bendera

Kamis, 03 September 2026    03:17 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

NASIONAL
 


Ketua DPR Serahkan Bantuan PCR, MInta Tes Covid-19 Makin Cepat dan Akurat


dee maz,    14 April 2020,    20:54 WIB

Ketua DPR Serahkan Bantuan PCR, MInta Tes Covid-19 Makin Cepat dan Akurat
Bantuan mesin tes Covid-19 dari Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani ini diserahkan Ketua Fraksi PDI-Perjuangan DPR RI Utut Adianto di Lab Mikrobiologi UI, Jakarta Pusat, Selasa (14/4/2020).

Jakarta – MINews : Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani menyerahkan bantuan 1 unit mesin PCR serta 21 Box Detection Kit For  2019-nCov kepada Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) sebagai bentuk komitmennya membantu percepatan tes virus Corona (Covid-19).


Puan menyatakan tes massal dan cepat namun akurat sangat dibutuhkan, untuk mencegah penularan pasien positif Covid-19 ke orang lain.

Bantuan mesin tes Covid-19 dari Puan ini diserahkan Ketua Fraksi PDI-Perjuangan DPR RI Utut Adianto di Lab Mikrobiologi UI, Jakarta Pusat, Selasa (14/4/2020). Bantuan diterima oleh   Wakil Dekan FKUI Bidang Pendidikan Penelitian dan Kemahasiswaan Prof. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG(K), MPH.

“Makin dini kita mengetahui seseorang terpapar virus Corona, makin mudah kita melakukan tindakan pencegahan untuk memutus rantai penularan. Karena itu, ketersediaan  alat tes spesimen sangat dibutuhkan,” pesan Puan.


Dalam sambutan tertulisnya, Puan menyatakan sejak awal DPR RI telah mengimbau bahwa tes Covid-19 harus dilakukan secara masif dan proporsional sampelnya, mengingat jumlah total penduduk Indonesia yang mencapai 260 juta orang lebih. Menurut Puan, semakin cepat dan semakin banyak hasil tes Covid-19 yang dapat dideteksi, maka semakin kuat kualitas data untuk menjadi dasar pengambilan kebijakan kesehatan yang tepat atau efektif.

Politisi PDI-Perjuangan ini berharap bantuannya dapat digunakan untuk menunjang dan mempercepat kegiatan FKUI dalam mendeteksi hasil-hasil tes pemeriksaan Covid-19.

”Indonesia memiliki ahli-ahli kesehatan seperti di FKUI yang pengetahuannya sangat mumpuni, yang harus kita dukung dengan bantuan alat-alat yang memadai,” ujar Puan. Departemen Mikrobiologi UI mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Puan.

“Dengan keberadaan alat ini tentu sangat membantu kami yang saat ini dituntut melakukan 1000 tes spesimen setiap hari. Sementara kapasitas peralatan di lab yang ada kapasitasnya baru 300 sampel. Tentu penambahan alat ini kapasitasnya akan naik dan kita bisa atasi pandemic dengan berhasil,” ujar Ketua Departemen Mikrobiologi FKUI  Dr. Fera Ibrahim, Phd, SpMk(K). Dr. Fera Ibrahim menambahkan sumbangan mesin PCR ini akan meningkatkan kapasitas tes Lab Mikrobiologi UI menjadi 900 sampel per hari.


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS