bendera

Senin, 18 Mei 2026    16:30 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

OPINI
 


Presiden dalam Krisis Sistemik: Dilema Negara, Jalan Tengah Polri


Tim Red,    11 Oktober 2025,    21:16 WIB

Presiden dalam Krisis Sistemik: Dilema Negara, Jalan Tengah Polri
Komjen Pol (P) Drs. Didi Widayadi, MBA

Keseimbangan antara Kekuatan, Keadilan, dan Kepercayaan Publik


Oleh: Komjen Pol (P) Drs. Didi Widayadi, MBA

Euforia Kekuasaan dan Ilusi Stabilitas

Bangsa ini tengah memasuki fase sejarah yang sarat tantangan. Gelombang euforia kekuasaan yang bernuansa militeristik kembali menguat, sering kali diselimuti narasi tentang stabilitas nasional dan efisiensi pemerintahan. Di permukaan, semua tampak tertata dan terkontrol. Namun jika ditelisik lebih dalam, muncul tanda-tanda perubahan arah yang halus namun signifikan terhadap tata kelola demokrasi dan konstitusi.


Dalam suasana seperti ini, Polri kerap menjadi aktor yang berada di garis depan. Bukan hanya sebagai alat negara penegak hukum, tetapi juga menjadi simbol stabilitas ketika dinamika sosial-politik meningkat. Polri sering menjadi tempat harapan, sekaligus sasaran kritik, saat gejolak muncul di ruang publik.

Tantangan Keseimbangan dalam Negara Demokratis

Dalam sistem demokrasi yang sehat, kekuasaan negara berjalan di atas keseimbangan: kekuatan, keadilan, dan kepercayaan publik. Kekuatan tanpa kendali bisa mengikis legitimasi, sementara keadilan tanpa keberanian bisa kehilangan efektivitas. Di sinilah dilema besar yang dihadapi negara—terutama di tengah situasi politik yang sarat kepentingan.

Parlemen yang idealnya menjadi ruang kontrol kekuasaan, dalam situasi tertentu tampak tidak selalu memiliki daya tawar yang kuat. Di saat yang sama, ruang publik dibanjiri oleh wacana dan polarisasi yang mudah menyulut ketegangan. Dalam kondisi inilah peran lembaga negara, termasuk Polri, menjadi sangat krusial untuk memastikan demokrasi tetap berada pada jalurnya.

Polri dan Jalan Tengah

Polri berada dalam posisi yang unik: bukan hanya sebagai instrumen negara, tetapi juga sebagai pengawal rasa aman masyarakat. Dalam berbagai fase sejarah bangsa, Polri sering menjadi jembatan antara stabilitas negara dan suara masyarakat. Jalan tengah inilah yang menuntut kebijaksanaan — bukan sekadar kekuatan.

Menjaga jarak yang sehat dari tarik-menarik kepentingan politik menjadi keharusan. Polri perlu memastikan bahwa setiap langkah penegakan hukum tetap berpijak pada prinsip profesionalitas dan keadilan. Kepercayaan publik adalah modal utama yang tidak bisa dibeli oleh kekuasaan apa pun.

Refleksi untuk Masa Depan

Krisis sistemik bukan hanya soal siapa yang berkuasa, tetapi juga tentang bagaimana kekuasaan dijalankan. Bila prinsip keadilan dan supremasi konstitusi terus dijaga, maka setiap dinamika bisa menjadi ruang pendewasaan bagi demokrasi kita. Namun bila yang dikedepankan hanyalah euforia kekuasaan, maka stabilitas bisa menjadi ilusi sesaat.

Bangsa ini membutuhkan keberanian untuk menjaga keseimbangan antara kekuasaan, hukum, dan suara rakyat. Dan di tengah pusaran ini, Polri memiliki tanggung jawab sejarah untuk menjadi penyeimbang yang bijaksana — bukan sekadar pelaksana perintah.

 

Penulis Adalah : Mantan Kepala BPKP • Alumnus Lemhannas KRA-29


banner
NASIONAL
img
Minggu, 17 Mei 2026
Nganjuk - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu
img
Minggu, 17 Mei 2026
Jatim - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R. mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan dimulainya operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
img
Jumat, 15 Mei 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional mengingatkan masyarakat agar memahami perbedaan antara layanan pengecekan sertipikat dan Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) guna menghindari kekeliruan dalam proses
img
Jumat, 15 Mei 2026
Semarang-Mediaindonesianews.com: Nusron Wahid menegaskan pentingnya disiplin, pembagian tugas yang jelas, serta tata kelola organisasi yang baik sebagai fondasi utama mewujudkan good governance. Hal itu disampaikan saat menjadi pembicara
img
Jumat, 15 Mei 2026
Nganjuk - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dan Ketua Komisi IV DPR RI Ibu Siti Hediati Soeharto didampingi Kepala Staf Angkatan Darat
img
Jumat, 15 Mei 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid menegaskan bahwa penentuan lokasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) merupakan kewenangan pemerintah daerah. Hal tersebut disampaikannya

MEDIA INDONESIA NEWS