bendera

Kamis, 03 September 2026    05:02 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

NASIONAL
 


TNI-Polri Dua Institusi Besar Strategis Bangsa ber-Bhinneka Tunggal Ika


mario,    08 Juli 2020,    16:08 WIB

TNI-Polri Dua Institusi Besar Strategis Bangsa ber-Bhinneka Tunggal Ika

MINews.com - (Puspen TNI).  Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Idham Azis, M.Si. memberikan pembekalan kepada 750 Calon Perwira Remaja (Capaja) Taruna-Taruni TNI dan Polri Tahun 2020, bertempat di Gedung Bhinneka Eka Bhakti, Mako Akademi TNI, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (8/7/2020).


 

Panglima TNI mengatakan bahwa TNI-Polri adalah dua institusi besar aset strategis bangsa dan negara Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. Berbagai peristiwa besar yang terjadi di Indonesia dapat diselesaikan dengan baik, hal tersebut tidak lepas dari kerja sama dan kerja keras TNI dan Polri. Pilkada serentak dan Pemilu, penanganan bencana alam di berbagai daerah, maupun berbagai even nasional dan internasional, menunjukkan betapa persatuan dan kesatuan yang ditunjukkan melalui sinergitas TNI-Polri dan komponen bangsa lainnya, adalah kunci keberhasilan sebagai bangsa.

 


Menghadapai pandemi Covid-19, TNI-Polri bahu-membahu berupaya memberikan edukasi dan sosialisasi terkait pencegahan penyebaran Covid-19. Sebagai bagian dari Gugus Tugas di daerah, prajurit TNI dan anggota Polri berupaya membangun disiplin protokol kesehatan dan upaya ini tidak mudah mengingat kompleksitas permasalahan yang ada.

 

Panglima TNI menyampaikan bahwa sejak awal 2018 terdapat tiga ancaman yaitu biologi, siber dan kesenjangan. Ketiga ancaman tersebut semakin mengemuka dengan meningkatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang membawa paradoks.

 

Kesenjangan di tengah masyarakat tersebut menyentuh hati prajurit TNI dan anggota Polri di berbagai daerah. Ada yang menyumbangkan tunjangan Babinsanya, THR dari Komandannya, dan bahkan gajinya sendiri untuk membantu kesulitan rakyat. Kepekaan semacam inilah yang harus kalian (Capaja TNI-Polri) miliki untuk ikut mengatasi kesulitan rakyat di manapun bertugas.

 

Di tengah pandemi Covid-19, TNI harus senantiasa waspada terhadap berbagai kemungkinan gangguan terhadap kedaulatan negara. Saat ini TNI telah berada pada tahap akhir pembangunan kekuatan menuju kekuatan pokok minimum atau Minimum Essential Force (MEF) tahun 2024. MEF dirancang dengan pendekatan capability based planning atau perencanaan berbasis kemampuan yang merumuskan peta jalan untuk membangun kemampuan yang dibutuhkan TNI, berdasarkan konsep operasional untuk menghadapi berbagai ancaman dan tantangan di masa depan.

 

Di hadapan 750 Capaja TNI-Polri, Panglima TNI juga menyampaikan bahwa pada tanggal 14 Juli akan dilantik oleh Presiden Republik Indonesia, menjadi Perwira Pertama TNI dan Polri. Prasetya Perwira atau Pelantikan Perwira menjadi batu pijakan untuk memasuki spektrum penugasan di tengah masyarakat. Setelah dilantik, para Taruna dan Taruni akan berubah status menjadi Perwira TNI-Polri dengan kewajiban dan tanggung jawab untuk mengabdi kepada negara.

 

Sebagai perwira, tentunya diperlukan kemampuan-kemampuan sesuai tuntutan tugas dan spesialisasi di satuan. Perwira adalah pemimpin, yang akan selalu dihadapkan pada situasi genting dan harus mampu mengambil keputusan terbaik dalam kondisi apapun.

 

Panglima TNI mengingatkan kepada Capaja TNI-Polri bahwa untuk menggapai cita-cita harus diperoleh melalui perjuangan dan pengorbanan. Perwira Muda TNI-Polri nantinya akan menemui banyak tantangan dalam penugasan, tetapi harus yakin bahwa semua tantangan itu akan membuat semakin kuat, semakin matang dalam mengambil keputusan dan akan memperkuat karakter kalian. Seperti pepatah yang mengatakan bahwa  “laut yang tenang tidak akan menciptakan pelaut yang Tangguh, justru pelaut yang Tangguh adalah yang sering menghadapai badai.”

 

Sebagai generasi milenial TNI-Polri, Capaja harus mampu mengeksploitasi semua kemudahan dan keunggulan teknologi dalam melaksanakan tugas. Medan perang modern saat ini, tidak hanya berlangsung di gunung, gurun, lautan dan angkasa tetapi domain baru perang modern adalah siber dan internet yang berada digenggaman kita.

 

Pada kesempatan yang sama, Kapolri juga menekankan tentang pentingnya sinergitas TNI-Polri. Soliditas dan sinergisitas adalah harga mati, karena TNI-Polri adalah garda terdepan penjaga NKRI dan pilar utama keutuhan bangsa. Soliditas dan sinergisitas TNI-Polri harus mengkristal dalam pikiran, perasaan dan perbuatan calon perwira remaja TNI-Polri.(REDAKSI)


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS