peledak (Explosive Ordnance Disposal/EOD) dalam rangka Latihan Gabungan...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - Prajurit Artileri Medan (Armed) TNI bersama prajurit Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) menggelar Armed Subject Matter Expert Exchange (SMEE) dalam rangka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - TNI bersama Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) menggelar latihan Non-combatant Evacuation Operation (NEO) dengan metode Tabletop Exercise (TTX). Latihan dalam rangka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wakil Panglima TNI dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) bertempat di Ruang Hening Gedung Soedirman...
img
Jumat, 16 Oktober 2026
Maybrat – Tim gabungan Koops TNI Habema berhasil menemukan dan mengamankan kembali satu pucuk senjata api laras panjang jenis Caracal beserta 17 butir amunisi kaliber 5,56 mm di wilayah Kabupaten...

MEDIA INDONESIA NEWS