bendera

Kamis, 03 September 2026    07:43 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

NASIONAL
 


Kejari Kuansing Raih Peringkat III Bidang Pidsus


Benz25,    14 Desember 2020,    18:27 WIB

Kejari Kuansing Raih Peringkat III Bidang Pidsus
Kejari Kuansing

Teluk Kuantan-mediaindonesianews.com: Dalam Penangan Tindak Pidana Korupsi pada Tahun 2020, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuantan Singingi (Kuansing) berhasil meraih prestasi tingkat Nasional dan memperoleh peringkat III untuk katagori Kejari Tipe B, hal tersebut disampaikan Jaksa Muda Bidang Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI pada Rapat Kerja Kejaksaan, Senin (14/12).

“Alhamdulillah, kita (Kejari Kuansing,red) meraih peringkat III secara nasional,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kuansing Hadiman kepada mediaindonesianews.com melalui Aplikasi WhatsApp, Senin (14/12).

Menurut Hadiman, prestasi ini tak lepas dari kerja sama seluruh Jaksa dan pegawai terutama di Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kuansing, dimana dalam setiap penanganan perkara dirinya langsung melakukan supervisi.

"Selain itu, arahan dan dukungan penuh dari pimpinan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Dr. Mia Amiati, juga menjadi hal penting dalam penanganan perkara korupsi. Terkait hal itu, saya juga mengucapkan terima kasih kepada ibu Mia atas semua arahan dan bimbingan beliau," tutur Hadiman.

Hadiman mengatakan, selain dukungan penuh dari Ibu Kajati Riau, Dr. Mia Amiati, dari Wakajati dan Aspidsus Kejati Riau juga selalu memberikan bimbingan, petunjuk dan arahan yang positif sehingga penanganan perkara korupsi di Kejari Kuansing berjalan dengan lancar, tidak ada kendala serta hambatan apapun.

“Kami juga mengucapkan terima kasih Pak Wakajati,  Daru Tri Sadono, dan Aspidsus Kejati Riau, Hilman Azazi,” ucapnya.

Hadiman berharap, jajarannya tidak terlena dan berpuas diri dengan apa yang telah dicapai saat ini dan untuk keepanya seluruh jajarannya harus meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan penegakkan hukum, khususnya tindak pidana korupsi.

“Mudah-mudahan pada tahun 2021 mendatang, kita bisa mendapat predikat terbaik I,” harapnya.

Hadiman menambahkan, pada tahun 2019, Kejari Kuansing berhasil meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Birokrasi Reformasi (Kemenpan RB). Di Bumi Lancang Kuning, predikat itu diraih bersama Kejari Pekanbaru.

“Insya Allah, saat ini tinggal menunggu pengumuman dari Kemenpan RB untuk predikat WBBM karena pada tanggal 11 Desember 2020 kemarin, telah dilakukan verifikasi lapangan,” pungkasnya.

Seperti diketahui penilaian Kejari tipe B bidang Pidsus peringkat I diraih Kejari Sorong dan peringkat II diraih Donggala. (ips/benz25)




banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS