Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
Bangli-Medaindonesianews.com: Pelestarian kain tradisional Bali terus didorong melalui pengembangan industri fashion dan ekonomi kreatif. Sebanyak 30 model memperagakan karya tujuh desainer muda Bali dalam Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hitakara” yang digelar di Alun-Alun Kota Bangli, Kamis (10/9).
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang peragaan busana berbasis wastra Bali, tetapi juga ruang promosi dan pemasaran produk kerajinan serta fashion lokal. Acara dihadiri Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, Sekretaris Daerah, dan pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli.
Kehadiran jajaran pimpinan daerah menjadi bentuk dukungan Pemkab Bangli terhadap pengembangan industri kecil dan menengah (IKM), khususnya sektor kerajinan dan fashion yang mengangkat kekayaan budaya lokal.
Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Koster, mengatakan pelestarian wastra tidak cukup hanya dilakukan dengan menjaga kain tradisional sebagai warisan budaya. Kain tersebut harus terus digunakan dan dikembangkan agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat masa kini.
“Perajin kain endek kita semakin sedikit dan tergerus karena minimnya masyarakat Bali yang memilih endek sebagai bahan sandang. Oleh karena itu, upaya memperkenalkan kain endek dalam bentuk busana terus saya lakukan,” ujar Putri Koster.
Menurutnya, kegiatan fashion berbasis wastra yang digelar secara bergiliran setiap bulan di berbagai daerah di Bali diharapkan mampu mendorong masyarakat menjadikan busana berbahan kain tradisional sebagai bagian dari pakaian kerja maupun busana sehari-hari.
Tujuh Desainer Tampilkan Kreasi Wastra
Dalam road show di Bangli, tujuh desainer muda Bali menampilkan karya mereka, yakni A Tiga by Turah Mayun, Taksu Design by Adhi Taksu, Agung Bali Collection by Agung Indira, Limas Boutique by Yenni Limas, Deluxe Design by Dayu Dian, Ipong Design by Ipong, serta Body & Mind Bali by Dayu Karang.
Karya-karya tersebut menunjukkan bahwa kain tradisional Bali memiliki ruang luas untuk dikembangkan melalui desain modern, tanpa menghilangkan identitas dan nilai budaya yang melekat di dalamnya.
Konsep kegiatan juga tidak berhenti pada peragaan busana. Para undangan dapat langsung memilih dan membeli karya yang ditampilkan. Pola tersebut menjadikan “Wastra Hitakara” sebagai ruang yang mempertemukan pelestarian budaya, kreativitas desainer, promosi produk, dan pasar.
Pemkab Bangli Buka Ruang Promosi IKM
Ketua Dekranasda Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, mengapresiasi dipilihnya Bangli sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hitakara”.
Ia menilai kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi pelaku IKM untuk memperlihatkan kemampuan sekaligus memperkenalkan produk unggulan kepada masyarakat yang lebih luas.
Menurut Sariasih, perkembangan IKM di Kabupaten Bangli menunjukkan tren positif, baik dari sisi kualitas maupun keragaman produk. Namun, peningkatan kualitas tersebut perlu diimbangi dengan ruang promosi dan pemasaran yang lebih luas.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang dan kesempatan kepada para pelaku IKM Bangli untuk menampilkan hasil karya terbaiknya. Kita ingin produk lokal Bangli tidak hanya mampu bertahan, tetapi terus berkembang, memiliki nilai tambah, serta mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional,” tutur Sariasih.
Dukungan Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta bersama Wakil Bupati I Wayan Diar dalam kegiatan tersebut memperlihatkan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang bertumpu pada potensi masyarakat dan kekayaan budaya daerah.
Pengembangan fashion berbasis wastra Bali diperkuat melalui tiga program utama Dekranasda Provinsi Bali, yaitu Dekranasda Bali Fashion Day, Dekranasda Bali Fashion Week, dan Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hitakara”.
Melalui rangkaian program tersebut, wastra Bali diharapkan tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga berkembang menjadi produk kreatif bernilai ekonomi, membuka peluang kerja, serta meningkatkan daya saing perajin dan pelaku IKM Bali. (JB)