bendera

Minggu, 18 Oktober 2026    07:00 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

POLITIK
 


PPP Harus Dikembalikan ke Fusi 1973 untuk Menjaga Marwah Partai


Tim Red,    30 September 2025,    21:06 WIB

PPP Harus Dikembalikan ke Fusi 1973 untuk Menjaga Marwah Partai
istimewa

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kembali menjadi perhatian publik menjelang muktamar. Prof. Dr. Husnan Bey Fananie, MA, menegaskan bahwa jalan penyelamatan bagi PPP adalah dengan mengembalikan partai ke khitah fusi 1973, saat NU, Parmusi, PSII, dan Perti melebur menjadi satu kekuatan politik Islam.


Dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (30/9), Husnan menyampaikan bahwa PPP saat ini tengah menghadapi krisis identitas akibat konflik internal, dualisme kepemimpinan, serta dominasi elite tertentu. Kondisi ini dinilai menjauhkan PPP dari semangat kolektif dan musyawarah yang menjadi dasar kelahirannya.

“PPP ini bukan milik segelintir elite, bukan pula warisan untuk diperebutkan kelompok tertentu. PPP adalah amanah sejarah dari umat Islam Indonesia. Jika kita mengkhianati semangat fusi 1973, maka kita sedang mengkhianati umat,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh kader agar menjadikan muktamar sebagai momentum rekonsiliasi, bukan ajang pertarungan. “Gunakan momentum muktamar untuk bersatu, bukan bertarung. Jangan pilih pemimpin karena kepentingan sesaat, pilihlah pemimpin dengan nurani yang tulus. Mari kita tegakkan kembali marwah PPP demi umat dan bangsa,” ujarnya.


Lebih jauh, Husnan menilai pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto sebagai kepala negara, dapat memberikan saran konstruktif untuk menyelesaikan dualisme kepemimpinan di tubuh PPP. Menurutnya, PPP adalah warisan umat dan bangsa, bukan milik kelompok tertentu.

“PPP akan besar jika kembali ke khitah. Jika kita lupakan fusi 1973, maka PPP hanya akan menjadi sejarah. Tapi jika kita rawat dan jaga, insya Allah PPP akan menjadi masa depan umat,” pungkas Husnan.***


banner
NASIONAL
img
Minggu, 18 Oktober 2026
Maybrat - Setelah hampir tujuh bulan berada dalam penguasaan kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya pimpinan Manfred Fatem, dua senjata organik Yonif 9 Marinir jenis Caracal dan K3 Daewoo akhirnya...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - Prajurit Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 5/ABW Kodam V/Brawijaya bersama prajurit Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) melaksanakan latihan penanganan bahan peledak (Explosive Ordnance Disposal/EOD) dalam rangka Latihan Gabungan...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - Prajurit Artileri Medan (Armed) TNI bersama prajurit Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) menggelar Armed Subject Matter Expert Exchange (SMEE) dalam rangka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - TNI bersama Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) menggelar latihan Non-combatant Evacuation Operation (NEO) dengan metode Tabletop Exercise (TTX). Latihan dalam rangka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wakil Panglima TNI dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) bertempat di Ruang Hening Gedung Soedirman...
img
Jumat, 16 Oktober 2026
Maybrat – Tim gabungan Koops TNI Habema berhasil menemukan dan mengamankan kembali satu pucuk senjata api laras panjang jenis Caracal beserta 17 butir amunisi kaliber 5,56 mm di wilayah Kabupaten...

MEDIA INDONESIA NEWS