bendera

Senin, 20 April 2026    00:20 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

NASIONAL
 


Jaksa Minta Uang? Ini Klarifikasi Kejari Jakpus


Aud, LN, Agn,    05 Oktober 2019,    02:05 WIB

Jaksa Minta Uang? Ini Klarifikasi Kejari Jakpus

Jakarta – MINews.com: Beredar kabar ada Jaksa Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Pusat (Jakpus) meminta uang kepada terdakwa TY atas kasus penggelapan dibantah oleh Kajari Dr. Sugeng Riyanta, SH., MH.


"Tudingan bahwa ada Jaksa berinisial MJF yang meminta uang kepada terdakwa TY adalah tidak benar, dan kami sudah cek serta tanyakan langsung kepada yang bersangkutan terkait pemberian uang Rp 25 juta dan sekali lagi itu tidak benar." Kata Kajari melalui Kasi Intel, Andy Sasongko, SH, MH didampingi Kasi Pidum Kejari Jakarta Pusat, Nur Winardi, SH.,MH kepada Wartawan, Jumat (4/10).

Lebih lanjut Andy mengatakan bahwa setelah dilakukan kroscek terhadap yang bersangkutan, dengan tegas Jaksa tersebut membantah bahwa itu tidak benar, bahkan Jaksa tersebut siap jika dilakukan pemeriksaan oleh Jaksa Pengawas Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

"Yang bersangkutan juga sudah siap diperiksa oleh Pengawas dari Kejati DKI Jakarta, oleh karena itu, bila pemeriksaan bidang pengawasan tidak terbukti Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat akan melakukan tindakan hukum terhadap TY" ujarnya

Terkait berita yang beredar ada biaya fotocopy dan lain sebagainya sebesar Rp.25 Juta dan adanya pemeriksaan tambahan oleh Jaksa juga dibantah karena itu semua ranah penyidikan.


Andy juga membenarkan adanya surat dari ombudsman yang sudah dibalas oleh Kajari

"Kalau tentang Ombudsman itu sudah selesai dan dijawab oleh Kajari" katanya

Sementara itu Jaksa MJF memperjelas bahwa dirinya tidak seperti yang dituduhkan oleh terdakwa dan kabar yang beredar karena semuanya sudah sesuai dengan prosedur.

"Semua sudah sesuai dengan prosedur dan terkait apa yang beredar, saya tidak seperti yang diberitakan bahwa meminta uang fotocopy dan lain sebagainya" ujar MJF

Seperti yang beredar di media melalui berita tentang terdakwa TY yang sedang diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dalam perkara penggelapan Rp 1,2 Miliar dan sudah dituntut Rp 2 tahun penjara memberikan uang sebesar Rp. 25 juta kepada jaksa

Pada persidangan Rabu lalu, TY memberi keterangan pers kepada awak media bahwa dia telah melaporkan jaksa "MJF" ke JAMWAS, ke Komisi Kejaksaan dan Ombudsman, karena jaksa tersebut pernah meminta uang sebesar Rp 25 juta kepadanya.

Alasan lainnya pengaduan TY, tentang surat dakwaan Jaksa yang empat versi. Beda ke hakim, terdakwa dan penasihat hukum terdakwa. Dan pada surat tuntutan jaksa keterangan saksi meringankan dihilangkan dan saksi fiktif dimuat dalam tuntutannya. 


banner
NASIONAL
img
Minggu, 19 April 2026
Magelang - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto dalam kegiatan pengarahan kepada para Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) seluruh Indonesia pada Kursus Pemantapan Pimpinan
img
Jumat, 17 April 2026
Pontianak-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memperkuat pengawasan terhadap pemegang hak atas tanah, khususnya perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) dan Hak Guna Bangunan (HGB),
img
Jumat, 17 April 2026
Jakarta –  Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (Ketum PBTI) Letjen TNI Richard Tampubolon, S.H.,M.M menutup Rapat Kerja Nasional Taekwondo Indonesia Tahun 2026 di Arhotel Gelora Senayan, Jakarta Pusat, Kamis
img
Kamis, 16 April 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Sekretaris Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Dalu Agung Darmawan, membuka Forum Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) 2026 dengan menekankan pentingnya penyamaan persepsi antarinstansi
img
Kamis, 16 April 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri acara Silaturahmi Nasional Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam dan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI)

MEDIA INDONESIA NEWS