bendera

Senin, 05 Oktober 2026    00:51 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

HUKUM DAN KRIMINAL
 


Bayi Prematur Meninggal, Sistem Rujukan dan Keterbatasan NICU di Bali Disorot


JroBudi,    12 Agustus 2026,    02:07 WIB

Bayi Prematur Meninggal, Sistem Rujukan dan Keterbatasan NICU di Bali Disorot
istimewa

Denpasar-Mediaindonesianews.com: Meninggalnya seorang bayi prematur setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Bali Mandara menjadi sorotan terhadap kesiapan layanan kegawatdaruratan neonatal di Bali. Keluarga menyebut proses rujukan terkendala keterbatasan kapasitas ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) di rumah sakit rujukan serta kebutuhan dokter spesialis tertentu.


Bayi dengan berat sekitar 900 gram tersebut lahir prematur melalui operasi sesar setelah ibunya, Winda, mengalami pendarahan hebat di kawasan Jimbaran. Karena fasilitas kesehatan awal disebut tidak memiliki NICU, pasien kemudian dirujuk ke RSUD Bali Mandara.

Setelah lahir, bayi langsung menjalani perawatan intensif di ruang NICU. Menurut keterangan keluarga, kondisi bayi sempat menunjukkan perkembangan, termasuk kenaikan berat badan. Namun, kondisi kemudian memburuk dan ditandai dengan pembengkakan pada bagian perut.

Keluarga kemudian meminta agar bayi mendapatkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit rujukan yang memiliki fasilitas dan dokter spesialis yang dibutuhkan.


“Di Jimbaran tidak ditangani karena tidak ada NICU, lalu dirujuk ke Bali Mandara. Setelah operasi sesar, bayi dimasukkan ke NICU. Sempat ada kenaikan berat badan, tetapi beberapa hari lalu perutnya membesar. Kemudian mau dirujuk ke RS Sanglah, tetapi rumah sakitnya penuh padahal kondisi adik sangat kritis,” ungkap Winda.

Menurut keluarga, proses rujukan menghadapi kendala karena kapasitas NICU rumah sakit rujukan utama disebut sedang penuh. Pihak keluarga menyebut RSUD Bali Mandara telah berkomunikasi dengan rumah sakit rujukan secara berkala untuk mencari tempat perawatan lanjutan.

“Pihak RS Bali Mandara sudah menghubungi RS Sanglah setiap 15–20 menit, tetapi tetap tidak bisa menerima karena penuh,” kata Winda.

Keluarga juga menyebut keterbatasan dokter spesialis menjadi salah satu persoalan dalam penanganan bayi tersebut. Menurut mereka, RSUD Bali Mandara belum memiliki dokter spesialis bedah anak dan dokter spesialis jantung anak untuk menangani komplikasi yang dialami bayi.

“Penanganan hanya pengobatan dan ventilator saja karena tidak bisa dilakukan tindakan lain selain menunggu dokter bedah dari RS Sanglah dan ketersediaan ruang NICU-nya,” ujar Winda.

Upaya mencari rumah sakit alternatif juga disebut belum membuahkan hasil. Sejumlah fasilitas kesehatan yang dihubungi keluarga disebut tidak dapat menerima pasien karena kondisi bayi membutuhkan penanganan khusus dan intensif.

Keluarga juga menyoroti pergantian dokter jaga selama masa kritis. Menurut Winda, dokter utama yang menangani bayi tersebut adalah Dokter Dayu, sedangkan dokter jaga berganti setiap hari.

Bayi tersebut akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif. Keluarga kemudian mempertanyakan apakah sistem layanan dan rujukan yang tersedia telah mampu memberikan respons optimal terhadap kondisi kegawatdaruratan bayi prematur dengan komplikasi berat.

Namun, penyebab pasti kematian maupun ada atau tidaknya kelalaian dalam penanganan medis belum dapat disimpulkan berdasarkan keterangan keluarga semata.

Humas RSUD Bali Mandara membenarkan bahwa manajemen rumah sakit tengah melakukan investigasi internal terkait peristiwa tersebut.

Investigasi dilakukan untuk menelusuri tim dokter yang menangani pasien, menyusun kronologi medis secara lengkap, serta memastikan penyebab kematian bayi. Pihak rumah sakit menyatakan akan menyampaikan pernyataan resmi setelah proses verifikasi dan investigasi internal selesai.

Kasus tersebut kini menjadi perhatian terhadap kesiapan sistem pelayanan kegawatdaruratan neonatal di Bali, terutama menyangkut kapasitas NICU, ketersediaan dokter spesialis, fasilitas operasi untuk pasien neonatal, serta efektivitas sistem rujukan antar rumah sakit.

Kondisi bayi prematur dengan berat badan sangat rendah membutuhkan penanganan yang cepat dan terintegrasi. Karena itu, kasus ini tidak hanya menjadi persoalan bagi satu fasilitas kesehatan, tetapi juga menjadi momentum evaluasi terhadap jejaring layanan neonatal dan mekanisme rujukan di Bali.

Hasil investigasi internal RSUD Bali Mandara nantinya diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai rangkaian penanganan medis, keputusan rujukan, ketersediaan fasilitas, serta faktor medis yang menyebabkan kondisi bayi memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.(JB)


banner
NASIONAL
img
Minggu, 04 Oktober 2026
Jakarta - Kasum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon, S.H., M.M., membuka Kejuaraan Tinju Amatir Rakyard Rumble Piala Panglima TNI Tahun 2026 dalam rangka HUT ke-81 TNI di Bengkel Space SCBD,...
img
Minggu, 04 Oktober 2026
Jakarta - Kejuaraan tinju amatir Rakyard Rumble Piala Panglima TNI 2026 tidak sekadar menjadi ajang adu kemampuan di atas ring, tetapi juga membawa pesan penting tentang keseimbangan antara prestasi olahraga...
img
Minggu, 04 Oktober 2026
Kalimantan Utara - Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita bersama Menteri Pertahanan RI Sjafrie meninjau Yonif TP 921/Alang Impang, Kabupaten Malinau, dan Yonif TP 922/Upun Taka, Kabupaten Tana...
img
Sabtu, 03 Oktober 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meninjau gladi bersih Upacara Peringatan HUT ke-81 TNI Tahun 2026 di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (3/10/2026). Peninjauan dilakukan...
img
Sabtu, 03 Oktober 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri acara pisah sambut Kapolri dari Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto di Mabes Polri, Jakarta Selatan,...
img
Sabtu, 03 Oktober 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri pelantikan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) dan Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil...

MEDIA INDONESIA NEWS