bendera

Jumat, 03 April 2026    07:56 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

OPINI
 


Ada Apa Dengan BPJS Ketenagakerjaan, KKN??


Agus Wiryono,    16 Desember 2020,    22:29 WIB

Ada Apa Dengan BPJS Ketenagakerjaan, KKN??
Agus Wiryono

Oleh: Agus Wiryono


Pemberitaan terkait BPJS Ketenagakerjaan akhir-akhir ini hamper sama di setiap media, ada apa dengan media sekarang? Sebelum kita membahas Korupsi, Kolusi dan Nepotismen dalam BPJS Ketenagakerjaan, kita bahas media sekarang dalam pemilihan direksi BPJS Ketenagakerjaan yang belum dimulai tahapan tetapi gregetnya sudah ramai di perbincangkan.

Apakah anda puas dengan informasi dari media massa saat ini?

Perkembangan teknologi telah memungkinkan informasi berpacu dengan waktu, dengan mejeng sebentar didepan laptop anda bisa “klik” informasi dari berbagai belahan dunia.


Lalu, apakah dengan hal itu rakyat kita bertambah cerdas? Ah, jangan bicara mencerdaskan rakyat. Perkembangan media massa saat ini sudah sampai pada titik yang memprihatinkan dengan mengontrol, mengarahkan seluruh aspek kehidupan dan perilaku rakyat banyak bersumber dari informasi media.

Tak jarang media massa saat ini sangat bergantung pada informasi yang disediakan oleh pejabat pemerintah, pemilik bisnis dan kelompok pakar. Media terkadang hanya mengunyah mentah-mentah press release atau pernyataan pihak yang kadang kala malah ikut bermain.

Media juga sering memilih narasumber yang tidak berbobot untuk menjelaskan suatu persoalan, lebih parah lagi, sumber-sumber informasi ini, khususnya pejabat pemerintah dan kelompok bisnis, sering mensubsidi media bersangkutan. Akibatnya, mereka tidak menerobos pendapat yang sudah digariskan oleh si pemberi informasi.

Sekarang terkait dengan dugaan KKN di tubuh BPJS Ketenagakerjaan seperti yang sudah di tangani oleh Kejaksaan Agung dengan melakukan pemeriksaan pihak BPJS Ketenagakerjaan soal Dugaan Investasi Menyimpang.

Indonesia sedang memasuki krisis multidimensi, artinya, terdapat gejala-gejala kemunduran, bahkan mungkin kehancuran, yang terjadi dihampir semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Tetapi, yang paling pokok dari semua kemunduruan itu adalah menjauhnya kita dari cita-cita nasional yaitu masyarakat adil dan makmur.

Kehidupan rakyat kecil makin memburuk, orang miskin harus susah payah banting tulang untuk sekedar makan sehari, harga-harga kebutuhan pokok terus melonjak naik, lapangan pekerjaan sulit didapatkan, layanan publik telah diswastakan dan lain sebagainya.

Tidak bisa dipungkiri, bahwa peranan besar yang dimainkan oleh direksi BPJS Ketenagakerjaan  dalam lapangan investasi, telah melahirkan praktek-praktek korupsi. Tetapi, lahirnya korupsi itu tidak lepas dari keburukan persoalan manajamen dalam tubuh Dewan Direksi itu sendiri, maka disitulah praktek korupsi akan tumbuh subur bak jamur di musim hujan.

Dan, ketika tujuan penyelenggaran investasi untuk akumulasi profit di tangan segelintir orang dalam tubuh Direksi BPJS Ketenagakerjaan, bukan lagi untuk sebesar-besarnya kemakmuran pekerja, maka disitulah praktek korupsi juga akan tumbuh subur.

Dalam hal ini, jika mau serius memberantas korupsi, maka perlu menegakkan hukum dengan tidak pandang bulu baik untuk perorangan maupun kelompok.

Maka kita acungi jempol apabila Kejaksaan Agung berani membuka KKN di tubuh BPJS Ketenagakerjaan.

 

Penulis adalah Wakil Ketua Bidang Buruh dan Tani Alumni GMNI DPD DKI Jakarta


banner
NASIONAL
img
Kamis, 02 April 2026
Sulut - Reaksi cepat TNI ditunjukkan dengan segera mengerahkan prajurit pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Provinsi Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026). Melalui prajurit Kodam XIII/Merdeka, TNI
img
Kamis, 02 April 2026
Sumut-Mediaindonesianews.com: Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan kawasan Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di
img
Kamis, 02 April 2026
Palu-Mediaindonesianews.com: Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan pembatasan alih fungsi lahan sawah sebagai langkah strategis menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ketidakpastian
img
Rabu, 01 April 2026
Palu-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggandeng kalangan akademisi untuk mempercepat legalisasi tanah wakaf di Indonesia. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara
img
Rabu, 01 April 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Transformasi digital layanan pertanahan yang dijalankan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus diperkuat dengan menyeimbangkan kemudahan layanan, keamanan data, dan kepastian hukum. Menteri
img
Rabu, 01 April 2026
Jakarta - Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta menggelar sidang perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan satelit Navayo periode 2012–2021 pada hari Selasa (31/3/2026), di ruang sidang utama Pengadilan Militer Tinggi

MEDIA INDONESIA NEWS