bendera

Kamis, 03 September 2026    06:54 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

NASIONAL
 


Pangdam Jaya Ngopi Bareng Dengan Tokoh Agama Dan Tokoh Masyarakat


Lian,    26 November 2020,    00:26 WIB

Pangdam Jaya Ngopi Bareng Dengan Tokoh Agama Dan Tokoh Masyarakat
Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, SE., MM

Jakarta-mediaindonesianews.com: Pangdam Jaya menggelar ngopi bareng bersamapara tokoh agama, tokoh-tokoh masyarakat, Kasat Jaya, Irdam Jaya, Kapok Sahli, Danrem, Perwira Staf Kodam, para Dandim, ketua dari  Pondok Pesantren, Perwakilan Walubi, Perwakilan Umat Hindu, Ketua-ketua Gereja, dengan Tema “Menjaga Keutuhan dan Kemajuan Bangsa  Dalam Bingkai  NKRI” di Aula Sudirman Makodam Jaya Rabu (25/11)


Pangdam Jaya Ngopi Bareng Dengan Tokoh Agama Dan Tokoh Masyarakat

Dalam sambutannya Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, SE., MM mengatakan bahwa pertemuan ini untuk menjalin hubungan baik  dan harmonis dengan segenap  komponen bangsa lainnya, khususnya para tokoh agama, tokoh masyarakat yang ditujukan untuk seluruh wilayah NKRI 

“sebagai wujud partisipasi  komponen Bangsa dibidang  pertahanan  Negara aspek darat, disamping itu, agar  tetap terpeliharanya silahturahmi antara  TNI khususnya Kodam Jaya dengan segenap komponen masyarakat sekaligus sebagai meningkatkan komunikasi secara efektif dalam rangka menjaga keutuhan dan kemajuan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)” tegasnya.

Disisi lain Dudung memaparkan dari sasaran komunikasi sosial untuk mewujudkan pemahaman komponen bangsa tetap dibawah kebijakan pimpinan TNI Angkatan Darat (AD) dalam rangka mewujudkan rasa cinta terhadap tanah air.


“Terwujudnya jalinan kerjasama antara Kodam dengan komponen bangsa ditujukan untuk membantu kesulitan dalam menghadapi situasi saat ini,” ungkapnya.

Disamping itu kata Dudung, terwujudnya dukungan komponen bangsa terhadap pencapaian tugas pokok Kodam serta keinginan dan peran serta aktif komponen Bangsa untuk berpatisipasi dibidang pertahanan negara.

“Belakangan ini kita masih saja disibukan dengan perdebatan ideologis tentang bagaimana sejatinya esensi Islam dalam pemikiran atau Afkar dan gerakan atau arahkah, oleh sejumlah kecil Umat Islam, istilah Amal Mahruf Nahimungkar digunakan untuk seolah-olah melakukan klaim kebenaran. Sembari menegasikan yang lain, outputnya tentu hitam dan putih melahirkan tafsir tunggal sehingga yang muncul dipermukaan adalah wajah Agama yang kaku dan maunya menang sendiri.  Padahal sudah jelas, Agama islam adalah Rahmat Alamin artinya, kasih sayang untuk keseluruhan alam. Di dalam kasih sayang ada tenggang rasa, tepo salera dan keleraan untuk hidup berdampingan dengan yang lain dari golongan atau keyakinan yang berbeda. Sebab Agama Islam yang di bawah oleh nabi Muhammad melalui para Ulama ini dengan jelas mengajarkan kebenaran, kebaikan, serta menjauhi keburukan.  Maka jika siapa pun melakukan keburukan lalu mengatas namakan Agama ketahuilah itu bukan sejatinya Agama.  Itu hanya mengatas namakan  Agama,” paparnya.

Maka tak ada alasan tegas Dudung, bagi kita untuk beragama tapi, melanggar protokol kesehatan, sebab menjaga kesehatan juga bagian mengamalkan agama.

“Beragama tapi mencaci maki, maka mencaci maki itu bukan sejatinya agama, justru mendengarkan berkatalah yang baik atau diam.  Jadi agama justru mengajarkan berkatalah yang baik atau diam.  Apalagi kita sebagai bangsa yang menjunjung tradisi ketimuran maka tata karma kearifan lokal dan kebudayaan adalah sejumlah hal yang tidak boleh kita lepaskan dengan alasan kita menjunjung tinggi agama.  Justru agama tidak bertentangan dengan budaya, agama adalah nilai relefprinsip yang bisa bersanding dengan kebudayaan kita.  Bukan budaya luar yang dipaksakan atas nama agama. Agama Islam juga tidak mengajarkan agar kita mengkultuskan individu tertentu mentasbiskan seseorang itu suci tanpa celah,” urainya.

Oleh karena itu Dudung berharap sebagai sebuah bangsa dengan akar budaya yang adiluhum penting bagi Umat Islam untuk awas dan waspada kerap kali perpecahan terjadi di sejumlah Negara karena menganut agama mudah di adu domba.  Mudah di provokasi, dipantik oleh sejumlah agitasi dan propaganda yang mengarah kepada krisis dan distegrasi sosial. Padahal, esensi pada agama islam adalah ukuah bukan perpecahan. Solidaritas bukan pertikain, kebersamaan dan bukan mentalitas yang maunya menang sendiri. 

“Semoga sebagai umat beragama kita bisa menampilkan wajah yang semakin menambah publik simpati kepada agama kita dan bukan justru sebaliknya,” pungkasnya.  

Dalam kegiatan tersebut hadir sebagai Narasumber diantaranya Dr. KH. Samsul Ma’arif. MA Ketua PWNU DKI Jakarta, Ustadz Fahmi Salim Zubair. Lc. MA Wakil Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah dan Al- Habib Jindan Bin Novel Bin Salim Bin Jindan Pimpinan Ponpes Alfachriyah Tangerang serta dipandu moderator Hanny Hendrany, S.Kom., MM., NI.P. (lian)


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS