bendera

Jumat, 03 Juli 2026    22:52 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

OPINI
 


Perlu Pertanggungjawaban Hukum dan Politik


Tim Red,    02 Mei 2021,    00:41 WIB

Perlu Pertanggungjawaban Hukum dan Politik
Adv. Kamaruddin Simanjuntak, SH.

Oleh: Adv. Kamaruddin Simanjuntak,SH.


Kimia Farma adalah perusahaan industri farmasi pertama di Indonesia yang didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda tahun 1817. Nama perusahaan ini pada awalnya adalah NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co.

Berdasarkan kebijaksanaan nasionalisasi atas eks perusahaan Belanda di masa awal kemerdekaan pada Era Pemerintahan Ir Soekarno tepatnya pada tahun 1958, Pemerintah Republik Indonesia melakukan peleburan sejumlah perusahaan farmasi menjadi PNF (Perusahaan Negara Farmasi) Bhinneka Kimia Farma.

Pada tanggal 16 Agustus 1971, bentuk badan hukum Perusahaan Negara Farmas "PNF"  diubah menjadi Perseroan Terbatas "PT", sehingga nama perusahaan berubah menjadi PT. Kimia Farma (Persero).


Anak Perusahaan dari PT Kimia Farma (Persero) bernama  PT Kimia Farma Diagnostika bekerjasama dengan Pengelola Bandara Kualanamu, diduga terlibat kerjasama dalam kasus daur ulang rapid test antigen Covid-19 di Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara.

Diduga ada lima orang pegawai Kimia Farma Diagnostika yang telah ditetapkan menjadi tersangka oleh pihak Penyidik kepolisian Polda Sumatera Utara atas dugaan dengan sengaja terlibat kasus menularkan C-19 dengan cara mendaur ulang dan menggunakan rapid test antigen Covid-19 bekas pakai kepada calon penumpang pesawat di Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara.

Baik Menteri Kesehatan RI, Menteri Negara BUMN dan Menteri Perhubungan RI, belum memberikan pertanggungjawaban hukum maupun Politik atas kesengajaan PT. Kimia Farma Diagnostik menularkan Virus C-19 kepada para calon penumpang pesawat tersebut.

Kita berharap, karena peristiwa ini melibatkan Perusaan BUMN, Bandara Internasional dan Petugas Kesehatan, maka segera Menteri Kesehatan RI, Menteri Negara BUMN dan Menteri Perhubungan RI harus dipanggil oleh DPR RI khususnya oleh Komisi IX untuk memintai pertanggungjawan hukum dan Politik.

Tujuan Pemanggilan tersebut, agar jelas apa motif penyebaran virus C-19 yang dianggap sangat berbahaya oleh Pemerintah ini, akan tetapi justeru Perusahaan BUMN milik pemerintah sendiri ikut serta dengan sengaja menyebarkannya dan/atau  menularkan virus C-19 kepada para Calon Penumpang Pesawat melalui pemakaian Rapit Antigen bekas pakai oleh Kimia Farma Diagnostik anak perusahaan PT Kimia Farma Tbk.

Pertangungjawaban hukum dan politik ini sangat penting untuk mendalami dan mengetahui apakah peristiwa ini ada kaitannya dengan "Politik Anggaran Virus C-19" atau murni hanya kasus kriminalitas hukum semata oleh 5 orang Pegawai yang terlibat atau apakah ada "Tangan Profesional" yang menyuruh mereka untuk melakukan perbuatan dimaksud?

Kecurigaan tersebut sangat logis, mengingat dugaan kejahatan kesengajaan penularan Virus C-19 ini telah berlangsung sangat lama, terhitung sejak bulan Desember 2020 sampai dengan bulan April 2021, dan biasanya kejahatan yang melibatkan politisi tingkat tinggi Negara RI, tidak pernah bisa terungkap oleh Penyidik Kepolisian RI, mengingat Kepolisian RI sampai saat ini berada dalam genggaman "Politisi Partai Berkuasa" sehingga untuk mengatasi kebuntuan itu, DPR RI sebagai Wakil Rakyat, sangat penting untuk memanggil dan memintai pertanggung Jawaban hukum dan Politik dari ke-3 Menteri terkait Permasalahan ini !

Peristiwa ini adalah Perbuatan Melawan Hukum, yaitu melawan undang-undang RI No. 36 tahun 2014 tentang Kesehatan, Jo Pasal 1365 KUHPerdata, maka Rakyat yang merasa telah dirugikan, bisa segera melakukan Gugatan Perbuatan Melawan Hukum kepada Pihak-pihak yang terlibat dimaksud melalui Pengadilan Negeri yang berwenang.

Penulis juga sebagai Ketua Umum PDRIS


banner
NASIONAL
img
Jumat, 03 Juli 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menargetkan 87 persen Lahan Baku Sawah (LBS) nasional ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) pada 2029. Target tersebut
img
Jumat, 03 Juli 2026
Cikeas-Mediaindonesianews.com: Politeknik Agraria STPN, perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), menggelar Seleksi Penerimaan Taruna Baru (SPTB) Tahun Akademik 2026/2027 untuk menjaring
img
Kamis, 02 Juli 2026
Serpong - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto didampingi Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R. memimpin Uji Naskah III dan Pengesahan Doktrin TNI Perisai Trisula Nusantara yang diikuti
img
Kamis, 02 Juli 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mencatat rata-rata 8,4 juta layanan pertanahan diproses setiap tahun dalam lima tahun terakhir, dengan rata-rata Penerimaan Negara Bukan Pajak
img
Kamis, 02 Juli 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melaporkan capaian pelaksanaan tujuh layanan prioritas yang menjadi fokus transformasi pelayanan pertanahan dan tata ruang dalam Rapat Dengar Pendapat
img
Rabu, 01 Juli 2026
Bogor - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri Upacara Peringatan HUT Ke-80 Bhayangkara Tahun 2026 yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto selaku Inspektur Upacara di Lapangan Satuan Latihan Korps

MEDIA INDONESIA NEWS