bendera

Kamis, 03 September 2026    06:34 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

NASIONAL
 


IJ Kasimo Seorang Pemimpin Bangsa


Lian,    09 November 2020,    09:24 WIB

IJ Kasimo Seorang Pemimpin Bangsa
Webminar IJ Kasimo Pejuang dan Politisi Katolik Panutan Generasi Milenial

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Berbagai cara mungkin agak berbeda mencapaian yang dilakukan oleh pribari pribadi tertentu yang luar biasa berkaitan dengan sejarah maka ada persoalan yang terkadang terjadi, adalah kita harus melawan lupa, dan untuk tidak lupa,  salah satu yang terpenting  adalah dengan membaca sejarah, demikian dikatakan Prof. Dr. Anhar Gonggong (Dosen Pembimbing Bidang Studi Sejarah Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia) dalam pengantarnya Webinar VOX Point Indonesia Dewan Pimpinan Wilayah (DPW)  Bekasi  dengan  mengangkat tema  "IJ Kasimo Pejuang dan  Politisi Katolik Panutan Generasi Milenial"  Minggu (8/11).


IJ Kasimo Seorang Pemimpin Bangsa

Dijelaskan Anhar Gonggong, kenapa orang Katolik tidak segera  mengajukan IJ Kasimo sebagai Pahlawan nasional ketika itu, apa artinya seorang pahlawan nasional, apa yang penting dalam memaknai kepahlawanan itu.

“Andai kata tidak ada orang yang memiliki keberanian, yang memiliki kejujuran, maka tidak ada orang yang disebut pahlawan. Dan mungkin juga tidak akan terjadi perubahan yang merubah kita menjadi negara dan menjadi bangsa karena orang-orang yang memiliki keberanian yang berbeda dengan masyarakat umum, dalam rangka menuju Indonesia merdeka adalah orang-orang terdidik yang tercerahkan dan orang-orang yang bersedia melampaui diri,” ungkapnya.

Kata Anhar setiap memperingati hari pahlawan nasional, sebenarnya yang terpenting dalam kaitan itu adalah membaca kembali orang-orang yang dianggap sebagai pahlawan.


IJ Kasimo Seorang Pemimpin Bangsa

“Dan apa yang dapat kita ambil teladan dari seorang pahlawan, apa yang dapat kita ambil dari mereka-mereka yang tampil merubah nasib bangsanya yang tampil melampaui dirinya, yang tampil menjadi orang-orang terdidik tercerahkan karena tidak semua orang terdidik tercerahkan,” katanya.

Ditegaskan Prof. Dr. Anhar Gonggong, yang dibutuhkan sebagai pahlawan adalah orang-orang yang mempunyai kriteria tertentu sehingga dia dapat diangkat menjadi pahlawan nasional.

“Kriterianya itu sangat ketat seperti IJ Kasimo diangkat menjadi pahlawan nasional kriteria Kasimo dengan segala macam ilmu, memenuhi hal itu sebagai pahlawan nasional,” tuturnya.

Bagi Anhar Gonggong, IJ Kasimo adalah orang yang tampil sebagai pemimpin tidak sekedar pemimpin Katolik, tapi dia memenuhi persyaratan sebagai seorang pemimpin bangsa. Dalam tingkah laku politiknya, dalam tingkah laku persahabatannya, dalam tingkah laku perdebatan dengan teman-temannya, dengan memenuhi etika-etika politik.

Sementara itu Yohanes Handojo Budhisedjati Ketua Umum Vox Point Indonesia mengatakan, perlu sebuah kecerdikan, kegigihan dan komitmen dalam memperjuangkan sesuatu dan itu harus dimiliki oleh generasi.

“di era IJ Kasimo mempunyai tantangan tersendiri yang sebagian masih menjadi tantangan saat ini yakni masih banyaknya umat Katolik yang memandang politik itu kotor, licik, penuh persaingan dan hanya cara memperoleh kekuasaan untuk menindas rakyat.  Hal ini sampai  hari ini, juga merupakan perjuangan para pejuang dan pegiat Politik untuk mengubah paradigma tersebut,” tandasnya.

Menurut Yohanes, perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara mempunyai perubahan tantangan juga. Saat ini perjuangan umat Katolik dan Gereja adalah bagaimana menghadapi masalah-masalah intoleransi.

“Bagaimana hambatan di banyak daerah tentang pendirian tempat ibadah dan terutama tantangan generasi milenial saat ini adalah membumikan falsafah bangsa ini, Pancasila sebagai arah kehidupan berbangsa menuju cita-cita para pendiri negara ini yakni mewujudkan negara yang adil dan makmur,” pungkasnya. (lian) 


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS