bendera

Jumat, 02 Oktober 2026    09:08 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

OPINI
 


Saatnya Tokoh Bangsa Mendinginkan Situasi, Bukan Memprovokasi


Tim Red,    06 September 2025,    20:41 WIB

Saatnya Tokoh Bangsa Mendinginkan Situasi, Bukan Memprovokasi
Istimewa

Oleh: Yudi Syamhudi Suyuti


Rangkaian kerusuhan yang terjadi antara 25 hingga 31 Agustus 2025 menjadi pelajaran pahit bagi kita semua. Amuk massa, perusakan fasilitas umum, hingga penjarahan yang meluas tidak hanya mengacaukan stabilitas negara, tetapi juga meninggalkan luka sosial yang mendalam.

Namun, di balik situasi genting tersebut, langkah cepat Presiden Prabowo yang memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk menenangkan keadaan patut diapresiasi. Arahan Presiden terbukti mampu meredam kegaduhan tanpa menimbulkan tindakan represif berlebihan dari aparat. Ini adalah contoh kepemimpinan yang tegas namun tetap menjaga nilai kemanusiaan.

Justru dari peristiwa inilah kita perlu berkaca. Para tokoh politik, tokoh masyarakat, maupun pemimpin lokal yang memiliki pengaruh besar hendaknya memilih jalan untuk mendinginkan situasi. Mereka perlu mengajak masyarakat menyalurkan aspirasi dengan cara yang bermartabat, lewat jalur demokrasi yang tersedia. Provokasi yang mendorong amuk massa, apalagi ajakan untuk menyerang Presiden atau simbol negara, hanya akan menjerumuskan bangsa pada kerusakan yang lebih besar.


Demokrasi yang sehat harus dibangun dengan kepala dingin, bukan dengan emosi massa. Stabilitas politik, sosial, dan ekonomi merupakan syarat utama untuk menjaga arah pembangunan nasional. Tanpa stabilitas, demokrasi mudah tergelincir menjadi anarki.

Presiden Prabowo sendiri sudah menegaskan komitmennya terhadap perlindungan praktik demokrasi. Beliau memerintahkan jajarannya untuk konsisten menjalankan konstitusi, menghormati kebebasan berpendapat, berserikat, dan menyampaikan aspirasi sesuai hukum nasional maupun internasional. Ini harus dijaga bersama, baik oleh pemerintah maupun masyarakat.

Di sinilah peran tokoh-tokoh bangsa menjadi penting. Mereka memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat, sehingga suara mereka lebih mudah didengar. Alih-alih memanaskan situasi, tokoh bangsa sebaiknya menjadi penyejuk, menyebarkan gagasan keadilan dan perbaikan bangsa secara kritis namun konstruktif.

JAKI Kemanusiaan Inisiatif mendukung langkah-langkah Presiden, Pimpinan DPR, dan masyarakat sipil untuk membangun demokrasi partisipatif tanpa provokasi. Sebab, kerusuhan dan amuk massa pada akhirnya hanya akan menimbulkan kerugian besar, terutama bagi rakyat miskin yang selalu menjadi pihak paling terdampak.

Kita harus belajar dari tragedi ini: demokrasi sejati bukanlah teriakan di jalanan yang berujung kerusuhan, melainkan keberanian menyuarakan kebenaran melalui jalur yang damai dan bermartabat.

 

Penulis Adalah: Koordinator Eksekutif JAKI Kemanusiaan Inisiatif


banner
NASIONAL
img
Kamis, 01 Oktober 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R dan para Kepala Staf Angkatan menghadiri Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026...
img
Kamis, 01 Oktober 2026
Jakarta - Asisten Personel (Aspers) Panglima TNI Marsda TNI Djohn Amarul, S.A.B., M.A. memimpin Sidang Pantukhir Tahap II Penerimaan Perwira PSDP Penerbang TNI Tahun Anggaran 2026, yang berlangsung di Aula...
img
Kamis, 01 Oktober 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Layanan Peralihan Hak Terintegrasi (PERINTIS) 10 Hari yang diterapkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memberikan kepastian waktu dalam proses balik nama sertipikat tanah. Layanan ini menargetkan...
img
Kamis, 01 Oktober 2026
Jakarta - Mabes TNI menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 yang dipimpin Pa Sahli Tk. III Bid. Komsos Panglima TNI Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, S.Sos., M.M.,...
img
Kamis, 01 Oktober 2026
Kalbar - Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R mendampingi Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dalam acara penganugerahan Satyalancana Dharma Samudera kepada 361 personel Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF)...
img
Rabu, 30 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Memasuki 66 tahun lahirnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengakselerasi sejumlah program strategis di bidang...

MEDIA INDONESIA NEWS