bendera

Jumat, 03 Juli 2026    19:32 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

OPINI
 


Meluruskan Postur Polri dan TNI Pasca Distorsi Meritokrasi Era “Gang Solo”


Tim Red,    04 November 2025,    23:21 WIB

Meluruskan Postur Polri dan TNI Pasca Distorsi Meritokrasi Era “Gang Solo”
Komjen Pol (P) Drs. Didi Widayadi, MBA

Oleh Komjen Pol (Purn.) Drs. Didi Widayadi, MBA 


Sepanjang satu dekade terakhir, sistem pembinaan karier di Polri dan TNI mengalami distorsi serius akibat intervensi politik personal yang populer disebut “Gang Solo effect.” Loyalitas personal kepada kekuasaan menggantikan meritokrasi sebagai dasar promosi dan penempatan jabatan. Akibatnya, struktur profesional kedua institusi melemah, semangat korps menurun, dan kinerja strategis terganggu. Fenomena ini mengakibatkan: Penurunan kepercayaan publik terhadap Polri dan TNI, Keresahan internal karena jalur karier tidak transparan, Deformasi postur organisasi yang kehilangan arah moral dan profesional.

Jika tidak diluruskan, kondisi ini akan mempercepat disorientasi nasional, di mana aparat kehilangan kepercayaan diri dan rakyat kehilangan kepercayaan terhadap negara.

Diagnosa Sistemik


Disfungsi Meritokrasi

Promosi jabatan lebih ditentukan oleh loyalitas politik dan hubungan pribadi ketimbang prestasi, integritas, atau hasil uji kompetensi. Akibatnya, banyak perwira berpotensi tersingkir, menciptakan frustrasi sistemik dan menurunkan motivasi korps.

Politisasi Jabatan dan Penugasan

Penempatan perwira aktif pada jabatan sipil strategis mengaburkan batas profesional antara militer, kepolisian, dan birokrasi sipil. Fenomena ini memperkuat persepsi publik bahwa Polri dan TNI telah menjadi alat kekuasaan, bukan penjaga negara.

Erosi Moral dan Disiplin

Ketimpangan karier menimbulkan rasa ketidakadilan. Banyak perwira menjadi pasif, pragmatis, dan menunggu perintah politik. Budaya “asal bapak senang” menggantikan integritas dan tanggung jawab profesional.

Citra Publik Menurun

Krisis moral di internal berimbas pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap hukum dan keamanan. Polri dipersepsikan koruptif dan represif, sementara TNI dianggap terlalu dekat dengan kekuasaan sipil.

Pembelajaran dari Negara Lain

Jerman – Bundeswehr & BKA (Polisi Federal). Penilaian karier berbasis kompetensi, etika, dan pendidikan berjenjang.Audit moral (Ethische Integritätsprüfung) wajib bagi calon pemimpin.

Jepang – Sistem “Senpai-Kohai” Meritokratik. Setiap promosi harus melalui kombinasi uji kinerja, peer review, dan evaluasi integritas. Tidak ada intervensi politik dalam jenjang karier institusi pertahanan dan kepolisian.

Inggris – Police College & MoD Career Map. Jalur karier sudah dipetakan sejak masa pendidikan. Pengawasan dilakukan oleh lembaga sipil independen untuk mencegah patronase.

Rekomendasi Strategis

Reinstalasi Meritokrasi Digital

Bentuk Komisi Merit Polri-TNI di bawah BPKP/Lemhannas, Kompolnas dengan mandat menilai promosi berdasarkan data objektif (pendidikan, prestasi operasi, integritas, publikasi).

Terapkan probity audit algorithm untuk mendeteksi penyimpangan etika dalam proses mutasi dan promosi.

Depolitisasi Jabatan dan Penugasan: Revisi regulasi agar perwira aktif tidak lagi menduduki jabatan sipil strategis. Jabatan politis hanya dapat dijabat setelah purnabakti dengan masa karantina minimal 1 tahun.

Rehabilitasi Moral dan Regenerasi Korps: Program “Back to Corps Integrity” melalui pendidikan moral dan etika Tribrata–Sapta Marga berbasis realitas kontemporer. Pemimpin wajib menjadi role model integritas, bukan simbol kekuasaan.

Audit Institusional dan Transparansi Publik: Publikasikan hasil evaluasi promosi dan disiplin secara berkala untuk membangun kepercayaan publik. Dorong partisipasi masyarakat sipil dan akademisi dalam Dewan Etik dan Dewan Karier.

Leadership Reboot: Calon pimpinan Polri  dan TNI wajib menjalani pendidikan strategis nasional (Lemhannas) dan fit & proper test publik yang menilai aspek moral, etika, dan kebijakan. Pemimpin baru harus memiliki misi “merestorasi kepercayaan dan profesionalisme”.

Implikasi Strategis Nasional: Kedaulatan hukum dan pertahanan hanya bisa dijaga oleh aparat profesional dan netral, bukan loyalis kekuasaan. Reformasi meritokrasi akan mengembalikan kepercayaan publik, disiplin korps, dan kredibilitas negara. Tanpa langkah korektif, Indonesia berisiko mengalami krisis legitimasi aparat, yang akan membuka ruang bagi disintegrasi sosial dan politik.

“Polri dan TNI tidak boleh menjadi bayangan kekuasaan, tetapi cermin nurani bangsa.”

Meritokrasi adalah fondasi dari profesionalisme, dan profesionalisme adalah pilar dari negara hukum. Meluruskan postur Polri dan TNI bukan sekadar pembenahan organisasi, melainkan restorasi moral kenegaraan untuk memastikan bahwa alat negara kembali berfungsi demi rakyat, bukan penguasa.***

Penulis Adalah: Mantan Irwasum Polri / Kepala BPKP RI – Founder DW-GPT Institute


banner
NASIONAL
img
Jumat, 03 Juli 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menargetkan 87 persen Lahan Baku Sawah (LBS) nasional ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) pada 2029. Target tersebut
img
Jumat, 03 Juli 2026
Cikeas-Mediaindonesianews.com: Politeknik Agraria STPN, perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), menggelar Seleksi Penerimaan Taruna Baru (SPTB) Tahun Akademik 2026/2027 untuk menjaring
img
Kamis, 02 Juli 2026
Serpong - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto didampingi Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R. memimpin Uji Naskah III dan Pengesahan Doktrin TNI Perisai Trisula Nusantara yang diikuti
img
Kamis, 02 Juli 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mencatat rata-rata 8,4 juta layanan pertanahan diproses setiap tahun dalam lima tahun terakhir, dengan rata-rata Penerimaan Negara Bukan Pajak
img
Kamis, 02 Juli 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melaporkan capaian pelaksanaan tujuh layanan prioritas yang menjadi fokus transformasi pelayanan pertanahan dan tata ruang dalam Rapat Dengar Pendapat
img
Rabu, 01 Juli 2026
Bogor - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri Upacara Peringatan HUT Ke-80 Bhayangkara Tahun 2026 yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto selaku Inspektur Upacara di Lapangan Satuan Latihan Korps

MEDIA INDONESIA NEWS