bendera

Jumat, 03 Juli 2026    19:30 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

OPINI
 


Paradoks Pembangunan Indonesia: Jalan Tol Tanpa Jalan Nurani


Tim Red,    17 Oktober 2025,    07:04 WIB

Paradoks Pembangunan Indonesia: Jalan Tol Tanpa Jalan Nurani
Komjen Pol (P) Drs. Didi Widayadi, MBA

Oleh:Komjen Pol (P) Drs. Didi Widayadi, MBA


Wajah Ganda Pembangunan

Indonesia senang menyebut diri “bangsa besar.” Jalan tol membentang ribuan kilometer, bandara dan pelabuhan baru diresmikan, gedung menjulang di berbagai kota. Namun di balik beton dan baja, ada kenyataan yang tak kalah keras: kesenjangan ekonomi, ketidakadilan sosial, dan demokrasi yang kehilangan ruhnya.

Inilah paradoks pembangunan Indonesia— maju di luar, rapuh di dalam


Indikasi yang Kasatmata

-          Utang publik meningkat, tetapi kesejahteraan rakyat tak sebanding.

-          Demokrasi berubah jadi ritual lima tahunan, rakyat memilih tapi tidak berdaulat.

-          Hukum tetap tumpul ke atas, tajam ke bawah. Yang lemah ditindas, yang kuat dilindungi.

-          Polri, alih-alih dilihat sebagai pelayan rakyat, sering dijadikan alat kekuasaan—dan kambing hitam ketika sistem gagal.

Quito DW-GPT

“Seperti ember bocor yang dimarahi karena airnya tumpah, padahal atap rumah yang retak tak pernah diperbaiki.”

Akar yang Mengakar

Paradoks ini melahirkan krisis kepercayaan publik.

Rakyat makin apatis, mudah tersulut emosi, dan kehilangan harapan.

Dan di tengah pusaran ini, Polri berdiri di garis api — menjaga stabilitas sosial di tengah ketimpangan sistemik.

Refleksi untuk Polri dan Bangsa

Transformasi Polri sangat penting, namun tidak bisa berdiri sendiri. Yang harus direformasi bukan hanya institusi, melainkan sistem nasional secara keseluruhan.

-          Politik harus kembali ke demokrasi substansial, bukan sekadar kosmetik elektoral.

-          Ekonomi harus berpihak pada rakyat kecil, bukan pada proyek dan investor.

-          Hukum harus tegak lurus tanpa pandang bulu.

-          Polri harus memperkuat community policing, membangun kembali kepercayaan rakyat, dan menjaga jarak aman dari tarikan politik praktis.

Jalan Nurani

Paradoks pembangunan ini adalah cermin nurani bangsa. Kemajuan fisik tak akan menyembuhkan retak moral dan sosial.

Jika Indonesia ingin bertahan, bangunlah jalan nurani sebelum memperpanjang jalan tol. Bangunlah keadilan sebelum menambah menara beton.

Dan bagi “Polri garda terdepan demokrasi” tugas sejatinya bukan sekadar menjaga proyek pembangunan, melainkan menjaga bangsa agar tidak runtuh oleh paradoksnya sendiri.

“Negara boleh maju dengan beton, tapi hanya akan bertahan dengan keadilan.”

 

Penulis Adalah: Eks-Kepala BPKP, Alumnus BKA Jerman, KRA 29 Lemhannas


banner
NASIONAL
img
Jumat, 03 Juli 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menargetkan 87 persen Lahan Baku Sawah (LBS) nasional ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) pada 2029. Target tersebut
img
Jumat, 03 Juli 2026
Cikeas-Mediaindonesianews.com: Politeknik Agraria STPN, perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), menggelar Seleksi Penerimaan Taruna Baru (SPTB) Tahun Akademik 2026/2027 untuk menjaring
img
Kamis, 02 Juli 2026
Serpong - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto didampingi Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R. memimpin Uji Naskah III dan Pengesahan Doktrin TNI Perisai Trisula Nusantara yang diikuti
img
Kamis, 02 Juli 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mencatat rata-rata 8,4 juta layanan pertanahan diproses setiap tahun dalam lima tahun terakhir, dengan rata-rata Penerimaan Negara Bukan Pajak
img
Kamis, 02 Juli 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melaporkan capaian pelaksanaan tujuh layanan prioritas yang menjadi fokus transformasi pelayanan pertanahan dan tata ruang dalam Rapat Dengar Pendapat
img
Rabu, 01 Juli 2026
Bogor - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri Upacara Peringatan HUT Ke-80 Bhayangkara Tahun 2026 yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto selaku Inspektur Upacara di Lapangan Satuan Latihan Korps

MEDIA INDONESIA NEWS