bendera

Kamis, 03 September 2026    07:18 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

NASIONAL
 


Kodiklat TNI Selenggarakan Sinkronisasi


ips,    09 Desember 2020,    01:16 WIB

Kodiklat TNI Selenggarakan Sinkronisasi
Kodiklat TNI Selenggarakan Sinkronisasi

Jakarta-mediaindonesianews.com: Komandan Komando Doktrin Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI Mayjen TNI DR. Sudirman, SH., MH., MM membuka secara resmi Sinkronisasi Lanjutan/Wargaming Petunjuk Penyelenggaraan (Jukgar) Operasi Gabungan (Opsgab) Utama TNI dan Petunjuk Penyelenggaraan (Jukgar) Kampanye Militer TA. 2020. Acara ini diselenggarakan mulai tanggal 7 sampai dengan 11 Desember 2020, bertempat di Amphitheater Gd. Koen Djaelani Seskoal, Jl. Cileduk Raya No. 2 Cipulir, Jakarta Selatan, Selasa (8/12).


Kodiklat TNI Selenggarakan Sinkronisasi

Dalam amanatnya, Dankodiklat TNI mengatakan kampanye militer merupakan rangkaian dari beberapa operasi gabungan dan operasi lainnya yang dilaksanakan baik secara berurutan, serentak maupun kombinasi keduanya untuk mencapai tugas pokok yang telah ditentukan. 

“Penyelenggaraan operasi gabungan dan kampanye militer dilaksanakan melalui tahapan kegiatan perencanaan untuk menentukan suatu keputusan melalui proses pengambilan keputusan militer atau yang disebut dengan proses pengambilan keputusan,” katanya.

Menurutnya, proses pengambilan keputusan pada tataran komando gabungan dalam rangka penyelenggaraan operasi gabungan dan kampanye militer, apabila tidak diikuti dengan benar akan membawa kerugian dan membahayakan serta berisiko tidak tercapainya sasaran yang telah ditetapkan.


Kodiklat TNI Selenggarakan Sinkronisasi

“Dengan adanya konsep Jukgar Opsgab Utama TNI dan Jukgar Kampanye Militer yang telah disusun oleh kelompok kerja, diharapkan dapat dioperasionalkan secara terpadu dan terintegrasi untuk mencapai sasaran yang ditentukan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mayjen TNI DR. Sudirman, SH., MH., MM menyampaikan bahwa melalui kegiatan sinkronisasi lanjutan/wargaming ini, diharapkan terwujudnya integrasi semua kemampuan TNI dalam merebut, menguasai atau menduduki sasaran dalam waktu tertentu melalui konsep operasi yang realistis, efektif serta aplikatif di lapangan dan nantinya akan menjadi standar serta sumbangsih yang bermanfaat dalam penyusunan buku petunjuk penyelenggaraan operasi gabungan utama dan jukgar kampanye militer.

Dankodiklat TNI menjelaskan bahwa wargaming adalah latihan yang didukung komputer atau permainan analitik yang mensimulasikan aspek peperangan di tingkat taktis, operasional, atau strategis. 

“Wargaming ini digunakan untuk memeriksa konsep peperangan, melatih komandan dan staf, mengeksplorasi skenario, dan menilai bagaimana penyiapan kekuatan dapat berpengaruh terhadap hasil kampanye militer,” pungkasnya.


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS