Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menggelar Sekolah Pelopor bertajuk "Perkuat Ideologi, Tinggikan Politik, Perluas Organisasi" di Mess Aceh Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/7). Forum kaderisasi tersebut menghadirkan narasumber dari unsur diplomatik, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat untuk membahas isu-isu strategis mulai dari situasi global, tata kelola pemerintahan, demokrasi, hingga kemandirian energi nasional.
Perwakilan Kedutaan Besar Republik Kuba untuk Indonesia, Dagmar Gonzales Grau, memaparkan kondisi Kuba yang masih menghadapi tekanan ekonomi dan krisis energi akibat sanksi Amerika Serikat. Ia menjelaskan keterbatasan pasokan minyak membuat Kuba baru mampu memenuhi sekitar 40 persen kebutuhan energinya, namun pemerintah negara tersebut tetap berupaya mempertahankan kedaulatan, kemerdekaan, dan hak menentukan nasib sendiri.
Dari sektor pemerintahan daerah, Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten, Yudi Budi Wibowo, menjelaskan mekanisme penyusunan anggaran dan pelaksanaan pembangunan daerah. Menurutnya, alokasi anggaran difokuskan pada sektor prioritas seperti pendidikan, infrastruktur, dan belanja pegawai sesuai ketentuan perundang-undangan.
Yudi juga menegaskan bahwa setiap program yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan pembangunan wajib dijalankan oleh pemerintah yang sedang menjabat, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di sisi lain, pemerintah terus melakukan efisiensi anggaran dan memperkuat pengawasan guna mencegah terjadinya penyimpangan yang berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum.
Sementara itu, Wakil Menteri Hak Asasi Manusia RI, Mugiyanto Sipin, menekankan pentingnya organisasi mahasiswa sebagai ruang pembinaan kader yang berorientasi pada penguatan demokrasi, hak asasi manusia, kesejahteraan, dan keadilan sosial. Ia menilai mahasiswa sebagai agent of change harus memanfaatkan akses pendidikan untuk meningkatkan kapasitas intelektual sekaligus memperkuat kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
Menurut Mugiyanto, perjuangan mahasiswa tidak cukup berhenti pada diskusi akademik, tetapi perlu diwujudkan melalui keterlibatan aktif dalam menyampaikan aspirasi dan mengawal kebijakan publik.
Di bidang energi, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Prof. Ahmad Erani Yustika, memaparkan strategi pemerintah menuju kemandirian energi nasional. Pemerintah terus mengoptimalkan produksi energi fosil sekaligus mempercepat pengembangan energi baru terbarukan sebagai bagian dari bauran energi nasional.
Selain itu, pemerintah memperluas rasio elektrifikasi melalui Program Listrik Desa dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), terutama di kawasan Indonesia timur. Pemerintah juga tengah menyusun peta jalan hilirisasi investasi hingga 2040 guna meningkatkan nilai tambah sumber daya alam melalui pengembangan industri pengolahan di dalam negeri.
Melalui Sekolah Pelopor, LMND berupaya memperkuat kapasitas ideologis, politik, dan organisatoris kader dengan mempertemukan peserta bersama para pemangku kepentingan dari berbagai sektor untuk membahas tantangan pembangunan nasional dan dinamika global. (FF)