bendera

Senin, 19 Oktober 2026    06:13 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

POLITIK
 


Virus Corona Bangkitkan Rasisme Terhadap Warga Keturunan Asia di Australia


Redaksi,    05 Mei 2020,    19:31 WIB

Virus Corona Bangkitkan Rasisme Terhadap Warga Keturunan Asia di Australia

MINNEWS - Australia - Pemerintah Australia meminta warganya untuk melaporkan tindakan rasis atau kekerasan kepada warga keturunan China. 


 

Sejak pandemi virus Covid-19 berlangsung, warga Australia keturunan Asia dilaporkan telah mengalami sejumlah penyerangan, dalam bentuk fisik atau verbal, termasuk menerima ancaman kematian dan perusakan terhadap rumah mereka.

 


Menteri Imigrasi Australia, Alan Tudge mengatakan aksi perusakan rumah warga keturunan China di Melbourne sebagai tindakan 'memalukan' dan 'pengecut'.

 

Melihat aksi tersebut, ia mengatakan 99,9% warga Australia berpihak dan mendukung warga keturunan Asia di Australia.

 

"Saya mengajak masyarakat Australia untuk menegur tindakan rasis kalau menyaksikan. Hentikan orang yang coba melakukannya. Jangan membiarkan tindakan itu terjadi, memberikan teguran menjadi tanggung jawab kita bersama."

 

Pesan yang sama telah disampaikan sejumlah politikus Australia, termasuk Menteri Hukum dan Kesehatan Mental di Kawasan Ibukota Australia (ACT), Shane Rattenbury, yang baru-baru ini mendorong warga Canberra untuk menegur pelaku tindakan rasis bila memungkinkan.

 

Menurut laporan yang diterima Komisioner Diskriminasi di Komisi Hak Asasi Manusia ACT, Karen Toohey, insiden rasis terutama meningkat di kalangan pekerja kesehatan dan karyawan retail, sejak Maret lalu.

Kenyataan ini tidak diragukan lagi oleh ketua Komisi Multikultural Victoria, Vivienne Nguyen, yang mengatakan tindakan rasis tidak terbatas dalam kata-kata.

 

"Tindakan rasis yang dilakukan tidak mesti diucapkan, tapi juga dapat dilakukan melalui pandangan sekilas, gestur memutar bola mata, dan bisikan. Ini sudah tidak diragukan lagi."

 

Vivienne menyayangkan angka pelaporan tindakan rasis yang sangat rendah. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh minimnya pengetahuan seputar proses hukum atau kekhawatiran tidak adanya bukti yang dimiliki korban.

 

"Anggota komunitas Asia merasa tidak banyak yang dapat mereka lakukan. Karena itu, mereka tidak dapat melakukan apa-apa selain menceritakan perasaan dan pengalaman mereka kepada teman atau melalui unggahan di media sosial."(Juan)


banner
NASIONAL
img
Minggu, 18 Oktober 2026
Situbondo - Prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL bersama unsur Maritime Tactical Operations (MTO) Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) melaksanakan infiltrasi bawah air dalam simulasi penyiapan pantai pendaratan...
img
Minggu, 18 Oktober 2026
Bali - KRI Sultan Iskandar Muda (SIM)-367 dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada II bersama Helikopter Panther HS-1305 Puspenerbal melaksanakan latihan unsur laut dengan tiga kapal perang Angkatan Bersenjata Australia...
img
Minggu, 18 Oktober 2026
Maybrat - Setelah hampir tujuh bulan berada dalam penguasaan kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya pimpinan Manfred Fatem, dua senjata organik Yonif 9 Marinir jenis Caracal dan K3 Daewoo akhirnya...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - Prajurit Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 5/ABW Kodam V/Brawijaya bersama prajurit Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) melaksanakan latihan penanganan bahan peledak (Explosive Ordnance Disposal/EOD) dalam rangka Latihan Gabungan...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - Prajurit Artileri Medan (Armed) TNI bersama prajurit Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) menggelar Armed Subject Matter Expert Exchange (SMEE) dalam rangka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - TNI bersama Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) menggelar latihan Non-combatant Evacuation Operation (NEO) dengan metode Tabletop Exercise (TTX). Latihan dalam rangka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera...

MEDIA INDONESIA NEWS