Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Inovasi pelayanan berbasis digital yang dikembangkan Pengadilan Agama (PA) Jakarta Pusat (Jakpus) menarik perhatian dunia internasional. Delegasi peradilan dari Zanzibar, Tanzania, melakukan kunjungan kerja untuk mempelajari sistem pelayanan modern, termasuk penerapan teknologi informasi dan penyelenggaraan sidang keliling internasional bagi warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri, Rabu (10/6).
Ketua Pengadilan Agama Jakarta Pusat, Muhammad Aliyuddin, S.Ag., MH., mengatakan transformasi digital merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperluas akses keadilan bagi masyarakat, termasuk WNI yang berada di luar negeri.
Salah satu inovasi unggulan yang dijalankan adalah pelaksanaan sidang keliling internasional untuk perkara itsbat nikah. Program tersebut memungkinkan WNI yang tinggal atau bekerja di luar negeri memperoleh kepastian hukum atas status perkawinannya tanpa harus kembali ke Indonesia.
Sepanjang 2025, PA Jakarta Pusat telah menangani 690 perkara itsbat nikah melalui sidang yang digelar di sejumlah kota di Malaysia, seperti Tawau, Johor Bahru, Kinabalu, dan Kuching, serta di Jeddah, Arab Saudi. Pada 2024, jumlah perkara yang ditangani juga mencapai 690 kasus melalui sidang di Kuala Lumpur, Kinabalu, Penang, Kuching, Johor Bahru, dan Tawau. Sementara pada 2023, sebanyak 712 perkara diselesaikan melalui sidang di Kuala Lumpur, Kinabalu, Tawau, dan Seoul, Korea Selatan.
Selain pelaksanaan sidang lintas negara, PA Jakarta Pusat juga mengembangkan Spesial Pro, sebuah aplikasi digital yang mengintegrasikan pengelolaan perkara itsbat nikah luar negeri. Platform tersebut dirancang untuk mempercepat proses administrasi, meningkatkan efisiensi pelayanan, serta memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan peradilan.
Keberhasilan inovasi tersebut menjadi alasan kunjungan delegasi Zanzibar yang dipimpin Hassan Othman Ngwali bersama sejumlah pejabat peradilan, hakim, dan mediator. Selama berada di PA Jakarta Pusat, rombongan memperoleh paparan mengenai transformasi digital peradilan serta meninjau langsung berbagai fasilitas pelayanan berbasis teknologi informasi.
Kunjungan diawali dengan prosesi penyambutan bernuansa budaya Jawa. Dalam kesempatan itu, Ketua PA Jakarta Pusat memasangkan blangkon kepada pimpinan delegasi sebagai simbol persahabatan dan penghormatan antarlembaga peradilan.
Dalam sesi diskusi, delegasi Zanzibar menunjukkan ketertarikan terhadap sistem pengawasan hakim dan aparatur peradilan di Indonesia, termasuk mekanisme pengawasan internal dan pemanfaatan Sistem Informasi Pengawasan (SIWAS) yang dikembangkan Mahkamah Agung RI sebagai kanal penyampaian pengaduan masyarakat.
Muhammad Aliyuddin menjelaskan bahwa sistem pengawasan dijalankan berdasarkan regulasi Mahkamah Agung RI dengan mekanisme yang terstruktur dan transparan. Ia juga menegaskan bahwa pengembangan aplikasi Spesial Pro merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan hukum yang lebih efektif bagi WNI di luar negeri.
Kunjungan tersebut turut didampingi Hakim Yustisial Yudi Hermawan, S.HI., serta Aisyah Kahar dari Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI. Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama internasional, berbagi pengalaman, serta mengembangkan praktik terbaik dalam pelayanan peradilan berbasis teknologi.
Melalui inovasi digital dan penyelenggaraan sidang lintas negara yang telah berjalan secara konsisten, Pengadilan Agama Jakarta Pusat terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan peradilan yang modern, inklusif, dan mampu menjangkau masyarakat Indonesia di berbagai belahan dunia.(LN)