Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
Klungkung-Mediaindonesianews.com: Advokat muda sekaligus pegiat adat dan seni, I Made Agus Ninahari Purnama, SH., yang akrab disapa Kadek Goye, menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Perbekel Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung. Langkah tersebut menandai komitmennya untuk mengabdikan pengalaman profesional dan kiprahnya di berbagai bidang demi mendorong pembangunan desa yang lebih maju, transparan, dan berdaya saing.
Keputusan Kadek Goye untuk maju dalam kontestasi pemilihan perbekel menjadi babak baru dalam perjalanan pengabdiannya kepada masyarakat. Setelah membangun karier sebagai advokat melalui Sapuh Jagat Law Office, ia memilih terjun langsung ke pemerintahan desa dengan membawa gagasan pembaruan tata kelola yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
Selama ini, Kadek Goye dikenal aktif dalam berbagai aktivitas sosial, adat, dan budaya. Selain menjalankan profesi sebagai pengacara, ia juga mengembangkan seni budaya Bali melalui Sanggar Sandhi Suara serta terlibat dalam sejumlah organisasi kemasyarakatan. Beragam pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting untuk membangun pemerintahan desa yang profesional, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan warga.
"Desa membutuhkan pemimpin yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya. Saya ingin menghadirkan pemerintahan desa yang terbuka, inovatif, serta mampu menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak demi kesejahteraan masyarakat," ujar Kadek Goye.
Dalam pencalonannya, ia mengusung visi membangun Desa Tusan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengembangan potensi seni dan budaya, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penerapan tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel.
Kadek Goye juga menilai bahwa kemajuan desa tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran pembangunan, tetapi juga oleh kemampuan pemimpin dalam membangun jejaring kerja sama dengan pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, maupun berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Menurutnya, relasi yang telah dibangun selama berkiprah di bidang hukum, organisasi, pemerintahan, dan dunia usaha diharapkan dapat membuka peluang investasi, program pemberdayaan, serta kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Tusan.
Pencalonannya sekaligus mencerminkan semangat regenerasi kepemimpinan di tingkat desa dengan menghadirkan figur muda yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan budaya Bali di tengah tantangan perkembangan zaman.
"Pengabdian tidak selalu harus dilakukan melalui profesi yang kita jalani. Bagi saya, menjadi Perbekel adalah panggilan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Saya ingin bekerja bersama masyarakat, mendengarkan aspirasi mereka, dan menjadikan Desa Tusan sebagai desa yang semakin berkualitas, maju, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai adat serta budaya Bali," tutupnya.
Dengan latar belakang sebagai praktisi hukum, pegiat seni budaya, serta aktivis organisasi, kehadiran Kadek Goye dalam bursa calon Perbekel Desa Tusan diharapkan dapat menghadirkan alternatif kepemimpinan yang mengedepankan profesionalisme, kolaborasi, serta pembangunan desa yang berkelanjutan tanpa meninggalkan identitas budaya lokal. (JB)