bendera

Kamis, 03 September 2026    05:12 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

KABAR DAERAH
 


Hari Ketiga Pencarian Pesawat ATR 42-500, Lanud Sultan Hasanuddin Kembali Kerahkan Helikopter Caracal


Badarudin,    19 Januari 2026,    17:07 WIB

Hari Ketiga Pencarian Pesawat ATR 42-500, Lanud Sultan Hasanuddin Kembali Kerahkan Helikopter Caracal
Hari Ketiga Pencarian Pesawat ATR 42-500, Lanud Sultan Hasanuddin Kembali Kerahkan Helikopter Caracal

Makassar - Memasuki hari ketiga pencarian pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. TNI Angkatan Udara melalui Lanud Sultan Hasanuddin kembali mengerahkan helikopter H-225M Caracal untuk melanjutkan operasi pencarian dan evakuasi, Senin (19/1/2026).


 

Sebelumnya, TNI Angkatan Udara telah mengerahkan pesawat Boeing 737 Intai Strategis dari Skadron Udara 5 untuk melaksanakan misi air surveillance di kawasan jatuhnya pesawat. Kegiatan pengintaian udara tersebut bertujuan memperkuat pemetaan area, memantau kondisi medan, serta mendukung penentuan titik-titik prioritas pencarian di wilayah pegunungan yang memiliki tingkat kesulitan tinggi.

 


Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto, M.Han., memimpin langsung briefing penerbangan sebelum pelaksanaan misi. Dalam arahannya, Danlanud menekankan pentingnya keselamatan terbang dan keselamatan personel di lapangan sebagai prioritas utama dalam setiap tahapan operasi SAR.

 

“Keselamatan personel dan awak pesawat adalah yang utama. Laksanakan tugas sesuai prosedur, jaga komunikasi, serta perhatikan kondisi cuaca dan medan. Keberhasilan misi harus sejalan dengan penerapan safety yang ketat,” tegas Marsma Arifaini.

 

Usai briefing, Danlanud Sultan Hasanuddin melaksanakan pengecekan kesiapan pesawat dan crew helikopter H-225M Caracal juga kesiapan personel tim SAR dari Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) dan Basarnas berikut peralatan pendukung misi SAR yang disiapkan untuk diterjunkan ke lokasi pencarian.

 

Helikopter H-225M Caracal dioptimalkan untuk melaksanakan pengamatan udara, mobilisasi personel dan logistik, serta mendukung proses evakuasi. Namun demikian, upaya penerjunan tim SAR ke titik jatuhnya pesawat masih sangat bergantung pada perkembangan kondisi cuaca di sekitar Pegunungan Bulusaraung yang berubah cepat dan mempengaruhi visibilitas serta keselamatan penerbangan.

 

TNI Angkatan Udara menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan maksimal dalam operasi pencarian dan evakuasi hingga seluruh tahapan penanganan dapat diselesaikan, melalui sinergi terpadu bersama Basarnas dan unsur terkait lainnya. (Pen Lanud Sultan Hasanuddin)


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS