bendera

Minggu, 18 Oktober 2026    08:10 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

HEADLINE
 


Kemen PPPA Jamin Meski Tinggal Di Pengungsian, Perempuan Dan Anak Di Lebak, Banten Tetap Terlindungi


dee maz,    22 Januari 2020,    10:50 WIB

Kemen PPPA Jamin Meski Tinggal Di Pengungsian, Perempuan Dan Anak Di Lebak, Banten  Tetap Terlindungi

Lebak, Banten – MI.News :  Pasca kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Bintang Puspayoga ke Kabupaten Lebak, Provinsi Banten pada 13 Januari 2020 lalu, hari ini Kemen PPPA melakukan kegiatan pemberdayaan ekonomi perempuan dan perlindungan anak.


Pemberdayaan ekonomi perempuan dilakukan dengan mengadakan pelatihan memasak bagi perempuan korban bencana dan perlindungan anak yang dilakukan dengan menghibur anak – anak korban bencana melalui permainan dan edukasi.

"Menteri Bintang mengamanahkan kami untuk memastikan hak dan kebutuhan perempuan dan anak korban banjir bandang dan tanah longsor di wilayah ini terpenuhi, termasuk melakukan kegiatan pemberdayaan perempuan. Oleh karena itu, setelah Pos Ramah Perempuan dan Anak (PRPA) di Lebak diresmikan Menteri Bintang, hari ini kami mengadakan pelatihan memasak karena melihat potensi para perempuan di pengungsian sangatlah besar, terutama dalam membuat jajanan pasar. Harapannya, ketika sudah kembali ke tempat tinggalnya, mereka memiliki bekal untuk memproduksi dan menjual jajanan pasar agar dapat mandiri dan ikut menopang ekonomi keluarga,” tutur Deputi Kesetaraan Gender Kemen PPPA, Agustina Erni.

Sebelumnya, Menteri Bintang juga tak henti – hentinya mengapresiasi semua pihak yang telah berperan dalam koordinasi penanganan bencana banjir, termasuk kementerian/lembaga seperti Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat yang telah mendahulukan kelompok rentan seperti anak, perempuan, dan lansia.


Pelatihan memasak yang diadakan di Dodiklatpur III Rindam Siliwangi, Kab. Lebak, Banten sejak 21 – 24 Januari 2020 merupakan hasil kerja sama antara Kemen PPPA dengan APJI (Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia),  Dinas Koperasi, Dinas PPPA Provinsi dan Kab/Kota, dan BRI (Bank Rakyat Indonesia).

Para perempuan dilatih memasak jajanan pasar, seperti pukis, apem, onde - onde, klepon, wingko babat, keciput, dan lain - lain. Tak hanya cara memasaknya, mereka juga dilatih bagaimana cara memasarkan produk tersebut sehingga laku di pasaran.

“Sebagai perempuan, kita semua pasti memiliki keinginan untuk membesarkan dan menyekolahkan anak - anak. Maka, kita juga bisa ikut membantu ekonomi keluarga dengan menjadi pengusaha yang menjual makanan, salah satunya jajanan pasar. Oleh karenanya, kita harus bersungguh - sungguh dalam berusaha dan belajar memasak. Berawal dari jajanan pasar, kita bisa membuka usaha sendiri dan memiliki pegawai sendiri. Setelah mendapat penghasilan, ibu - ibu jangan lupa menabung. Ibu -ibu semua harus serius, ya, belajar masak," ujar Ketua APJI, Rahayu Setiawati di depan para pengungsi perempuan.

Dalam kegiatan tersebut, Kemen PPPA juga berupaya menghibur anak – anak korban bencana dengan membaca dongeng, membuat prakarya, menggambar, dan bernyanyi bersama.

Kemen PPPA juga memberikan edukasi terkait efek penggunaan plastik, cara menjaga kebersihan diri, dan sanitasi melalui dongeng.

Berdasarkan SK Bupati Lebak Nomor: 366/kep.45-BPDB/2020 bahwa masa tanggap darurat bencana diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 14 – 28 Januari 2020.

Diharapkan kegiatan tersebut juga dapat mengedukasi anak – anak korban bencana untuk tetap tanggap bencana dan dapat merawat lingkungannya.

"Kemen PPPA ingin memastikan bahwa hak anak di pengungsian sekalipun harus terlindungi. Di sini kami menghibur, memberikan edukasi, dan memantau kondisi mereka. Mereka harus tetap bisa sekolah atau mendapat pendidikan, mendapat penanganan terkait kesehatan dan pengasuhan yang layak. Dalam melakukan kegiatan ini kami juga melibatkan Forum Anak. Mereka juga ikut berkontribusi dalam menindaklanjuti kegiatan ini karena peran mereka sebagai 2P (Pelopor dan Pelapor),” ungkap Asisten Deputi Pemenuhan Hak Sipil, Informasi, dan Partisipasi Anak Kemen PPPA, Lies Rosdianty.

Jumlah pengungsi korban banjir di Dodiklatpur III Rindam Siliwangi, Kab. Lebak, Banten terdiri dari 338 perempuan dan 208 anak.


banner
NASIONAL
img
Minggu, 18 Oktober 2026
Maybrat - Setelah hampir tujuh bulan berada dalam penguasaan kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya pimpinan Manfred Fatem, dua senjata organik Yonif 9 Marinir jenis Caracal dan K3 Daewoo akhirnya...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - Prajurit Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 5/ABW Kodam V/Brawijaya bersama prajurit Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) melaksanakan latihan penanganan bahan peledak (Explosive Ordnance Disposal/EOD) dalam rangka Latihan Gabungan...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - Prajurit Artileri Medan (Armed) TNI bersama prajurit Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) menggelar Armed Subject Matter Expert Exchange (SMEE) dalam rangka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - TNI bersama Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) menggelar latihan Non-combatant Evacuation Operation (NEO) dengan metode Tabletop Exercise (TTX). Latihan dalam rangka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wakil Panglima TNI dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) bertempat di Ruang Hening Gedung Soedirman...
img
Jumat, 16 Oktober 2026
Maybrat – Tim gabungan Koops TNI Habema berhasil menemukan dan mengamankan kembali satu pucuk senjata api laras panjang jenis Caracal beserta 17 butir amunisi kaliber 5,56 mm di wilayah Kabupaten...

MEDIA INDONESIA NEWS