bendera

Jumat, 02 Oktober 2026    11:50 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

OPINI
 


Tokoh Lintas Agama Dapat memberikan Kesejukan, Pengharapan Bagi Semua Umat Bangkit Dari Keterpurukan


Lian,    28 Juni 2021,    21:22 WIB

Tokoh Lintas Agama Dapat memberikan Kesejukan,  Pengharapan  Bagi Semua Umat  Bangkit  Dari Keterpurukan
Pdt Muljadi Sulaeman Gembala Gereja Sidang Pantekosta di Indonesia (GSPdI)

Jakarta - mediaindonesianews.com: Meningkatnya kasus covid 19 dan penuhnya keterisian  tempat tidur di umah sakit menunjukkan adanya pengabaian masyarakat terhadap pandemik ini. Semua tokoh lintas agama perlu menjadi teladan dan senantiasa mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan. Dari pendapat Pdt. Muljadi Sulaeman,  pada awal pandemik   memang ada perbedaan-perbedaan pendapat  dari tokoh-tokoh agama khususnya pada waktu  kebijaksanaan Lockdown   dimana rumah-rumah ibadah  dan kegiatan kegiatan ibadah  dibatasi bahkan di hentikan.  Masih banyak tokoh-tokoh agama  yang berkeberatan karena beberapa  hari-hari penting keagamaan  tidak bisa dirayakan atau  diperingati.   

“Tapi setelah pandemi ini berjalan  satu tahun lebih saat ini, kami melihat tokoh- tokoh lintas agama  sesungguhnya sudah sehati  untuk mendukung semua  program pemerintah.   Dan tidak ada lagi kesulitan tidak menjalankan  ritual keagamaan sebagaimana biasanya. Seperti perayaan paskah,  kenaikan Tuhan Yesus, Perayaan Pentakosta  dan juga perayaan agama yang lain.  Kita melihat peranan tokoh-tokoh lintas  agama  yang bisa menjelaskan dan bisa memberikan pengertian kepada  umat  untuk menghindari kerumunan  dan sebagainya,” ucap Pdt Muljadi Sulaeman Gembala Gereja Sidang Pantekosta di Indonesia (GSPdI) Bellezza Permata Hijau Senin (26/6/2021).

Seluruh tokoh agama  memang harus terus mengatakan   bahwa covid 19 itu nyata  dan bukan direkayasa.  Gunakanlah  bahasa persuasif  yang menyentuh  hati. Mugkin cara ini  akan lebih tersampaikan karena pada hakikatnya manusia itu baik. Menurut Muljadi,  memang ada beberapa  tokoh agama yang masih sering kali  memberikan pengertian  yang salah mengenai  vaksin dan itu dinyatakan bahwa covid 19  itu suatu rekayasa dan sebagainya.  Ini karena pengaruh dari  media sosial, informasi-informasi yang hoax, informasi yang bermacam-macam seringkali di kutip oleh tokoh-tokoh agama juga.

“Tapi dengan berjalannya waktu, dan juga terbukanya masyarakat  kami melihat tokoh-tokoh agama  sekarang lebih hati-hati dalam  mengemukakan pendapat,” katanya.

Banyaknya ajakan untuk tidak mempercayai narasi penyangkal covid 19 ini ditandakan penuhnya ketersediaan tempat tidur ini menjadi fakta adanya penyakit ini.  Untuk itu bagaimana peran tokoh agama memberikan teladan dalam menerapkan protokol kesehatan. Sebab selama ini masyarakat kehilangan kepecayaan karena banyak elite politik yang melanggar protokol kesehatan juga. Kata Dia lagi, ditingkat nasional,  tokoh-tokoh lintas agama  sudah begitu bersatu mereka  seringkali mengadakan doa  bersama,  supaya pandemik ini bisa  cepat berlalu,   mereka juga membuat deklarasi  menyatakan dukungan  kebijaksanaan pemerintah .

“Saya melihat bahwa  yang masih menjadi masalah adalah   di akar rumut   dimasyarakat.  Sebab itu  peranan tokoh-tokoh lintas  agama  harus menularkan  sampai tingkat yang paling bawah  desa-desa karena disitulah sesungguhnya  kekuatan untuk mencegah terjadinya  peningkatan covid 19  bagaimana peranan lurah,  RW/RT  dalam menyakinkan masyarakat  khususnya dalam menghadapi  beberapa protokol kesehatan,” pintanya .

Jadi pada intinya Pdt Muljadi Sulaeman Gembala Gereja Sidang Pantekosta di Indonesia (GSPdI) Bellezza Permata Hijau menuturkan, pada akhirnya wabah covid 19 ini memang  terjadi dan membawa dampak  yang menggurita ke berbagai aspek  kehidupan. Bahkan  mungkin setelah semuanya selesai  bahkan menyisahkan  pekerjaan rumah  untuk semuanya terutama pemerintah  dan dunia bisnis. Tentunya perlu dilakukan berbagai  kebijaksanaan dan aturan. Namun itu tidak akan berhasil bila  tidak didukung oleh   kesatuan hati dari  seluruh rakyat Indonesia,   untuk bisa mewujudkan usaha  bangsa untuk pulih  dari wabah ini.  

“Seperti semboyan negara kita Bhineka Tunggal Ika, dan terlepas semua dampak yang ada  sejatinya, selalu ada hikmat  dari setiap kejadian   di dunia ini  karena tidak terlepas dari kedaulatannya  yang maha kuasa.

“Disinilah peranan tokoh lintas agama  dapat memberikan kesejukan  dan pengharapan  kepada semua umat  untuk bangkit kembali  dari keterpurukan saat ini  dan muncul sebagai bangsa  yang kuat dan besar,” pungkasnya.  (lian)


Tokoh Lintas Agama Dapat memberikan Kesejukan,  Pengharapan  Bagi Semua Umat  Bangkit  Dari Keterpurukan



banner
NASIONAL
img
Jumat, 02 Oktober 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengikuti Doa Bersama Lintas Agama dalam rangka menyambut HUT ke-81 TNI yang diikuti sekitar 2.000 peserta, terdiri atas anak yatim, Komcad, prajurit...
img
Kamis, 01 Oktober 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R dan para Kepala Staf Angkatan menghadiri Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026...
img
Kamis, 01 Oktober 2026
Jakarta - Asisten Personel (Aspers) Panglima TNI Marsda TNI Djohn Amarul, S.A.B., M.A. memimpin Sidang Pantukhir Tahap II Penerimaan Perwira PSDP Penerbang TNI Tahun Anggaran 2026, yang berlangsung di Aula...
img
Kamis, 01 Oktober 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Layanan Peralihan Hak Terintegrasi (PERINTIS) 10 Hari yang diterapkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memberikan kepastian waktu dalam proses balik nama sertipikat tanah. Layanan ini menargetkan...
img
Kamis, 01 Oktober 2026
Jakarta - Mabes TNI menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 yang dipimpin Pa Sahli Tk. III Bid. Komsos Panglima TNI Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, S.Sos., M.M.,...
img
Kamis, 01 Oktober 2026
Kalbar - Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R mendampingi Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dalam acara penganugerahan Satyalancana Dharma Samudera kepada 361 personel Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF)...

MEDIA INDONESIA NEWS