bendera

Selasa, 20 Oktober 2026    04:48 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

POLITIK
 


JAKI : Jika Hanya Untungkan Koruptor, Lebih Baik Investor Tahan Diri Ke Indonesia


audy,    19 September 2019,    23:57 WIB

JAKI : Jika Hanya Untungkan Koruptor, Lebih Baik Investor Tahan Diri Ke Indonesia

Jakarta – MINews.com: Koordinator Eksekutif Jaringan Aktivis Kemanusiaan Internasional (JAKI) Yudi Syamhudi Suyuti menilai, penolakan sebagian besar masyarakat terhadap UU KPK yang baru disahkan menimbulkan belum adanya kepastian hukum menyangkut investasi, belum lagi RUU KUHP yang tak kunjung selesai dan masalah kebakaran hutan.


“Kami dari bagian masyarakat internasional dan rakyat Indonesia, menghimbau kepada para investor untuk menahan diri dahulu rencana investasi ke Indonesia. Hal ini penting untuk dipertimbangkan para investor karena situasi Indonesia yang belum stabil khususnya dalam hal kepastian hukum.” Ujarnya dalam release yang diterima redaksi Kamis, (19/9)

Yudi berpendapat bahwa, Dua instrumen hukum dan perusakan hutan secara brutal ini tidak sejalan dengan agenda sustainable development goals (SDGs) menyangkut Hak Asasi Manusia.

“Hal ini akan mengakibatkan bukan saja kerugian besar para investor, melainkan hanya menguntungkan para koruptor dan rakyat Indonesia menjadi korban dari membesarnya kekuasaan oligarki dan instrumen negara yang mereka kendalikan.” Jelasnya.
Akibatnya, lanjut Yudi, berbagai proyek dan investasi di Indonesia tidak akan berjalan akibat tekanan rakyat. Sehingga beban investasi menjadi besar, proyek pembangunan terhenti dan rencana pembangunan berkelanjutan, dimana hak asasi manusia ditempatkan sebagai pusat pembangunan akan gagal.


“Para investor lebih baik menunggu kepastian hukum dan stabilnya situasi politik di Indonesia atau kami sarankan, para investor merubah haluan sementara dari penanaman modal bisnis ke arah bantuan langsung ke masyarakat dalam memperjuangkan hak-hak asasinya, dimana hal ini merupakan bentuk kerjasama kemanusiaan antar masyarakat.

Menurut Yudi, hal ini lebih realistis dan akan memperkuat kerjasama dan investasi ekonomi nantinya setelah akar persoalan pembangunan berkelanjutan yang ditargetkan pada 2030 tercapai.

“tentunya semua pihak akan mendapatkan keuntungan besar. Khususnya rakyat Indonesia, dunia internasional, negara pihak dan investor secara win-win solution.” Pungkasnya***


banner
NASIONAL
img
Senin, 19 Oktober 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri rapat terbatas dengan agenda pembahasan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta,...
img
Senin, 19 Oktober 2026
Situbondo - Prajurit TNI bersama prajurit Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) mematangkan integrasi beragam alutsista menjelang penembakan gabungan Combined Joint Live Fire Exercise (CJLFX) dalam rangka Latihan Gabungan Bersama...
img
Senin, 19 Oktober 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto di dampingi para Kepala Staf Angkatan dan pejabat utama Mabes TNI menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi...
img
Senin, 19 Oktober 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyediakan platform Bhumi ATR/BPN untuk memudahkan masyarakat menelusuri informasi pertanahan dan tata ruang melalui peta digital. Platform yang dapat diakses melalui...
img
Minggu, 18 Oktober 2026
Situbondo - Prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL bersama unsur Maritime Tactical Operations (MTO) Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) melaksanakan infiltrasi bawah air dalam simulasi penyiapan pantai pendaratan...
img
Minggu, 18 Oktober 2026
Bali - KRI Sultan Iskandar Muda (SIM)-367 dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada II bersama Helikopter Panther HS-1305 Puspenerbal melaksanakan latihan unsur laut dengan tiga kapal perang Angkatan Bersenjata Australia...

MEDIA INDONESIA NEWS