bendera

Minggu, 18 Oktober 2026    18:17 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

KABAR DAERAH
 


Akademisi UIN Ar-Raniry Soroti Polemik MAA, Tekankan Objektivitas dan Kepastian Administratif


Fathan,    02 Mei 2026,    22:58 WIB

Akademisi UIN Ar-Raniry Soroti Polemik MAA, Tekankan Objektivitas dan Kepastian Administratif
istimewa

Banda Aceh-Mediaindonesianews.com: Polemik pasca pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Majelis Adat Aceh (MAA) 2026 terus menjadi perhatian publik. Menanggapi dinamika tersebut, Dosen Hukum UIN Ar-Raniry, Badri Hasan Sulaiman, menilai perdebatan terkait legalitas kepemimpinan di lembaga adat merupakan hal wajar dalam sistem demokrasi dan dinamika organisasi.


Menurutnya, perbedaan pandangan harus disikapi secara objektif, berbasis data empiris, serta tetap menjunjung tinggi nilai kearifan lokal Aceh tanpa terjebak pada kepentingan sektoral.

“Perdebatan seperti ini adalah bagian dari mekanisme kontrol dalam demokrasi. Namun marwah adat Aceh harus ditempatkan di atas kepentingan parsial. Isu mengenai status profesor atau ASN dalam struktur MAA bukan sekadar sentimen pribadi, tetapi menyangkut kepastian fungsi dan administrasi,” ujarnya, Jumat (1/5).

Badri menegaskan, kepastian administratif menjadi penting agar program kerja MAA tidak terganggu oleh potensi gugatan hukum di kemudian hari. Ia juga mengapresiasi langkah klarifikasi yang telah disampaikan Badan Kepegawaian Negara Regional XIII pada 28 April 2026.


Menurutnya, pernyataan BKN tersebut memberikan landasan hukum yang kuat, terutama terkait kesesuaian proses pemilihan dengan norma manajemen aparatur sipil negara serta ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006.

“Ketika BKN telah menyatakan proses tersebut selaras dengan UUPA dan aturan manajemen ASN, maka polemik rangkap jabatan seharusnya dapat diredam. Kita perlu menghormati otoritas lembaga yang berwenang,” tambahnya.

Dalam upaya mendorong stabilitas kelembagaan, Badri menawarkan sejumlah langkah strategis. Di antaranya, rekonsiliasi antar pemangku adat melalui dialog persuasif guna memperkuat legitimasi hasil Mubes, peningkatan transparansi administratif, serta keterbukaan informasi hasil koordinasi antara MAA, BKN, dan Pemerintah Aceh.

Selain itu, ia juga mendorong agar kepengurusan MAA ke depan mulai fokus pada agenda strategis, seperti digitalisasi khazanah adat sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan zaman.

“MAA adalah pilar penting dalam menjaga identitas dan kebudayaan Aceh secara otonom dan independen. Seluruh pihak perlu menahan diri dan mengedepankan kepentingan bersama. Energi kolektif seharusnya diarahkan untuk memperkuat peran adat di tengah modernisasi, bukan terjebak polemik berkepanjangan,” pungkasnya. (FF)


banner
NASIONAL
img
Minggu, 18 Oktober 2026
Maybrat - Setelah hampir tujuh bulan berada dalam penguasaan kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya pimpinan Manfred Fatem, dua senjata organik Yonif 9 Marinir jenis Caracal dan K3 Daewoo akhirnya...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - Prajurit Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 5/ABW Kodam V/Brawijaya bersama prajurit Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) melaksanakan latihan penanganan bahan peledak (Explosive Ordnance Disposal/EOD) dalam rangka Latihan Gabungan...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - Prajurit Artileri Medan (Armed) TNI bersama prajurit Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) menggelar Armed Subject Matter Expert Exchange (SMEE) dalam rangka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - TNI bersama Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) menggelar latihan Non-combatant Evacuation Operation (NEO) dengan metode Tabletop Exercise (TTX). Latihan dalam rangka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wakil Panglima TNI dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) bertempat di Ruang Hening Gedung Soedirman...
img
Jumat, 16 Oktober 2026
Maybrat – Tim gabungan Koops TNI Habema berhasil menemukan dan mengamankan kembali satu pucuk senjata api laras panjang jenis Caracal beserta 17 butir amunisi kaliber 5,56 mm di wilayah Kabupaten...

MEDIA INDONESIA NEWS