bendera

Kamis, 04 Juni 2026    06:34 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

BREAKING NEWS
 


Refleksi 80 Tahun Indonesia Merdeka, Prof Didin: Ketimpangan Ekonomi Terburuk, Indonesia Tertinggal Jauh


Tim Red,    03 Agustus 2025,    14:55 WIB

Refleksi 80 Tahun Indonesia Merdeka, Prof Didin: Ketimpangan Ekonomi Terburuk, Indonesia Tertinggal Jauh
Istimewa

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Menjelang peringatan 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, Ketua Dewan Pakar Asosiasi Pengusaha Pribumi Indonesia (Asprindo), Prof Didin Damanhuri, mengungkapkan kondisi ekonomi nasional yang dinilainya berada dalam situasi memprihatinkan. Ia menegaskan bahwa Indonesia mengalami ketertinggalan signifikan dibandingkan negara-negara yang dulu memiliki level pembangunan serupa.


Refleksi 80 Tahun Indonesia Merdeka, Prof Didin: Ketimpangan Ekonomi Terburuk, Indonesia Tertinggal Jauh

"Negara-negara seperti Korea Selatan, Malaysia, dan Thailand yang di tahun 1970-an sejajar dengan Indonesia, kini jauh melampaui kita. Korea Selatan memiliki PDB per kapita Rp30 ribu, Malaysia Rp14 ribu, dan Thailand Rp8 ribu. Sementara Indonesia masih Rp5 ribu," ujar Prof Didin dalam diskusi ekonomi, Minggu (3/8/2025).

Ia menekankan bahwa meskipun Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita bukan satu-satunya tolok ukur kesejahteraan, namun tetap menjadi indikator awal yang penting dalam menilai kemajuan suatu bangsa.

Lebih lanjut, Prof Didin menyampaikan bahwa Indonesia juga mengalami ketimpangan ekonomi yang sangat mencolok. Mengutip indeks oligarki Jeffrey Winters, ia menyebut bahwa sejak 2014 Indonesia menempati peringkat kedua terburuk di dunia, dan saat ini kemungkinan menjadi yang terburuk.


Refleksi 80 Tahun Indonesia Merdeka, Prof Didin: Ketimpangan Ekonomi Terburuk, Indonesia Tertinggal Jauh

"Berdasarkan buku Oligarchy karya Winters, kekayaan 40 orang terkaya Indonesia tahun 2024 mencapai 1.056.000 kali lipat dari rata-rata pendapatan penduduk. Bandingkan dengan Amerika Serikat yang hanya sekitar 20.000 kali lipat," jelasnya.

Ketimpangan tersebut, menurutnya, memperlihatkan konsentrasi kekayaan yang menciptakan konsentrasi kekuasaan. Hal ini turut memperparah struktur ekonomi yang dinilai tidak inklusif.

Ia juga menyoroti siapa yang sebenarnya menikmati pertumbuhan ekonomi Indonesia yang secara rata-rata mencapai 5 persen sejak era reformasi.

"Pertumbuhan ini hanya dinikmati segelintir orang, yang disebut sebagai oligarki. Data Credit Suisse tahun 2003 mencatat kekayaan empat orang terkaya di Indonesia setara dengan kekayaan 100 juta rakyat Indonesia. Sekarang mungkin lebih buruk," ujarnya.

Prof Didin juga menyinggung persoalan penurunan daya beli masyarakat bawah, yang terlihat dari nilai tukar petani dan nelayan yang berada di bawah angka 100. Gini ratio Indonesia yang berada di angka 0,4, menurutnya mencerminkan ketimpangan serius.

"Data World Bank menunjukkan bahwa hampir 40 persen penduduk Indonesia hidup dengan pengeluaran kurang dari 2 dolar per hari. Jauh dari klaim resmi yang menyebut hanya 9 persen. Jika dihitung berdasarkan paritas daya beli, tiga per empat penduduk Indonesia sebenarnya berada di bawah garis kemiskinan," paparnya.

Ia juga membandingkan situasi ini dengan masa pemerintahan Presiden Soeharto, yang menurutnya lebih menjamin stabilitas harga kebutuhan pokok dan memiliki strategi pangan yang terarah.

"Sejak swasembada pangan tahun 1984 hingga akhir masa jabatannya, kebutuhan pokok rakyat dijamin. Pertumbuhan ekonomi pernah menyentuh angka 7,5 hingga 8 persen. Pascareformasi, hanya satu-dua tahun ada kebijakan serupa, seperti di era Menteri Pertanian Anton Apriantono. Setelah itu hilang,” jelasnya.

Refleksi ini menjadi pengingat keras bahwa dalam usia 80 tahun kemerdekaannya, Indonesia masih harus berjuang keras untuk mewujudkan keadilan ekonomi yang sesungguhnya.***


banner
NASIONAL
img
Rabu, 03 Juni 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto diwakili oleh Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun menyambut kedatangan Satgas TNI Kontingen Garuda (Konga) United Nations Interim
img
Rabu, 03 Juni 2026
Singapura - Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard T.H. Tampubolon, S.H., M.M. memimpin Delegasi Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada penyelenggaraan Sidang ke-22 TNI-Singapore Armed Forces Annual Staff Meeting
img
Rabu, 03 Juni 2026
Tangerang-Mediaindonesianews.com: Kehadiran layanan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Tangerang dinilai mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi dan layanan pertanahan secara terintegrasi
img
Rabu, 03 Juni 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mendampingi Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan resmi Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Negara Urusan Pertahanan Negara Qatar,
img
Selasa, 02 Juni 2026
Jakarta - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-60, Ikatan Kesejahteraan Keluarga TNI (IKKT) Pragati Wira Anggini (PWA) berhasil memecahkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui kegiatan Vaksinasi Campak
img
Senin, 01 Juni 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Wakil Panglima TNI beserta para Kepala Staf Angkatan menghadiri upacara pemakaman militer Menteri Pertahanan Republik Indonesia periode 2014 s.d. 2019, Almarhum

MEDIA INDONESIA NEWS