Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
Jakarta, Media Indonesia News - Kondisi new normal dampak wabah Covid 19 tidak dapat diprediksi kapan akan berakhir, membuat seluruh lapisan masyarakat wajib mengikuti tatanan baru dalam melanjutkan kehidupan ini. Pola yang terjadi banyak semua sektor kehidupan ini akan dilaksanakan secara digital.
Dibidang perekonomian jika pelaku usaha menengah ke bawah masih alergi dan malas menggunakan teknologi informasi, mengakibatkan usahanya tidak akan berjalan lancar dan kemungkinan besar akan bangkrut.
Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa, pemerintah mendorong pemerintahan desa seluruh Indonesia untuk mendirikan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) agar potensi SDA dan SDM di desa dapat terus dibina dan dikembangkan guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat desa.
E-commerce terbukti menjadi jalan yang tepat untuk mempertahankan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat terutama untuk para UMKM yang merupakan tulang punggung perekonomian negara.
Dari e-commerce yang sedang tumbuh pesat ternyata tidak ada satupun yang memfokuskan dan mengkhususkan untuk meningkatkan dan menyebarluaskan pemasaran produk barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh Bumdes di Indonesia. Padahal Bumdes adalah badan usaha resmi yang berada di wilayah masyarakat desa yang menjadi ujung tombak perekonomian negara.
Pekan ini Rabu, 16/5/2021 di Pusat Bisnis Thamrin City Jakarta Pusat telah diluncurkan Bumdespedia yang siap menghadapi tantangan bagaimana Bumdes di seluruh Indonesia dapat berkembang dengan pesat dan menjadi kekuatan pertumbuhan ekonomi Indonesia terutama untuk meningkatkan penghasilan masyarakat desa di masa sekarang sampai seterusnya di masa yang akan datang.
Di acara peluncuruan tersebut CEO yang sekaligus pendiri Bumdespedia, Iwan Ridwan mengatakan, “Bumdespedia.com dibangun dengan tampilan toko online dengan nama tiap Bumdes, yang mempermudah siapapun untuk memilih produk barang dan jasa yang dijual oleh tiap Bumdes diseluruh Indonesia”, ujarnya.
Ditanyakan tentang masih banyaknya pengelola Bumdes yang malas dan menghindar memanfaatkan sistem pemasaran online, Iwan Ridwan menjawab, “ Hal itu merupakan salah satu kendala besar yang menghambat majunya usaha Bumdes di Indonesia, maka untuk mengatasi hal ini para admin Bumdespedia akan membantu memposting gambar dan deskripsi produk barang dan jasa tiap Bumdes”, tegasnya.
Lebih lanjut Direktur Operasional Bumdespedia, Arianto menjelaskan “ Pengelola Bumdes cukup mengirimkan foto produk dan deskripsinya, maka produk barang dan jasanya akan tertayang pada toko online Bumdesnya yang sudah kami bangun pada Bumdespedia, tiap Bumdes dapat mengirimkan foto berbagai produk barang dan jasa sebanyak-banyaknya”, ujar Arianto.
“Untuk meningkatkan pendapatan masyarakat desa, disarankan agar Bumdes menyertakan produk masyarakat”, tukas Arianto.
Dalam platform teknis pemasarannya Bumdespedia mensharekan tayangan produk Bumdes ke jutaan nomor whatsapp masyarakat di 514 kabupaten kota di seluruh Indonesia.
Transaksi pembayaran dilakukan oleh pembeli langsung ke masing-masing Bumdes. Pembeli dan Bumdes dapat melalukan komunikasi melalui whatsappnya dan via chat sampai deal.
“ Tujuan Bumdespedia sejalan dengan tujuan Bumdes dalam Permendesa PDT dan Transmigrasi No. 4 tahun 2015 yaitu meningkatkan perekonomian desa, meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi desa”, ujar Iwan Ridwan.
“Kami tidak bermimpi ingin menjadi besar seperti Tokopedia, Shopee atau yang lainnya yang sudah menjadi raksasa e-commerce di Indonesia. Cita-cita kami bagaimana usaha Bumdes di seluruh Indonesia dapat dibantu dengan kehadiran Bumdespedia ini, sehingga masyarakat desa dapat merasakan peningkatan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya”, pungkas Iwan Ridwan.
“Dengan peluncuruan ini kami akan langsung menginformasikan keberadaan Bumdespedia ke nomor kontak Bumdes dan semoga terjalin kebersamaan untuk sama-sama berusaha meningkatkan penghasilan masyarakat desa melalui Bumdespedia”, pungkas Arianto.