bendera

Kamis, 03 September 2026    04:21 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

NASIONAL
 


Semangat Kartini Masa Kini, Peran Ganda Perempuan di Tengah Pandemik COVID – 19


dee maz,    21 April 2020,    20:08 WIB

Semangat Kartini Masa Kini, Peran Ganda Perempuan di Tengah Pandemik COVID – 19

Jakarta – MINews : Peran perempuan sangat strategis, baik di rumah tangga maupun di tengah masyarakat, khususnya mereka yang saat ini berada di garda depan melawan COVID – 19. Hal tersebut disampaikan oleh dokter spesialis paru dr. Erlina Burhan bertepatan dengan Hari Kartini.


Bertepatan dengan Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April, Erlina menyampaikan apresiasi kepada para tenaga kesehatan, khususnya perempuan yang melakukan peran ganda.

Mereka tidak hanya bekerja di rumah sakit sebagai tenaga kesehatan tetapi juga di rumah sebagai ibu rumah tangga. Menurutnya perempuan harus tetap mampu memberikan edukasi, baik bagi keluarga maupun masyarakat sekitar.

“Selamat kepada para tenaga kesehatan perempuan, Anda adalah pahlawan di keluarga dan juga pahlawan di manapun sesuai dengan perannya masing-masing,” kata dr. Herlina saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, pada Selasa (21/4).


Ia berpesan bagi para tenaga kesehatan di mana pun harus tetap berperan sekecil apa pun dan di mana pun, yang pasti semua ini akan sangat berarti untuk bangsa dan negara di tengah pandemik COVID – 19.

Erlina yang bekerja di RSUP Persahabatan menambahkan bahwa dirinya sebagai seorang ibu ketika di rumah, selain harus mendampingi anak-anaknya, juga dituntut untuk mampu memberikan edukasi yang benar tentang kesehatan kepada seluruh anggota keluarga. Begitu juga, ketika kita harus berada di tengah masyarakat sesuai dengan profesi yang dimiliki.

Berdasarkan data yang ada menurut dr.Herlina hampir 80% tenaga perawat adalah perempuan dan juga untuk tenaga dokter jumlahnya seimbang, 50%  perempuan dan 50% laki-laki. Khusus untuk tenaga perawat, perempuan mempunyai kemampuan yang sedikit lebih dalam mendekati para pasiennya.

Sementara itu, Wakil Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Rahmawati Husein menyampaikan bahwa perempuan berperan di tengah pandemik COVID – 19 ini. Menurutnya, 70% tenaga medis di seluruh dunia adalah perempuan. Mereka bekerja di berbagai sektor terkait kesehatan seperti membuat masker hingga menyediakan makanan.

“Perempuan di tengah masyarakat memiliki peran yang luar biasa,” tambah Rahmawati.

Selama ini, Rahmawati melakukan jejaring di masyarakat dengan mendampingi perempuan yang terpinggirkan, yang menggantungkan hidup dari kerja keras dan mereka yang berperan ganda.

“Di sisi lain, perempuan juga dalam kondisi rentan, untuk itu perlu mendapat dukungan dan asupan gizi yang baik dan memadai,” katanya.


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS