bendera

Kamis, 03 September 2026    04:14 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

HUKUM DAN KRIMINAL
 


Polres Lampung Tengah Gagalkan Sabu Seberat 1Kg


Bornok,    02 Februari 2023,    00:21 WIB

Polres Lampung Tengah Gagalkan Sabu Seberat 1Kg
Polres Lampung Tengah Gagalkan Sabu Seberat 1Kg

Lamteng-Mediaindonesianews.com: Satuan Reserse Narkoba jajaran Polres Lampung Tengah (Lamteng), Polda Lampung berhasil menggagalkan pengiriman 1,06 Kilogram Sabu asal Medan Sumatera Utara dengan tujuan Anak Tuha, Lamteng di Jalan Proklamator Raya Bandar Jaya dan mengamankan keempat tersangka di antaranya HS (33) warga Kecamatan Padangratu, YS (34) warga Kecamatan Anak Tuha, dan IM (42) warga Kecamatan Padangratu, serta RS (26) asal Sumut. Senin (30/1).


Polres Lampung Tengah Gagalkan Sabu Seberat 1Kg

Hal itu dijelaskan oleh Kapolres Lampung Tengah AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya S.IK., M.Si didampingi Wakapolres Kompol Poeloeng Arsa Sidanu S.IK., MM, Kabag Ops Kompol H.D Pandiangan, Kasat Res Narkoba AKP Dwi Atma Yofi Wirabrata dan Kanit Resum Ipda Pande Putu Yoga S.Tr. K saat menggelar Konferensi Pers, Rabu (1/2). 

Kapolres menjelaskan kronologi penangkapan para tersangka, awalnya pada hari Senin 30 Januari 2023 sekitar pukul 10.30 WIB, petugas menangkap dua pelaku yakni IM dan HS saat mengendarai mobil APV warna cokelat di kawasan Kampung Terbanggi Besar, Lamteng. Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti sabu seberat 1,06 Kg di dalam plastik teh yang dibalut lakban dan disimpan di dalam bantal warna merah.

"Petugas sempat kesulitan mencari barang bukti karena di dalam mobil berisi sembako untuk penyamaran," kata Kapolres.


Selanjutnya, petugas melakukan pengembangan dan berhasil menangkap dua pelaku, yakni YS dan RS di kawasan Jalan Proklamator, Kelurahan Bandar Jaya Barat, saat mengendarai mobil Avanza.

“Saat diinterogasi, YS mengaku mendapat upah Rp30-50 juta dari hasil penjualan sabu tersebut,”jelasnya.

Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan, dari hasil penyelidikan dan informasi, bahwa pelaku sudah 7 Kali masuk ke Lampung membawa sabu, mulai dari paket 300 gram sampai dengan 2 Kg.

"Para tersangka mengaku mengambil barang haram tersebut dari Medan, Sumatera Utara. Dalam membawa sabu, para tersangka menggunakan modus jalan dua mobil beriringan, dengan mobil di depan melihat situasi apakah ada razia dari petugas," terangnya.

Saat ini pelaku berikut barang-bukti dua unit mobil, Sabu seberat 1,06 kilogram telah diamankan di Mapolres Lamteng guna pengembangan lebih lanjut.

"Para pelaku diancam dengan UU RI No. 35 2009 tentang Narkotika, Pasal 114 dan 112 ayat 2. diancam dengan hukuman mati,"tegasnya.

Dikatakan Kapolres, sebelumnya, Sat Res Narkoba Polres Lamteng juga berhasil mengungkap kasus penyalahagunaan Narkoba dengan mengamankan dua pemuda yang kedapatan memiliki Narkoba jenis daun Ganja,pada Rabu lalu (25/1) .

Ditangkapnya kedua pemuda tersebut, bermula petugas terlebih dahulu menangkap IR (21) warga Bangun Rejo, Lampung Tengah dan Polisi menemukan 2 bungkus daun ganja ada pada IR.

Dari nyanyian IR, berkembang ke LH warga Pekalongan Lampung Timur yang diduga sebagai bandar daun haram memabukan asal Aceh tersebut.

“Dari pelaku LH, petugas berhasil menyita 4 bungkus Ganja, dan 10 bungkus plastik kosong dirumahnya,” terangnya.

Lebih lanjut, Kasat Res Narkoba AKP Yofi menjelaskan bahwa ditangkapnya LH  yang diduga pengedar dan IR yang diduga sebagai pemakai Narkotika jenis Ganja ini, berawal dari informasi masyarakat yang resah, terkait adanya peredaran Narkoba diwilayah Bangun Rejo,Lampung Tengah.

“Berbekal laporan dari masyarakat, kami langsung tindaklanjuti, dengan melakukan penyelidikan ke TKP,” terangnya.

Setelah dilakukan penyelidikan,kata AKP Yofi kemudian anggota Sat Res Narkoba Polres Lampung Tengah melakukan penggerebekan dirumah IR di Kampung, Tanjungjaya, Bangun Rejo,Lampung Tengah dan petugas menemukan barang bukti berupa 2 buah plastik berisi daun dan batang yang diduga Narkotika jenis Ganja.

“Barang bukti tersebut, kami temukan saat melakukan penggeledahan dirumah IR,” ujarnya.

Setelah melakukan pengembangan terhadap IR, sambung AKP Yofi selanjutnya petugas meringkus LH warga Pekalongan,Lampung Timur yang diduga sebagai pengedar dirumahnya.

“Dari pelaku LH, petugas berhasil menemukan barang bukti berupa 4 buah plastik berisi daun dan batang yang diduga Narkotika jenis Ganja serta 10 bungkus plastik kosong ukuran sedang saat dilakukan penggeledahan dirumahnya,"imbuhnya.

"Para pelaku tersebut dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 111 ayat (1)  UU RI No 35 tahun 2009 Tentang Narkotika, ancaman hukuman selama 5 sampai 12 Tahun penjara,”demikian pungkasnya. (Bornok)


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS