bendera

Minggu, 26 April 2026    19:54 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

NASIONAL
 


Para Pekerja Sosial Kumpul, APSOBKI Resmi Dideklarasikan


Krisno,    25 Mei 2023,    10:25 WIB

Para Pekerja Sosial Kumpul, APSOBKI Resmi Dideklarasikan
Para Pekerja Sosial Kumpul, APSOBKI Resmi Dideklarasikan

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Asosiasi Pekerja Sosial Bencana dan Kemanusiaan Indonesia (APSOBKI) resmi dideklarasikan, hal ini terdorong oleh keprihatinan atas semakin sering terjadinya bencana serta dampak kemanusiaannya yang mendalam dan berkepanjangan. Sementara itu Profesi Pekerjaan Sosial punya kompetensi yang sesuai dan berpotensi menjadi solusi. 


Pekerjaan Sosial sendiri sudah ditetapkan sebagai profesi setara dengan kedokteran dan keinsinyuran oleh UU no 14/2019 tentang Pekerja Sosial.

“Untuk menjadi pekerja sosial, seseorang haruslah sarjana terapan pekerjaan sosial atau kesejahteraan sosial, menamatkan pendidikan profesi, dan lulus ujian kompetensi serta harus menjadi anggota organisasi profesi” ujar Puji Pujiono, Ketua Umum Independen Pekerja Sosial Profesional Indonesia sebagai organisasi inang APSOBKI di Gedung Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) Jakarta Pusat, Rabu (24/5)

Lebih lanjut Puji menjelaskan bahwa berdirinya APSOBKI ini menunjukkan betapa pekerja sosial merespon perkembangan yang terus berubah dengan berbagai setting praktik, termasuk aspek psikososial pada semua tahapan penanggulangan bencana dan respon kemanusiaan.


“APSOBKI dideklarasikan untuk menjadi wahana peningkatan dan pengembangan praktik profesional pekerjaan sosial di bidang penanggulangan bencana dan respon kemanusiaan.” Jelasnya.

Dena S. Alief, salah seorang pekerja sosial deklarator APSOBKI mengatakan bahwa pekerjaan Sosial mempunyai mandat dan amanat menolong orang-orang yang mengalami masalah dan disfungsi sosial, termasuk karena bencana atau krisis kemanusiaan. Sebagaimana sila kedua Pancasila, setiap orang, tanpa peduli etnisitas, agama, politik, mempunyai hak menerima bantuan dan perlindungan dan dijaga serta dijunjung tinggi martabatnya.

“Memenuhi hak dan menjaga martabat ini sangat penting terutama bagi mereka yang menjadi atau sudah rentan karena bencana atau krisis kemanusiaan” katanya. 

Sedangkan Rissalwan Habdy Lubis, peneliti kebencanaan dan salah seorang inisiator Disaster Response & Research Center (DRRC) Universitas Indonesia menjelaskan bahwa praktik Pekerjaan Sosial yang meliputi pencegahan disfungsi sosial dan melakukan perlindungan, rehabilitasi, pemberdayaan, serta pengembangan sosial-spiritual menjadi jawaban atas berbagai tantangan para penyintas bencana dan kemanusiaan.

“Peristiwa gempa di Cianjur akhir tahun lalu menjadi pengingat betapa kondisi Indonesia begitu rawan bencana besar yang beruntun dan berulang-ulang. Ketika terjadi, menimbulkan kematian, kerusakan, dan kerugian yang mengganggu fungsi sosial dan kehidupan masyarakat pada umumnya” jelasnya.

Marlina Adisty, seorang pekerja sosial yang juga Widya Iswara pada Pusat Pendidikan dan Latihan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdiklat - BNPB) mengatakan dengan adanya APSOBKI ini, kepakaran para pekerja sosial akan terus ditingkatkan dan diujicobakan sampai saatnya dimobilisasi ke lapangan.

“Pekerja Sosial bencana dan kemanusiaan mempunyai komitmen untuk terus berkembang sepanjang hayat melalui pendidikan, pelatihan, dan praksis yang berbasis bukti” kata

Sementara itu Dika Yudhistira, seorang pekerja sosial di Kementerian Sosial menekankan bahwa asosiasi ini nantinya mendukung kualitas layanan kepada penyintas bencana dengan meningkatkan mutu intervensi dan juga akuntabilitas yang dilakukan oleh seorang pekerja sosial pada bidang penanggulangan bencana dan respon kemanusiaan.

Sedangkang Dzikri Insan, seorang pekerja sosial di lembaga kemanusiaan non pemerintah mendukung komunitas ini dengan menyediakan pekerjaan sosial sebagai kepakaran yang khas

“Asosiasi Pekerja Sosial Bencana dan Kemanusiaan justru menopang dan mendukung komunitas dengan menyediakan pekerjaan sosial sebagai kepakaran yang khas” jelasnya.***


banner
NASIONAL
img
Minggu, 26 April 2026
Semarang, mediaindonesianews.com - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mendampingi Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dalam peninjauan Latihan Operasi Laut Gabungan (Latopslagab) dan Penembakan Senjata Khusus TNI Tahun
img
Sabtu, 25 April 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Laut
img
Jumat, 24 April 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65, Bank Jakarta menggelar aksi donor darah kolaboratif bersama PWI Jaya, PMI Provinsi DKI Jakarta, dan Forum CSR DKI Jakarta
img
Kamis, 23 April 2026
Samarinda - Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo Indonesia kategori Cadet dan Junior Tahun 2026. Ajang bergengsi ini, diikuti oleh atlet-atlet muda terbaik dari berbagai provinsi
img
Kamis, 23 April 2026
Kaltim – Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (Ketum PBTI) yang juga menjabat sebagai Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia (Kasum TNI) Letjen TNI Richard Tampubolon, S.H.,M.M. melantik dan mengukuhkan
img
Kamis, 23 April 2026
Bangkinang-Mediaindonesianews.com: Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Nusron Wahid, menegaskan pentingnya kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan masyarakat kepada jajaran di daerah, khususnya di Provinsi Riau.

MEDIA INDONESIA NEWS