Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
Banjarmasin-Mediaindonesianews.com: Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat ditunjukkan relawan di Banjarmasin dengan membagikan masker gratis kepada pengguna jalan di kawasan perempatan bawah flyover, Sabtu (22/8).
Aksi sosial tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang beraktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap. Masker dibagikan kepada pengendara sepeda motor, sopir, pedagang, hingga warga yang melintas di kawasan tersebut.
Apri Wilianto, S.Kep salah satu relawan mengatakan bahwa, pembagian masker merupakan langkah sederhana untuk membantu masyarakat mengurangi paparan udara yang kurang baik, khususnya bagi warga yang harus beraktivitas di luar ruangan.
“Ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat. Mudah-mudahan masker yang kami bagikan bisa membantu warga, terutama mereka yang setiap hari harus beraktivitas di luar ruangan,” ujar Apri.
Ia bersama sejumlah rekannya juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap, terutama terhadap kesehatan saluran pernapasan. Penggunaan masker dinilai menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan masyarakat ketika berada di luar rumah.
Selain menggunakan masker, masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan serta menjaga kondisi tubuh dengan cukup istirahat dan memenuhi kebutuhan cairan.
Apri juga meminta warga segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, pilek, sesak napas, atau mata terasa perih yang tidak kunjung membaik.
Pembagian masker tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah pengguna jalan mengaku terbantu karena mendapatkan masker secara cuma-cuma saat melintas di lokasi kegiatan.
Aksi tersebut sekaligus menjadi ajakan kepada berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan lingkungan. Di tengah potensi gangguan akibat kabut asap, kesadaran masyarakat untuk melindungi diri dan membantu sesama dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan bersama.
Seperti diketahui kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda berbagai wilayah di Pulau Kalimantan pada Agustus 2026, menyebabkan kualitas udara memburuk hingga kategori berbahaya, mengganggu jarak pandang dan aktivitas warga, serta berdampak lintas batas negara ke Sarawak, Malaysia.(red)