bendera

Kamis, 03 September 2026    00:31 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

NASIONAL
 


Kepala BNPT Bekali Pengetahuan Penanggulangan Terorisme Pada Gelar Kursus Singkat Ketahanan Nasional Fraksi PKS


dee maz,    22 Februari 2020,    16:11 WIB

Kepala BNPT Bekali Pengetahuan Penanggulangan Terorisme Pada Gelar Kursus Singkat Ketahanan Nasional Fraksi PKS

Jakarta – MINews : Pemahaman komperehensif terkait radikalisme sebagai salah satu ancaman pertahanan nasional perlu dimiliki utamanya oleh pemangku kepentingan negara. Karenanya, Kepala BNPT kali ini memberikan paparan dalam Kursus Singkat Ketahanan Nasional Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anggota DPR RI dan DPRD Provinsi/Kab – Kota.


Bertempat di Ruang Puri Ratna, Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Kepala BNPT memberikan paparan dalam Kursus Singkat Ketahanan Nasional 2020 pada Sabtu (22/02). Dalam kesempatan kali ini Kepala BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H. menyampaikan strategi moderasi bangsa dalam menghadapi ancaman terorisme.

Dalam kesempatan ini Kepala BNPT menyampaikan materi dengan tema ‘Mengokohkan Ketahanan Nasional Menjawab Tantangan Global Tahun 2020’. Dimoderatori Habib Aboe Bakar Alhabsyi, S.E., Kepala BNPT menggambarkan cerminan ketahanan nasional terhadap rupa-rupa arus informasi global. Dalam kondisi tanpa saringan, ketahanan nasional dapat melemah terlebih dengan masifnya arus informasi radikalisme di dunia maya.

“Tantangan kita semakin berat, arus informasi dan perangkat yang semakin canggih ini sangat mungkin jadi boomerang. Efek sampingnya kita bisa jadi melupakan jati diri bangsa, bangsa yang tidak kuat lagi identitasnya. Daya tahan kita dan generasi muda ini dapat melemah kalau kita tidak berpegang pada konsensus dasar yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, dan NKRI,” ujar Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H.


Menyambung penjelasan sebelumnya, radikalisme agar tidak dianggap remeh. Eksistensi radikalisme yang ditunjukkan dengan perkembangan pola radikalisme memerlukan pengawasan dan ketahanan lebih dari tiap masyarakat. Pola yang dimaksud merujuk pada pola jejaring, di mana pola jejaring ‘milenial’ terorisme tersebut menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

“Pola bergeser, sekarang melalui website, media sosial, dan sosial messenger, indoktrinasi hingga pembai’atan online, itu tantangan kita. Dari sini kita harus menanganinya dengan konsep karakter bangsa dari usia dini, kita bangun karakter kebangsaan dari muda. Tidak melulu dengan kekerasan,” ungkap mantan Kabareskrim Polri.

Dalam paparannya, Kepala BNPT juga menyampaikan pencapaian dan pendekatan khas BNPT yang kini kian dipelajari negara lain. Pendekatan kemanusiaan yang tercermin dalam berbagai program seperti Silaturahmi Kebangsaan antara pelaku dan penyintas terorisme serta upaya Sinergisitas 38 K/L menerima apresiasi oleh 600 peserta.

Selain itu, Kepala BNPT juga menekankan apa yang dapat mendefinisikan radikalisme negatif. Ia menyampaikan bahwa radikalisme bersifat positif dibutuhkan dalam pembangunan dan sumbangsih untuk negara.

“Tidak semuanya menjadi radikal, tentu radikalisme negatif meliputi intoleransi, anti NKRI, anti Pancasila dan nilai Takfiri. Radikalisme positif itu seperti Albert Einstein yang persisten dengan teorinya, memberikan sumbangsih dalam ilmu pengetahuan, bahkan Presiden Ir. Soekarno juga radikal, memberikan sumbangsih dalam kemerdekaan yang kita rasakan ini. Jadi jangan juga semuanya dilarang, mari kita bangun kesadaran untuk berperan,” ujar Mantan Gubernur Lemhannas tersebut.

Salah satu peserta yang menerima pembekalan tersebut mengaku pembekalan ini menjadi masukan dan memberikan pandangan baru khususnya upaya negara dalam menanggulangi radikal terorisme. Berdasarkan lingkup serta pendekatan yang digunakan BNPT, Anggota DPR RI 2019-2024, Dr. Anis Byarwati, S.Ag., M.Si., berharap pembekalan ini perlu diketahui masyarakat.

“Lengkap sekali, mulai dari perkembangan radikal terorisme, penanganan pelaku dan korban, mempertemukan pelaku dan penyintas terorisme, bahkan aspek keluarga. Kami sangat tersentuh melihat anak yang dulunya radikal diupayakan bisa kembali menjadi generasi penerus bangsa. Ini menjadi masukan di mana PKS tengah mengajukan RUU Pertahanan Keluarga, kita bisa mengambil poin penting di sini. Perlu juga masyarakat mengetahui hal ini dimana kita punya cara penanganan terorisme yang baik, bahwa BNPT punya sesuatu yang layak dibanggakan,” ujar Anggota Komisi 11 tersebut.


banner
NASIONAL
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan
img
Rabu, 02 September 2026
Way Kambas, mediaindonesianews.com - TNI melalui Kodam XXI/Radin Inten dan Tim Alpha TNI, meningkatkan pengawasan kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, dengan melaksanakan patroli udara menggunakan

MEDIA INDONESIA NEWS