bendera

Jumat, 03 April 2026    06:38 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

OPINI
 


Jokowi Perlu Bentuk Blok Politik Koalisi Rakyat Terpisah Dari Koalisi Partai Untuk Pemerintahannya


tim red,    06 April 2023,    12:22 WIB

Jokowi Perlu Bentuk Blok Politik Koalisi Rakyat Terpisah Dari Koalisi Partai Untuk Pemerintahannya
Yudi Syamhudi Suyuti

Oleh : Yudi Syamhudi Suyuti


Mediaindonesianews.com: Saat ini berbagai blok koalisi politik dari partai-partai peserta pemilu mulai dibentuk. Kami pikir blocking partai-partai politik tidak terlalu menguntungkan kepemimpinan Jokowi dan rakyat banyak.

Karena blok-blok politik dalam Koalisi Besar, Koalisi Indonesia Raya atau Koalisi Perubahan lebih memfokuskan pada kompetisi politik pemilu 2024. Baik itu Pileg, Pilpres hingga Pilkada.

Sementara saat ini Jokowi memerlukan Blok Politik Koalisi Rakyat dan Pemerintah dalam hal menuntaskan program-program pembangunannya.


Selain dari program pembangunannya yang telah berjalan, Jokowi memerlukan perubahan ekonomi Rakyat dalam hal penghapusan kemiskinan. Dan hal ini dibutuhkan dengan segera tanpa harus menunggu hasil Pemilu 2024.

Jokowi sebagai Presiden memerlukan Blok Koalisi Rakyat yang militan, agar mampu memberikan kekuatan Rakyat paling mendasar. Yaitu tidak ada satu orang Rakyat Indonesia yang memiliki beban hutang, tidak ada satu orangpun Rakyat yang tidak bisa makan, tidak ada yang tidak bisa sekolah dan mampu memiliki daya beli yang kuat.

Dan kerja serta tanggung jawab Jokowi sebagai Presiden harus dikerjakan dalam waktu yang sangat cepat. Melebihi waktu yang standart. Ini harus dicapai sebelum Jokowi selesai dari tugasnya sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi harus berani memisahkan kepentingan politik Pemerintahan dan Rakyatnya dengan kepentingan partai-partai politik 2024.

Biarkan partai-partai mencari sumber daya logistik dan modal biaya politiknya sendiri. Sedangkan Presiden Jokowi fokus selesaikan programnya dan hapuskan kemiskinan Rakyat dengan kekuatan anggaran, otoritasnya dan segala kekuatannya sebagai Presiden bersama Blok Koalisi Rakyat.

Sudah cukup dukungan Jokowi sebagai Presiden ke partai-partai politik dan bakal calon-calon Presiden atau Wakil Presiden. Itu sudah lebih dari cukup.

Untuk itu dalam waktu yang sangat singkat ini. Presiden Jokowi memerlukan perombakan besar-besaran dalam Pemerintahannya, agar tidak terseret kepentingan Pemilu 2024.

Perombakan ini penting, agar kepentingan pembangunannya benar-benar tidak ada kaitannya dengan Pemilu 2024. Hal ini seperti yang telah Presiden sampaikan berkali-kali, bahwa urusan Pemilu, Capres dan Cawapres adalah urusan Partai.

Pada akhirnya, Presiden memang perlu ambil tindakan, yaitu Pemerintahannya tidak lagi diisi kader-kader Partai Politik. Pilihannya bisa mengundurkan dari Partai Politik atau diganti oleh orang-orang non partisan yang mampu membangun Blok Koalisi Rakyat dan Pemerintah. Hal ini demi penuntasan program Presiden Jokowi sekaligus menggapuskan kemiskinan di Indonesia secara cepat dan revolusioner sebagai terusan dan finalisasi Revolusi Mental.

Penulis adalah : Koordinator Eksekutif JAKI (Jaringan Aktivis Kemanusiaan Internasional)


banner
NASIONAL
img
Kamis, 02 April 2026
Sulut - Reaksi cepat TNI ditunjukkan dengan segera mengerahkan prajurit pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Provinsi Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026). Melalui prajurit Kodam XIII/Merdeka, TNI
img
Kamis, 02 April 2026
Sumut-Mediaindonesianews.com: Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan kawasan Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di
img
Kamis, 02 April 2026
Palu-Mediaindonesianews.com: Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan pembatasan alih fungsi lahan sawah sebagai langkah strategis menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ketidakpastian
img
Rabu, 01 April 2026
Palu-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggandeng kalangan akademisi untuk mempercepat legalisasi tanah wakaf di Indonesia. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara
img
Rabu, 01 April 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Transformasi digital layanan pertanahan yang dijalankan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus diperkuat dengan menyeimbangkan kemudahan layanan, keamanan data, dan kepastian hukum. Menteri
img
Rabu, 01 April 2026
Jakarta - Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta menggelar sidang perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan satelit Navayo periode 2012–2021 pada hari Selasa (31/3/2026), di ruang sidang utama Pengadilan Militer Tinggi

MEDIA INDONESIA NEWS