Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
Bekasi-Mediaindonesianews.com: Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) TRIAS Beauty School menutup Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Gold Tahun 2026 melalui kegiatan evaluasi dan penutupan pelatihan keterampilan Tata Rias Pengantin Sunda Siger Modern Modifikasi, Selasa (11/8).
Kegiatan tersebut menjadi momentum evaluasi pelaksanaan program sekaligus memperkuat kolaborasi antara lembaga pendidikan nonformal, pemerintah, dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dalam mencetak wirausaha muda yang mandiri dan adaptif.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD Dikmas) Dinas Pendidikan Kota Bekasi Nelwan Nelli Sampe, S.T., M.M., Lurah Jatiwarna Mohammad Subur Saleh, S.A.P., mitra penyelenggara, pelaku UMKM serta perwakilan dunia usaha dan industri.
Program PKW Gold 2026 yang diselenggarakan TRIAS Beauty School merupakan bagian dari upaya meningkatkan keterampilan masyarakat agar memiliki kemampuan berwirausaha. Pelaksanaan program berlangsung selama 42 hari dengan total 250 Jam Pelajaran (JPL) dan diikuti 29 peserta didik.
Selain keterampilan tata rias pengantin, peserta juga mendapatkan materi pendidikan karakter, etika profesi, soft skill, pemasaran digital, kewirausahaan dan manajemen usaha.
Perkuat Kolaborasi dengan Dunia Usaha
Dalam pelaksanaannya, LKP TRIAS Beauty School menggandeng sejumlah mitra, antara lain UMKM Red Berry Wedding, Sanggar Shafira, Sanggar Sabrina dan Sanggar Kalista.
Kolaborasi juga dilakukan dengan dunia usaha dan dunia industri, di antaranya PT Kosmetikatama Super Indah (Inez Cosmetic), Ivan Gunawan Cosmetics serta sektor perbankan melalui BRI dan BNI.
Kepala Bidang Pembinaan PAUD Dikmas Dinas Pendidikan Kota Bekasi Nelwan Nelli Sampe mengatakan program PKW perlu terus dikembangkan agar lulusannya tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia usaha.
“Ke depan, kami berharap lembaga penyelenggara program Pendidikan Kecakapan Wirausaha terus memperkuat kompetensi berbasis potensi lokal, mengintegrasikan keterampilan digital dalam proses pembelajaran, serta memperluas kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri. Langkah ini penting untuk mencetak wirausaha muda yang mandiri, inovatif, dan adaptif terhadap kebutuhan zaman,” ujar Nelwan.
Menurutnya, pelatihan tata rias pengantin memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha mandiri. Karena itu, peserta diharapkan tidak berhenti setelah menyelesaikan pelatihan, tetapi mampu mengembangkan keterampilan yang diperoleh menjadi sumber pendapatan.
“Tentunya, kami dari Dinas Pendidikan Kota Bekasi senang ada pendidikan dari LKP TRIAS Beauty School ini. Terlebih, mereka disiapkan untuk langsung berwirausaha di bidang Tata Rias Pengantin,” katanya.
Nelwan juga menyampaikan apresiasi kepada LKP TRIAS Beauty School yang telah menyelesaikan program PKW Gold 2026.
“Selamat kepada LKP TRIAS Beauty School yang sudah menyelesaikan kegiatan program Pendidikan Kecakapan Wirausaha di bidang kursus kecantikan tata rias pengantin. Semoga ke depan LKP TRIAS Beauty School semakin jaya, semakin maju, sukses terus, semangat terus dan tetap berjuang untuk pendidikan di Kota Bekasi,” ujarnya.
Peserta Dibekali Stimulus Rintisan Usaha
Selain memperoleh keterampilan dan materi kewirausahaan, para peserta juga mendapatkan stimulus berupa alat dan bahan untuk mendukung rintisan usaha.
Paket tersebut antara lain kosmetik, rak susun, tas beauty case dan berbagai peralatan tata rias pengantin yang dapat digunakan sebagai modal awal menjalankan usaha.
Lurah Jatiwarna Mohammad Subur Saleh turut mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat berkelanjutan sehingga semakin banyak generasi muda memperoleh kesempatan meningkatkan keterampilan.
“Semoga kegiatan program Pendidikan Kecakapan Wirausaha ini berkesinambungan terus dan bermanfaat, khususnya bagi generasi-generasi muda yang ingin menuntut ilmu atau meningkatkan skill pada dirinya dalam bidang kecantikan tata rias pengantin. Untuk LKP TRIAS Beauty School sukses terus,” ujar Subur.
Sementara itu, Pimpinan LKP TRIAS Beauty School Hj. Iin Susilawaty, S.Pd., M.M., mengatakan program tersebut dirancang agar peserta tidak hanya menguasai teknik tata rias, tetapi juga memiliki bekal untuk mengelola usaha secara mandiri.
Menurut Iin, durasi pelatihan yang berlangsung 42 hari dengan 250 JPL tersebut memadukan teori dan praktik agar peserta memiliki pengalaman yang lebih aplikatif.
“Peserta akan dibekali materi pembelajaran mengenai pendidikan karakter atau etika jabatan, etika profesionalisme, softskill, digital marketing, dan kewirausahaan juga management usaha,” ujar Iin.
Ia mengaku bangga karena sejumlah peserta bahkan sudah berani menerima pekerjaan merias sebelum seluruh rangkaian pelatihan selesai.
“Di antara mereka sudah berani menerima job rias sebelum pelatihan kursus selesai, bahkan di momen besar seperti Hari Ulang Tahun Kemerdekaan. Sangat senang, bahagia dan bangga melihat mereka langsung tancap gas berani berkarya dengan cepat,” katanya.
Iin berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat menjadi bekal untuk membangun usaha sekaligus membuka peluang kerja baru di bidang tata rias pengantin.
“ khususnya di bidang tata rias pengantin, saya berharap banyak para pengusaha terlahir dari lembaga kami,” tutup Iin.
Program PKW Gold 2026 tersebut diharapkan tidak berhenti pada selesainya pelatihan, tetapi berlanjut pada pendampingan dan pengembangan usaha peserta sehingga mampu menciptakan wirausaha baru serta ikut menggerakkan potensi ekonomi lokal Kota Bekasi.(red)