bendera

Kamis, 04 Juni 2026    10:05 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

HUKUM DAN KRIMINAL
 


Usai di BAP Seorang IRT di Tahan Tanpa Surat Resmi, Polsek Bantar Gebang Diduga Cacat Prosedur


Tb/01,    29 Oktober 2025,    23:54 WIB

Usai di BAP Seorang IRT di Tahan Tanpa Surat Resmi, Polsek Bantar Gebang Diduga Cacat Prosedur
Foto dok : Polsek Bantar Gebang

BEKASI -mediaindonesianews.com - Diduga menyalahi prosedur seorang Ibu dengan inisial AN menjadi korban penahanan di Polsek Bantar Gebang. Pihak keluarga menilai penahanan terhadap AN diduga tidak sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.


Pasalnya terduga pelaku AN ditahan usai dilakukan BAP di Kantor Polsek Bantar Gebang, wilayah hukum Polres Metro Bekasi Kota, pada Selasa (28/10) kemarin tanpa pemberitahuan Surat Penahanan.

Menurut pengakuan dari salah satu pihak keluarga terduga pelaku, AL, sejak ditahan nya AN, Polisi baru mengeluarkan Surat Perintah Penahanan keesokan harinya.

"Keluarga saya sudah ditahan di Polsek Bantar Gebang sejak kemarin hari Selasa (28/10) sore setelah di lakukan BAP. Namun baru dikeluarkan surat penahanan nya tadi sore," kata AL saat ditemui di rumahnya, Rabu (29/10).


"Saya menduga ada pelanggaran prosedur dalam penahanan Keluarga saya," tambahnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, yang lebih memilukan lagi, pada saat dilakukan penahanan, anaknya yang berusia sekitar 7 tahun memilih untuk tidur bersama Ibunya dikantor Polisi

"Jadi waktu dilakukan BAP sepupu saya datang ke Kantor Polisi bersama anak perempuannya dan juga suaminya. Tapi setelah itu Polisi bilang Kalau AN tidak boleh pulang (ditahan), jadi anaknya memilih tidur bersama Ibunya di Kantor Polisi," ungkapnya.

Padahal, kata dia, keduanya sudah saling dirugikan dan sudah saling lapor ke Kantor Polisi karena sama-sama mengalami luka memar. Malah kalau dilihat lebih parah luka sepupu saya dari pada dia (AS).

"Tapi kenapa hanya sepupu saya saja yang ditahan, sedangkan lawannya (AS) tidak ditahan, padahal sudah buat laporan juga di Polres Metro Bekasi," imbuh AL.

"Apalagi saya baru mendengar kabar tadi sore sepupu saya dikirim ke Polres Metro Bekasi Kota, kan aneh, ada apa ini sebenarnya," ujarnya.

"Saya berharap Aparat Penegak Hukum bisa ambil sikap tegas dan berimbang dalam menangani kasus ini. Jangan sampai ada yang masuk angin," pungkasnya.

Saat dilakukan konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Kapolsek Bantar Gebang, Kompol Sukadi, tidak memberikan komentar apapun atau bungkam.

Menanggapi hal tersebut, Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi mengatakan, dirinya sangat menyayangkan adanya penangkapan yang turut melibatkan anak dibawah umur.

"Kalau memang tidak ada alasan kuat untuk menahan sebaiknya tidak usah dilakukan terburu-buru. Apalagi jika anak sampai ikut terlibat dalam situasi ini," ujarnya saat dihubungi wartawan.

Pria yang akrab disapa Kak Seto menegaskan, LPAI akan menindaklanjuti kasus ini melalui cabang lembaga yang berada di wilayah Bekasi untuk memastikan perlindungan terhadap anak yang ikut terdampak.

"Nanti saya coba hubungi LPAI Cabang Bekasi untuk memastikan perlindungan terhadap anak yang ikut terdampak," pungkasnya.

Diketahui kasus tersebut bermula di sebuah komplek perumahan Allena Residence, Pedurenan, Mustika Jaya, Kota Bekasi, beberapa waktu lalu.

Terlapor AN dan Pelapor AS tinggal didalam komplek yang sama atau bertetangga. Pada saat itu AN yang hendak ingin pulang kerumahnya kesal lantaran diduga mendengar ejekan dari AS.

Merasa tak terima di ejek, AN turun dari sepeda motornya dan menghampiri AS. Seketika kedua Ibu Rumah Tangga itu terlibat perkelahian.

Aksi keributan itu pun terekam kamera cctv komplek perumahan tersebut. Dalam video yang berdurasi 2 menit 48 detik itu terlihat keduanya saling gulat tanpa ada warga yang melihat.

Namun beberapa saat kemudian satu persatu warga komplek datang dan melerai keduanya dari perkelahian.

Dari beberapa warga yang datang, rekaman cctv pun memperlihatkan salah satu anak berkaos putih menggenggam alat yang diduga sebatang kayu.

Anak tersebut datang secara tiba-tiba dengan terlihat marah dan kesal dan ingin memukul AN. Beruntung aksi anak tersebut dapat dihalangi oleh warga yang berada ditempat kejadian.

Atas kejadian tersebut keduanya mengalami luka memar pada bagian wajah. Dan keduanya pun saling lapor ke Kantor Polisi. AS melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bantar Gebang, sedangkan AN melaporkan ke Polres Bekasi Kota.


banner
NASIONAL
img
Rabu, 03 Juni 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto diwakili oleh Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun menyambut kedatangan Satgas TNI Kontingen Garuda (Konga) United Nations Interim
img
Rabu, 03 Juni 2026
Singapura - Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard T.H. Tampubolon, S.H., M.M. memimpin Delegasi Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada penyelenggaraan Sidang ke-22 TNI-Singapore Armed Forces Annual Staff Meeting
img
Rabu, 03 Juni 2026
Tangerang-Mediaindonesianews.com: Kehadiran layanan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Tangerang dinilai mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi dan layanan pertanahan secara terintegrasi
img
Rabu, 03 Juni 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mendampingi Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan resmi Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Negara Urusan Pertahanan Negara Qatar,
img
Selasa, 02 Juni 2026
Jakarta - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-60, Ikatan Kesejahteraan Keluarga TNI (IKKT) Pragati Wira Anggini (PWA) berhasil memecahkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui kegiatan Vaksinasi Campak
img
Senin, 01 Juni 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Wakil Panglima TNI beserta para Kepala Staf Angkatan menghadiri upacara pemakaman militer Menteri Pertahanan Republik Indonesia periode 2014 s.d. 2019, Almarhum

MEDIA INDONESIA NEWS