bendera

Kamis, 03 September 2026    04:22 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

KABAR DAERAH
 


Kodaeral X Dukung Operasi Keselamatan Cartenz 2026, Personel Pom Gelar Apel Pasukan di Mapolda Papua


Badarudin,    03 Februari 2026,    14:14 WIB

Kodaeral X Dukung Operasi Keselamatan Cartenz 2026, Personel Pom Gelar Apel Pasukan di Mapolda Papua
Kodaeral X Dukung Operasi Keselamatan Cartenz 2026, Personel Pom Gelar Apel Pasukan di Mapolda Papua

Jayapura - Komandan Kodaeral X Mayjen TNI (Mar) Werijon, M.Han., CIQnR., CIQaR. diwakili Sahli E Teklog Pok Sahli Kodaeral X Letkol Mar Muhammad Isarisnawan S.H., M.Tr.Opsla., menghadiri apel pasukan dalam rangka Operasi Keselamatan Cartenz 2026 yang digelar di Mako Polda Papua, Senin (2/2/2026). Apel ini menjadi wujud sinergi TNI–Polri dalam mendukung terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Papua.


 

Apel pasukan tersebut dilaksanakan secara serentak di 38 provinsi di seluruh Indonesia, menandai dimulainya Operasi Keselamatan yang berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Operasi Cartenz 2026 ini melibatkan 347 personel gabungan dari berbagai unsur terkait.

 


Apel dipimpin oleh Karo Ops Polda Papua, Kombes Pol Selamat Topan, serta dihadiri oleh pejabat utama Polda Papua, perwakilan instansi terkait, dan seluruh peserta apel. Dalam pelaksanaannya, apel mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman dan Selamat menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.”

 

Dalam amanatnya, Karo Ops Polda Papua menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Cartenz 2026 bertujuan untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar, sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di wilayah Papua.

 

“Bentuk kegiatan meliputi sosialisasi tertib lalu lintas melalui spanduk, stiker, media cetak dan elektronik, patroli di titik rawan, serta penindakan pelanggaran baik secara statis maupun mobile,” ujarnya.

 

Operasi Keselamatan 2026 akan menyasar sejumlah lokasi rawan terjadinya pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, antara lain jalan raya, pelabuhan, terminal, pasar, objek wisata, hingga lingkungan sekolah.

 

Keterlibatan personel Pom Kodaeral X dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen TNI dalam membantu mendukung tugas kepolisian, khususnya dalam menjaga ketertiban berlalu lintas dan meningkatkan disiplin masyarakat di jalan raya.

 

Melalui pelaksanaan Operasi Keselamatan Cartenz 2026, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas semakin meningkat, sehingga angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas di wilayah Papua dapat terus ditekan menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. (Dispen Kodaeral X) 


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS