bendera

Senin, 18 Mei 2026    16:30 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

OPINI
 


Pengawasan Lintas Sektoral & Literasi Fiskal Nasional


Tim Red,    30 Oktober 2025,    21:40 WIB

Pengawasan Lintas Sektoral & Literasi Fiskal Nasional
Komjen Pol (P) Drs. Didi Widayadi, MBA

Oleh: Komjen Pol (P) Drs. Didi Widayadi, MBA – DW-GPT Institute


Konteks Strategis

Isu lintas sektoral antara pusat dan daerah menjadi titik krusial dalam menjaga disiplin fiscal nasional. Pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp269 triliun dari total Rp919 triliun APBN 2025 menggambarkan upaya efisiensi fiskal, namun juga membuka potensi konflik kewenangan dan ego sektoral. Presiden melalui Menkeu Purbaya menegaskan pentingnya tata kelola daerah yang bebas kebocoran, selaras dengan semangat reformasi fiskal dan desentralisasi yang akuntabel.

Masalah Utama: Ego Sektoral dan Kekosongan Regulatif


Ego sektoral antar lembaga (Kemendagri vs Kemenkeu) memperlambat pengawasan terintegrasi. BPKP yang ditugaskan Presiden untuk melakukan oversight lintas sectoral menghadapi kendala regulatif karena UU Hubungan Keuangan Pusat–Daerah belum memberikan legitimasi penuh. Akibatnya, banyak dana TKD mengendap di bank (Rp234 triliun per September 2025 menurut BI) dan tidak segera terserap untuk program produktif daerah.

Perspektif Presiden & Menkeu Purbaya

Menkeu Purbaya menegaskan bahwa kepala daerah harus mampu merencanakan dan mengeksekusi anggaran tanpa kebocoran, meningkatkan kinerja fiskal melalui belanja produktif, dan membuka akses data keuangan daerah agar data-driven policy dapat diterapkan. Pendekatan ini selaras dengan paradigma governance convergence, dimana lintas institusi bekerja berdasarkan shared accountability.

Langkah Strategis DW–GPT Institute

a. Reposisi BPKP sebagai “Fiscal Integrity Hub”. BPKP perlu diberi mandat baru melalui Perpres Penguatan Pengawasan Lintas Sektoral. b. Pembangunan “National Oversight Dashboard” berbasis AI–data mesh untuk memantau serapan TKD dan anomali fiskal. c. Penanaman Literasi Fiskal untuk Kepala Daerah melalui pelatihan Bersama Lemhannas–BPKP–Kemenkeu.

Narasi Kebijakan Presiden: Dari Fiskal ke Moral

Presiden perlu menegaskan transformasi fiskal sebagai gerakan moral kebangsaan, bukan semata teknokratisasi APBN. Dana TKD bukan hak, tapi amanah. Pengawasan bukan ancaman, tapi penjaga keadilan fiskal. Kolaborasi lintas sektor adalah keniscayaan, bukan kompetisi.

Rekomendasi Intelijen Kebijakan

IsuAkar Masalah – Solusi Strategis

Pengendapan Dana TKD - Koordinasi lemah & ego sektoral - Integrasi dashboard lintas lembaga (BI–BPKP–Kemenkeu–Kemendagri).

Lemahnya Pengawasan - Ketiadaan legitimasi BPKP di level daerah - Perpres Penguatan Pengawasan Lintas Sektoral

Rendahnya Literasi Fiskal Kepala Daerah - Politisasi anggran Daerah - Program nasional 'Fiscal Literacy for Governors'

Konflik Pusat–Daerah - Tafsir sempit UU Hubungan Keuangan - Revisi pasal koordinasi pengawasan & pelaporan lintas sektor.

Pesan Kepemimpinan

“Transparansi fiskal tanpa literasi moral hanyalah angka tanpa jiwa. Pengawasan lintas sektoral harus menjadi budaya kolaboratif—bukan medan rivalitas.”

 

Penulis Adalah: Mantan Irwasum Polri , Kepala BPKP RI


banner
NASIONAL
img
Minggu, 17 Mei 2026
Nganjuk - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu
img
Minggu, 17 Mei 2026
Jatim - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R. mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan dimulainya operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
img
Jumat, 15 Mei 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional mengingatkan masyarakat agar memahami perbedaan antara layanan pengecekan sertipikat dan Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) guna menghindari kekeliruan dalam proses
img
Jumat, 15 Mei 2026
Semarang-Mediaindonesianews.com: Nusron Wahid menegaskan pentingnya disiplin, pembagian tugas yang jelas, serta tata kelola organisasi yang baik sebagai fondasi utama mewujudkan good governance. Hal itu disampaikan saat menjadi pembicara
img
Jumat, 15 Mei 2026
Nganjuk - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dan Ketua Komisi IV DPR RI Ibu Siti Hediati Soeharto didampingi Kepala Staf Angkatan Darat
img
Jumat, 15 Mei 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid menegaskan bahwa penentuan lokasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) merupakan kewenangan pemerintah daerah. Hal tersebut disampaikannya

MEDIA INDONESIA NEWS