bendera

Minggu, 18 Oktober 2026    09:47 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

FOKUS
 


UMKM “Pahlawan” Saat Ini dan Masa Depan


lian,    11 November 2021,    08:20 WIB

UMKM “Pahlawan” Saat Ini dan Masa Depan
UMKM “Pahlawan” Saat Ini dan Masa Depan

Jakarta-mediaindonesianews.com: Peringatan Hari Pahlawan menjadi momen bagi setiap warga Negara untuk mengenang jasa para pahlawan yang berjuang membela kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, namun yang luput dari pandangan terkait pejuang Pemberdayaan UMKM di Indonesia, semangat kepahlawanan ini muncul pada diri Irwan Wijaya. HS yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Dewan UKM Indonesia.


Dari dulu Irwan Wijaya merasa prihatin terhadap kondisi UMKM di Indonesia, untuk itu ia terus memperjuangkan hak dan kepentingan pelaku ekonomi rakyat ini. Dimulai tahun 2000 sebagai aktivis organisasi, Irwan juga sebagai pelaku usaha industri handicraft mendirikan Badan Pengembangan Industri Kecil dan Kerajinan Makassar dan pada tahun 2002 dirinya mendirikan Asosiasi Pedagang Informal Makassar (ASPIM) sebagai wadar perjuangan memberdayakan ekonomi rakyat.

Melalui organisasi tersebut Irwan banyak melakukan berbagai hal termasuk penataan pedagang kaki lima sebagai assesoris kota di kota Makassar waktu itu. Merasa perjuangannya terbatas pada lingkup Kota Makassar dan banyak pelaku UMKM yang tersebar diwilayah provinsi Sulawesi Selatan minta difasilitasi, maka bersama beberapa tokoh organisasi UKM lainnya tahun 2006 mendirikan organisasi Dewan Pengembangan UKM Sulsel. Lewat organisasi ini cakupan pembinaan semakin luas meliputi berbagai sektor UMKM. Latar belakang lahirnya organisasi ini juga karena dirasakan masih kurangnya perhatian pemerintah terhadap UMKM.

“Krisis moneter tahun 1998 yang menggoyahkan perekonomian Negara kita menjadi pelajaran berharga bagi Pemerintah dalam membuat kebijakan yang selama ini terlalu “memanjakan” pengusaha besar dengan berbagai regulasi. Ternyata usaha besar dan konglomerasi saat itu tidak mampu “mengamankan” gejolak ekonomi Negara kita dan bahkan menciptakan permasalahan berkepanjangan diantaranya BLBI. Pada saat yang sama justru usaha kecil dan Menengah (UKM) menjadi motor penggerak ekonomi,” ujarnya, Rabu (10/11).


Kata Irwan, kebijakan ekonomi yang lahir pasca krisis moneter memang menunjukkan kesungguhan dan besarnya perhatian pemerintah dalam mengembangkan UKM. Namun sampai realitasnya dalam implementasi kebijakan tersebut tidak sesuai harapan. Selain itu lahirnya berbagai organisasi/lembaga UKM juga belum menjawab persoalan mendasar yang dihadapi pelaku UKM. Salah satu penyebabnya adalah perjuangan pembinaan UKM dilakukan sendiri-sendiri oleh organisasi/lembaga tersebut sehingga tidak menimbulkan “efek power”.

Bercermin hal tersebut diatas, beberapa tokoh yang mewakili 9 organisasi/lembaga UKM di Sulawesi Selatan sepakat menyatukan visi dan misi dalam suatu wadah yang sekarang dikenal dengan nama Dewan Pengembangan Usaha Kecil dan Mikro disebut Dewan UKM Provinsi Sulawesi Selatan. Organisasi ini menjadi inspirasi tokoh pejuang UMKM dari berbagai provinsi sehingga mengadopsi menjadi organisasi serupa di provinsi masing-masing. Namun dalam perjalanan organisasi ini dirasakan berjalan kurang efektif karena perjuangan di daerah tidak mampu mempengaruhi kebijakan yang lahir dipusat pemerintahan di Jakarta. Pada bulan Agustus 2012 atas inisiatif Irwan Wijaya selaku ketua umum Dewan Pengembangan UKM Sulawesi Selatan mengadakan pertemuan dengan ketua umum organisasi sejenis dari beberapa provinsi untuk membentuk sekretariat bersama di Jakarta. Wadah  ini katanya,  juga dinilai kurang power sehingga pada tanggal 27 Okteober 2012 dibentuk Dewan UKM Indonesia dan diresmikan pada tanggal 11 November 2012 dengan Akte Pendirian Badan Hukum Organisasi ini dibuat oleh Yusdin Fahim, SH Notaris Jakarta sesuai Akte No. 15 dan 16 tanggal 30 November 2012.

Perjuangan Irwan Wijaya telah mendapat apresiasi berbagai pihak sehingga memberikan penghargaan Asean Development Award, Generasi Pelopor Pembangunan Indonesia, Profesional Golden Award dan The Most Innovative People.

Mengakhiri perbincangan Irwan Wijaya mengatakan apa yang selama ini dilakukannya sebagai wujud kepedulian terhadap pelaku UMKM yang selalu menjadi “korban” politisasi, pungkasnya. (lian)


banner
NASIONAL
img
Minggu, 18 Oktober 2026
Maybrat - Setelah hampir tujuh bulan berada dalam penguasaan kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya pimpinan Manfred Fatem, dua senjata organik Yonif 9 Marinir jenis Caracal dan K3 Daewoo akhirnya...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - Prajurit Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 5/ABW Kodam V/Brawijaya bersama prajurit Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) melaksanakan latihan penanganan bahan peledak (Explosive Ordnance Disposal/EOD) dalam rangka Latihan Gabungan...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - Prajurit Artileri Medan (Armed) TNI bersama prajurit Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) menggelar Armed Subject Matter Expert Exchange (SMEE) dalam rangka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - TNI bersama Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) menggelar latihan Non-combatant Evacuation Operation (NEO) dengan metode Tabletop Exercise (TTX). Latihan dalam rangka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wakil Panglima TNI dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) bertempat di Ruang Hening Gedung Soedirman...
img
Jumat, 16 Oktober 2026
Maybrat – Tim gabungan Koops TNI Habema berhasil menemukan dan mengamankan kembali satu pucuk senjata api laras panjang jenis Caracal beserta 17 butir amunisi kaliber 5,56 mm di wilayah Kabupaten...

MEDIA INDONESIA NEWS