bendera

Minggu, 18 Oktober 2026    15:15 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

KABAR DAERAH
 


Lindungi Ekosistem Harangan Tapanuli, Pemkab Taput Gandeng Dua Yayasan Konservasi


LS,    09 Juni 2026,    14:08 WIB

Lindungi Ekosistem Harangan Tapanuli, Pemkab Taput Gandeng Dua Yayasan Konservasi
Istimewa

Taput-Mediaindonesianews.com: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara (Taput) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Yayasan Tangguh Hutan Khatulistiwa (Tahukah) dan Yayasan Orangutan Sumatera Lestari–Orangutan Information Centre (YOSL-OIC) guna memperkuat perlindungan ekosistem Harangan Tapanuli dan konservasi Orangutan Tapanuli.


Lindungi Ekosistem Harangan Tapanuli, Pemkab Taput Gandeng Dua Yayasan Konservasi

Kesepakatan bersama tersebut ditandai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) yang berlangsung di Aula Mini Kantor Bupati Taput, Senin (08/06).

Penandatanganan kerja sama dihadiri langsung oleh Bupati Taput Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., Sekretaris Daerah Henry M.M. Sitompul, M.Si., Direktur Eksekutif Yayasan Tahukah Erwin Alamsyah Siregar, serta Direktur Eksekutif YOSL-OIC Syafrizaldi.

Turut hadir jajaran organisasi perangkat daerah teknis, di antaranya Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup, Bappedalitbang, Bagian Hukum, Bagian Pemerintahan, Bagian Pembangunan, serta para camat dari wilayah yang menjadi lokasi program konservasi.


Dalam kerja sama tersebut, terdapat dua ruang lingkup utama yang disepakati. Pertama, penguatan daya dukung berbasis kehutanan dan lingkungan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan kesejahteraan masyarakat bersama Yayasan Tahukah. Kedua, perlindungan Orangutan Tapanuli dan habitatnya secara berkelanjutan melalui dukungan program konservasi bersama YOSL-OIC.

Wakil Bupati Taput, Deni Parlindungan Lumbantoruan, menegaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan pembangunan berkelanjutan yang tetap memperhatikan aspek lingkungan hidup.

“Tujuan utama kita adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sementara konservasi dan kelestarian lingkungan menjadi batasan yang harus dipatuhi agar pembangunan tidak merusak ekosistem dan memicu bencana seperti banjir maupun kekeringan,” ujar Deni dalam arahannya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi non-pemerintah (NGO) dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan konservasi lingkungan.

Menurutnya, paradigma lama yang memandang NGO sebagai pihak yang berseberangan dengan pemerintah harus dihilangkan. Sebaliknya, kolaborasi diharapkan mampu melahirkan inovasi baru, termasuk pengembangan kawasan Masyarakat Hukum Adat (MHA) menjadi pusat penelitian dan destinasi wisata konservasi yang terintegrasi dengan akses Bandara Internasional Silangit.

Selain itu, Pemkab Taput juga mendorong penguatan edukasi tentang satwa endemik Orangutan Tapanuli sejak usia dini melalui media pembelajaran interaktif, buku edukasi, hingga suvenir bertema konservasi.

Sebagai simbol komitmen pelestarian lingkungan, pemerintah daerah bahkan merencanakan pembangunan ikon atau patung replika Orangutan Tapanuli di kawasan strategis sebagai identitas ekosistem Harangan Tapanuli.

Adapun wilayah kerja program konservasi tersebut mencakup beberapa kecamatan dan desa, di antaranya Kecamatan Simangumban meliputi Desa Lobu Sihim, Desa Dolok Saut, dan Desa Dolok Sanggul; Kecamatan Pahae Julu di Desa Pantis; Kecamatan Sipoholon di Desa Rura Julu Toruan dan Desa Rura Julu Dolok; serta Kecamatan Parmonangan di Desa Pertengahan dan Desa Hutajulu Parbalik.

Melalui kerja sama ini, Pemkab Taput berharap upaya perlindungan lingkungan dan konservasi satwa endemik dapat berjalan beriringan dengan pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(LS)


banner
NASIONAL
img
Minggu, 18 Oktober 2026
Maybrat - Setelah hampir tujuh bulan berada dalam penguasaan kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya pimpinan Manfred Fatem, dua senjata organik Yonif 9 Marinir jenis Caracal dan K3 Daewoo akhirnya...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - Prajurit Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 5/ABW Kodam V/Brawijaya bersama prajurit Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) melaksanakan latihan penanganan bahan peledak (Explosive Ordnance Disposal/EOD) dalam rangka Latihan Gabungan...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - Prajurit Artileri Medan (Armed) TNI bersama prajurit Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) menggelar Armed Subject Matter Expert Exchange (SMEE) dalam rangka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - TNI bersama Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) menggelar latihan Non-combatant Evacuation Operation (NEO) dengan metode Tabletop Exercise (TTX). Latihan dalam rangka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wakil Panglima TNI dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) bertempat di Ruang Hening Gedung Soedirman...
img
Jumat, 16 Oktober 2026
Maybrat – Tim gabungan Koops TNI Habema berhasil menemukan dan mengamankan kembali satu pucuk senjata api laras panjang jenis Caracal beserta 17 butir amunisi kaliber 5,56 mm di wilayah Kabupaten...

MEDIA INDONESIA NEWS