bendera

Senin, 06 April 2026    13:01 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

BREAKING NEWS
 


Krisis Minat Sekolah Negeri, SMAN 1 Marga Hanya Dapat 43 Siswa Baru


Jro Budi,    23 Juli 2025,    18:20 WIB

Krisis Minat Sekolah Negeri, SMAN 1 Marga Hanya Dapat 43 Siswa Baru
Kepala SMA Negeri 1 Marga, I Wayan Dedi Armana, saat memantau pelaksanaan MPLS bagi 43 siswa baru tahun ajaran 2025/2026. (Foto: ist)

Tabanan-Mediaindonesianews.com: Fenomena mengejutkan kembali terjadi di dunia pendidikan daerah. SMAN 1 Marga, salah satu sekolah negeri di Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, hanya berhasil menjaring 43 siswa baru dari total kuota 432 pada tahun ajaran 2025/2026. Jumlah ini jauh di bawah potensi lokal, mengingat terdapat lebih dari 650 lulusan SMP setiap tahunnya di wilayah tersebut.


Kepala SMAN 1 Marga, I Wayan Dedi Armana, mengungkapkan bahwa situasi ini bukan hal baru. Tahun lalu, sekolahnya hanya menerima 33 siswa baru. Meski sempat ada 64 calon siswa yang lolos seleksi tahun ini, hanya 43 yang melakukan daftar ulang dan hadir saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimulai.

“Masih seperti tahun lalu. Hanya beda angka saja,” kata Dedi lirih saat ditemui di ruang guru. Ia mengaku prihatin dan menyebut fenomena ini sebagai refleksi pergeseran pilihan pendidikan siswa dan orang tua.

Menurut Dedi, banyak lulusan SMP di Marga lebih memilih melanjutkan pendidikan ke SMK atau ke SMA favorit di pusat kota. Alasannya beragam, mulai dari persepsi tentang fasilitas yang lebih lengkap, peluang kerja lebih tinggi di SMK, hingga faktor gengsi.


“SMK di Tabanan penuh semua. Satu rombongan belajar maksimal 36 siswa. Mereka berebut masuk karena dianggap lebih menjanjikan secara keterampilan,” jelasnya.

Fenomena serupa juga terjadi di sejumlah sekolah negeri lain di kawasan pinggiran Tabanan diantaranya SMAN 1 Baturiti: 95 siswa baru. SMAN 1 Penebel: 98 siswa dan SMAN 1 Kerambitan: 75 siswa

Hanya beberapa sekolah seperti SMAN 1 Tabanan, SMAN 2 Tabanan, dan SMAN 1 Kediri yang berhasil memenuhi kuota. Sementara sekolah di kawasan lebih terpencil seperti Pupuan dan Selemadeg relatif stabil karena minimnya alternatif pilihan sekolah lain.

Dedi menegaskan, pihaknya tetap membuka kemungkinan menerima siswa pada gelombang akhir, termasuk mereka yang belum mendapat sekolah meskipun MPLS telah selesai.

Namun ia menyadari bahwa solusi jangka panjang tidak hanya bergantung pada sistem zonasi atau kuota, tetapi pada transformasi citra dan kualitas pendidikan sekolah daerah.

“Sekolah perlu punya program unggulan yang relevan dengan potensi lokal, seperti pertanian digital, UMKM, atau inkubator wirausaha muda,” ujar Dedi.

Pengamat pendidikan di Tabanan juga menyatakan bahwa krisis minat ini berakar dari masalah persepsi dan kurangnya inovasi lokal, bukan semata karena lokasi atau fasilitas fisik. Jika tidak segera diatasi, kursi-kursi kosong di sekolah negeri pinggiran akan terus menjadi simbol ketimpangan dan kegagalan sistem zonasi pendidikan.


banner
NASIONAL
img
Jumat, 03 April 2026
Lebanon - United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menyelenggarakan upacara Memorial Service sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur dalam misi perdamaian dunia di
img
Jumat, 03 April 2026
Jakarta - Dalam rangka mempererat kemitraan strategis dan diplomasi militer antara Indonesia - Malaysia, Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto menerima Courtesy Call Panglima Angkatan Tentera Malaysia (ATM), Jeneral Datuk
img
Jumat, 03 April 2026
Jakarta - Ketua Umum Dharma Pertiwi dan Ibu Asuh Wanita TNI Ny. Evi Agus Subiyanto memimpin langsung kegiatan donor darah serentak dalam rangka Apel Bersama Wanita TNI dan peringatan HUT
img
Kamis, 02 April 2026
Sulut - Reaksi cepat TNI ditunjukkan dengan segera mengerahkan prajurit pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Provinsi Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026). Melalui prajurit Kodam XIII/Merdeka, TNI
img
Kamis, 02 April 2026
Sumut-Mediaindonesianews.com: Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan kawasan Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di
img
Kamis, 02 April 2026
Palu-Mediaindonesianews.com: Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan pembatasan alih fungsi lahan sawah sebagai langkah strategis menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ketidakpastian

MEDIA INDONESIA NEWS